Kisah dijadikan Kaki Tangan Scammer

Supaya benar-benar meyakinkan “wanita targetnya” maka si scammer ini merekrut orang Indonesia untuk diajak bekerja sama. Bulan November lalu ada seorang wanita yang kirim email ke saya panjang sekali menceritakan kisah dia dipergunakan sebagai kaki tangan scammer. Dia tidak menyebutkan nama aslinya karena kuatir berurusan dengan pihak polisi.

Jadi begini kisahnya. Ada seorang pria (bule) bernama Frank Walter mengirim pesan ke Facebooknya wanita Indonesia yang akan direkrut, sebut saja namanya Tia. Bule tersebut mengaku dari UK, umur 40 tahun an, berniat mencari calon istri. Si Bule dan Tia akhirnya jadi sering ngobrol melalui fasilitas chat di Fb. Tia bilang dia terlalu muda untuk si bule, dan Tia tidak berminat menjalin hubungan cinta dengan si bule karena umurnya (Tia saat itu kuliah). Mereka tetap chat dengan maksud Tia juga bisa berlatih berbahasa Inggris.

Kemudian si bule bilang kalau dia punya teman bisnis orang Afrika yang tinggal di Malaysia yang tertarik kenalan dengan Tia. Selama 2 bulan ngobrol dengan si pria Afrika, Tia menilai pria tersebut baik dan jujur. Si pria Afrika memperlihatkan Paspor dia ketika mereka ngobrol dengan video chat. Tia makin nyakin si pria adalah orang yang baik. Si pria mengajak Tia menjalin hubungan kasih alias “pacaran”. Tia menyalahkan kenapa orang-orang banyak yang rasis dengan orang kulit hitam, padahal si pria Afrika ini sangat baik ke dia. Tia menyetujui mereka berpacaran.

Pacar Afrika Tia namanya Collins Vick, belakangan sering minta tolong untuk membantu kelancaran bisnis dia dengan bule Uk yang saya sebut sebelumnya. Jadi si bule di UK dan si Afrika di Malaysia. Mereka berbisnis di indonesia dan Malaysia.

Rekening bank milik Tia digunakan untuk menampung uang hasil target si bule (ngibulin wanita-wanita Indonesia yang mencari pacar bule). Tia mentransfer uangnya ke pacar Afrikanya di Malaysia melalui western union. Tia katakan, pernah juga sekali dia diminta transfer ke wanita lain di Indonesia.

Tugas berikutnya Tia adalah menelepon wanita-wanitanya si bule, bilang kalau paket untuk para wanita ketahan di pabean (bea cukai). Tia berperan sebagai petugas kantor pengiriman. Tia meminta para wanita untuk menelpon langsung bagian bea cukai dan mengurus administrasinya.

Pernah wanita yang jadi korban marah-marah kirim sms, katanya si korban sudah mengirim uang 5 juta rupiah untuk paketnya, dan si korban bilang akan menggungkap sindikat penipuannya. Uangnya sudah masuk ke rekening Tia, dan korban tidak tahu kalau yang menelpon mengaku sebagai petugas adalah orang yang sama, yang dia transferin uang. Tia bilang dia sama sekali tidak terima uang se sen pun dari bisnis kotor tersebut.

Tia sadar bisnis ini salah, dia tanya ke bule UK sebenarnya bisnis apa yang dia jalankan?, si bule bilang bisnis pengiriman barang pesanan.

Tia akhirnya memutuskan hubungan dia dengan pacar Afrikanya, karena dia tidak mau terus terlibat dalam bisnis kotor. Oh ya Tia pernah bertemu langsung dengan Collins si Afrika (sebelum Tia tahu pacarnya ternyata penipu), mereka ketemuan di Malaysia. Tiket dan akomodasi Tia ke Malaysia semua dibayarin pacarnya, makanya Tia tambah yakin si Afrika adalah pria yang baik.

Jadi ada 2 jenis istilah „pacaran“ yang di lakukan penipun (sindikat ini):
1. Pacar yang sudah bekerja ditipu untuk kirim uang (dibuat jatuh cinta dengan rayuan gombal, dibilang akan dinikahi dll akhirnya mau kirim duit).
2. Pacar yang muda atau belum berpenghasilan seperti Tia, direkrut dan diminta bantuan bisnis kiriman barang mereka, misal membantu telpon ke klien hanya menginformasikankan barang tersangkut dipabean.

Collins pacar Afrika Tia pernah bilang, pembelinya tidak berani kirim uang ke malaysia, takut ditipu, jadi Tia diminta tolong kalau ada pembeli akan kirim uang ke Tia, karena Tia domisili indonesia (si penipu katakan ke para wanita korban love scammer bahwa Tia adalah agen pengirimannya).

Si bule UK ternyata menghubungi teman Tia juga di Facebook, orang kantoran. Mungkin si bule anggap yang lebih tua gampang di ajak bekerja sama.

Tia bilang sebagian besar Nigerian di Malaysia dan Indonesia melakukan bisnis kotor seperti yang saya ceritakan diatas. Ketika Tia berada di Malaysia, Tia dikenalkan dengan teman-teman Collins, semuanya orang Afrika. Ada teman si Collins punya pacar orang Medan, akhirnya putus setelah tahu hanya dipergunakan sebagai alat untuk melakukan bisnis kotor.

Sindikat ini (orang kulit hitam semua) menjalankan aksinya dari puchong padana atau perdana di Malaysia, mereka tinggal di kondomonium.

Semoga pengalaman Tia berguna buat yang kebetulan mampir ke blog saya ini. Buat kamu yang berniat mencari pacar orang asing, sebaiknya jangan sampai jatuh cinta 100% kalau belum bertemu langsung dengan si pria atau si wanita. JANGAN mau transfer uang berapa pun, dengan alasan apapun, sekalipun diiming-imingi akan dikirimi barang-barang mewah, JANGAN pernah tergiur!. Minta mentahnya aja hehe.

Jangan pernah juga terlibat bisnis kotor seperti yang Tia lakukan, orang butuh uang, namun berdosa kan ya kalau pekerjaannya hasil menipu. Masa depan bisa hancur loh kalau ketangkap polisi.

Sebagai penutup, baca deh tulisan-tulisannya bunda Fey dibawah ini, beliau sering sekali menulis mengenai scammer
Cara Jitu Melacak Photo yang Dipakai Scammer
Seorang Wanita Sarjana Menjadi Korban Scammer Cinta
Scammer Mengaku Pengusaha Asal Dubai Telah Menipu Wanita Lugu
Scammer Gagal Dapat Uang, Awalnya Romantis Akhirnya Sadis
Jahatnya Scammer Menipu Korban dengan Modus Pindah Agama

 

Baca juga:
Cinta vs Uang, Hati-hati Internet Love Scams!
Cinta via Biro Jodoh Online
Ditawari Uang Melalui Internet? Hati-hati Penipuan!
Setelah Online, Saatnya Kopi Darat
Kisah Cintaku yang Kelabu
Persembahanku Untuk Wanita
Beberapa Kisah Kawin Campur yang Tragis

Advertisements

108 Comments

  1. Umi Simon
  2. Chelle Handojo
  3. Hwa Hwa Wong
  4. arianimartini
  5. Riri
  6. Riri
      • Riri
  7. Ria angelina
    • Ria angelina

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Refresh
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: