Beberapa Kisah Kawin Campur (Bagian 3 dan 4)

Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat (4)

Curi Uang Celengan untuk Beli Roti

Oleh: Yuyu A.N. Krisna Mandagie

UTRECHT – Aku masuk ke dapur kecil, memutar tubuhku saja sukar sekali. Begitu juga kamar mandi dan WC. Di dapur aku akan mempersiapkan meja kecil dengan dua buah piring, sendok, garpu dan gelas minum. Sebatang lilin aku nyalakan guna merayakan hari pertamaku di negeri kincir angin ini. Aku tidak melihat ada makanan di dapur itu. Aku pikir mungkin Gerard akan membeli makanan di restoran di bawah sana untuk merayakan kedatanganku. Restoran itu kelihatan dari jendela flat kami.

Tak lama kemudian Gerard pamit keluar. Pasti dia akan membeli makanan di restoran, kataku dalam hati. Tak lama berselang, Gerard pulang dengan membawa bungkusan kertas di tangannya. Tiba-tiba Gerard dengan wajah dingin melemparkan bungkusan itu ke atas meja. Dengan bahasa Inggris Gerard berkata datar: “This is our dinner for to night. Since now we must spend money because my salarry does not enough for us“. Dua nasibal (bola-bola nasi goreng) tergulir dari bungkusan kertas itu. Oh Tuhan, inikah makanan malam untukku, untuk menyambut istri tercintanya ini?. Sejak saat itu sirna sudah segala cita-cita dan mimpi-mimpi gadis kecil Amiatun yang ingin dimesrai oleh laki-laki yang mirip suami tetangganya dulu.

Aku sangat kecewa menyesali semua yang telah terjadi. Aku melewati malam itu bersama Gerard tanpa rasa. Perasaanku beku. Tetapi sebagai orang yang beragama, aku sudah berjanji di hadapan Tuhan untuk menerima Gerard sebagai suamiku, apapun keadaannya. Mulai saat itu aku bertekad menjadi istri yang saleh. Kehidupan bersama Gerard kujalani sampai kapan Tuhan kehendaki. Hari-hari yang panjang aku jalani bersama Gerard. Aku tahu dari bacaan-bacaan bahwa orang Belanda itu akibat ajaran Calvijn mereka hidup penuh perhitungan. Tetapi perhitungan suamiku mengenai uang sudah keterlaluan. Aku diberi uang untuk belanja keperluan rumah tangga dan keperluanku sebagai perempuan, tetapi semua itu harus aku pertanggungjawabkan. Uang harus kembali dan bon dari toko adalah tuntutan pertama Gerard bila aku pulang dari supermarket.

Aku sering mencuri uang tabungan Gerard dari celengannya hanya untuk membeli sepotong roti atau es krim. Gerard memiliki celengan dari plastik berbentuk pipa untuk menyimpan uang pecahan 2,50 gulden.

Tanpa Perasaan

Hubungan kami sebagai suami istri berjalan normal, walaupun berlangsung tanpa perasaan. Aku melakukan kewajibanku saja, tidak lebih. Aku tidak pernah menikmati hubungan itu. Gerard selalu wanti-wanti agar aku jangan sampai hamil. Pil KB selalu tersedia di meja dekat tempat tidur. Sementara aku ingin punya momongan karena aku berharap nantinya dapat membagi rasa dengan anakku.

Perempuan macam apa aku ini? Dimana harkatku sebagai seorang perempuan dan istri?

Apa sebenarnya yang aku cari dari kehidupan yang tawar ini? Tidak pernah terbesit dalam anganku menjadi istri dengan kondisi seperti ini. Aku sering mempersalahkan diri dan perasaanku. Kenapa aku menginginkan laki-laki ganteng mirip suami tetanggaku orang Prancis itu?. Di manakah saat-saat yang indah selama dua minggu saat kami baru menikah? Di manakah kelembutan dan kemesraan yang pernah diberikan Gerard selama di Indonesia?.

Kenapa saat ini dia berubah, apakah dia kecewa karena aku tahu bahwa dia hanya seorang pengangguran yang hidup dari belas kasihan Dinas Sosial?. Gerard memang hanya hidup dari tunjangan sosial. Kemewahan yang diperlihatkan kepadaku selama di Indonesia, adalah berkat tabungannya selama bertahun-tahun.

Memasuki satu tahun usia perkawinan kami, aku hamil. Gerard marah besar. Dia langsung membawa aku ke dokter dan memintaku untuk menggugurkan kandungan dengan alasan aku sakit. Memang, saat itu aku sakit-sakitan. Tetapi bukan berarti aku tidak boleh hamil. Aku sangat terpukul. Berminggu-minggu aku tidak pernah keluar dari flat yang sumpek itu.

Kebanggaan Keluarga

Penderitaanku tidak pernah kuceriterakan kepada keluargaku di Indonesia. Aku ingin mereka tahu bahwa aku hidup bahagia bersama suamiku Gerard. Aku tak ingin merusak kebahagiaan dan kebanggaan mereka. Perkawinanku dengan Gerard membuat mereka bangga anak gadisnya bisa menikah dengan orang asing, dan kini hidup di Eropa. Aku berusaha untuk bertahan, walaupun perlakuan Gerard terhadapku makin tidak manusiawi. Aku tidak boleh bergaul dengan sesama bangsa Indonesia. Tetapi aku tidak bodoh, aku mempersiapkan dan mengup-grade diri sebaik-baiknya untuk bisa mandiri di tanah orang. Aku belajar bahasa Belanda di kelas cuma-cuma untuk orang asing yang disediakan oleh pemerintah kota. Bahasa Belanda mulai aku kuasai. Gerard rupanya kurang suka aku bisa berbahasa Belanda. Pernah pada satu pertemuan dia menempelengku karena aku memotong bicaranya. Aku sangat malu. Besoknya aku lari dari rumah dan meminta bantuan di kantor Dinas Sosial. Aku menginap di tempat itu hanya semalam, karena keesokan harinya Gerard menjemputku dan meminta maaf atas kesalahannya.

Aku memaafkan dia. Namun kesalahan yang sama tetap terulang lagi. Dia memukulku lagi. Kali ini aku benar-benar harus meninggalkan Gerard. Aku selama ini menerima Gerard apa adanya. Semua yang pernah kualami bersama Gerard berakhir sudah. Maka kami pun kemudian bercerai. Aku kini bekerja di pabrik makanan siap saji. Dengan gaji dan tunjangan janda aku bisa menyewa flat yang lebih besar. Tetapi kini tubuhku tidak semampai lagi. Aku menjadi gemuk sekali, penderitaan membuat selera makanku tak terkendalikan.

Kini sudah 15 tahun aku hidup sendiri dengan keadaan sakit-sakitan karena tubuhku yang terlalu besar. Kakiku tidak kuat menyangga tubuhku. Gadis Amiatun yang cantik semampai dan bercita-cita menjadi penari Sunda itu, kini melewati hari-harinya dengan merenungi apa yang telah dijalani dan akan dijalaninya nanti. “Aku kini pasrah dan sumarah pada kehendak Tuhan”.

(Bersambung)

*****

Pembaca budiman, tahun 2009 Nella pernah pdkt dengan pria Belanda. Rumah temanku ini kala itu, persis seperti rumah Gerard di kisah ini, hanya ruang satu kamar. Saya ke Belanda untuk mewujudkan impian saya jalan-jalan ke luar negeri untuk pertama kalinya, pria Belanda bukan menjadi tujuan utama saya. Saya melakukan perjalanan untuk diri saya sendiri. Tuhan begitu baik, akhirnya saya bisa mewujudkan impian saya untuk jalan-jalan ke LN dengan uang saya sendiri.

Kalau saya perhatikan kehidupan si pria, dia orang yang kekurangan, dan mendapat bantuan dari pemerintah. Malangnya, kehidupan yang serba kekurangan tidak membuat seseorang untuk berhenti merokok, saya pikir, kalau kita serba kekurangan, seharusnya kita bisa hidup hemat, bukan malah membakar uang dengan kebiasaan merokok dan minum alkoho toh?l.

Sekembalinya saya ke Indonesia, si pria Belanda mulai sulit dihubungi, maupun jarang lagi menghubungi saya. Saya tidak menaruh harapan besar padanya, karena latar belakangnya. Dalam beberapa waktu dia mulai mengarang cerita kalau dia di penjara. Saya bosan dengan alasan (drama) yang dibuat pria asing. Saya tidak menangis sedikitpun, karena saya sudah punya pengalaman dengan pria Belgia kisahnya klik disini.

Fyi: untuk yang mempunyai kekasih orang asing (berbeda bangsa), kenali latar belakang calon pasangan Anda, kalau dia (misal A) mendapat bantuan dari pemerintah setiap bulannya, dan atau gajinya dibawah yang disyaratkan kedutaan besar, maka si A tidak bisa menjadi sponsor untuk mendatangkan atau menjamin seseorang untuk datang atau menikah. Logikannya hidupnya saja kekurangan bagaimana si A bisa menghidupi dua orang dirinya sendiri dan Anda.

*****

Artikel sisi gelap Perkawinan Timur Barat pernah di muat media online sinarharapan.co.id sebagai tulisan bersambung, sayangnya linknya tidak bisa dibuka lagi yakni sinarharapan.co.id/berita/0507/19/sh09.html Mengapa semua kisahnya di Belanda, ya karena Yuyu A.N. Krisna Mandagie sebagai penulis dan keluarganya dalam beberapa tahun tinggal di Belanda.

Lanjutan (Bagian 5) klik disini

24 Comments

  1. pursuingmydreams October 14, 2013
  2. Tri Handayani October 14, 2013
  3. wahyu widodo August 25, 2013
  4. Ceritaeka April 19, 2013
  5. pursuingmydreams April 19, 2013
  6. Ceritaeka April 19, 2013
  7. Ika Koentjoro April 15, 2013
  8. pursuingmydreams April 15, 2013
  9. danirachmat April 15, 2013
  10. h0tchocolate April 15, 2013
  11. pursuingmydreams April 15, 2013
  12. Ika Koentjoro April 15, 2013
  13. pursuingmydreams April 14, 2013
  14. pursuingmydreams April 14, 2013
  15. pursuingmydreams April 14, 2013
  16. pursuingmydreams April 14, 2013
  17. Tami Kunz April 14, 2013
  18. nyonyasepatu April 14, 2013
  19. kayka April 14, 2013
  20. siti April 14, 2013
  21. pursuingmydreams April 14, 2013
  22. kayka April 14, 2013
  23. pursuingmydreams April 14, 2013
  24. t3ph April 14, 2013
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: