Tag: Wisata Museum

  • Paris je t’aime

    Paris je t’aime

    Paris je t’aime. Tahun 2009 adalah pertama kalinya saya jalan-jalan ke Eropa, namun saat itu belum kesampaian untuk jalan-jalan ke Paris. Hingga satu tahun saya menetap di Jerman, belum juga impian tersebut terwujudkan.

    Nah baru Oktober 2012 ini, bersama kedua sahabat saya Maria dan Gini (dari Jakarta), kami bertiga berpetualang di Paris πŸ˜‰ .

    1. Transportasi
    Awalnya kami ingin berangkat tgl 4-6 Oktober, ternyata tidak ada bus lagi karena sudah mempet kepergian kami. Mau naik kereta mahal sekali, pergi pulang bertiga sekitar 500 Euro.

    Akhirnya kami mundurkan satu minggu kepergian ke Paris, sehingga kami bisa booking tiket untuk naik bus. Kami berangkat tgl 11 Oktober malam (jam 11.10) tiba di Paris pagi hari 12 Oktober sekitar jam 6 pagi, dan kembali ke Jerman tgl 13 oktober jam 4 sore, sampai di Jerman tanggal yang sama.

    Bus yang kami gunakan Eurolines. Pergi ke Paris dan kembali ke Jerman, untuk tiga orang biayanya 241 Euro. Harga tersebut sudah termasuk biaya service 4 Euro untuk 3 orang, jadi perorang membayar 80 Euro sekian cent, murah kan, dibandingkan naik kereta bisa dua kali lipatnya ;-).

    Tiket bus kami beli secara online, bayar dengan kartu kredit, lalu kami mendapat tiketnya melalui email, dan kami print out.

    Terminal Bus nya kami pilih di Heidelberg (Heidelberg, Hbf. Europa Bus Haltestelle) supaya mudah dicapai dari tempat tinggal saya di Bad Rappenau. Halte busnya ada di depan Mc. Donald Heidelberg. Sedangkan terminal bus di Paris yakni Gallieni-gare routiere international.

    Stasiun Bus Euroline di Paris yakni Gallieni-gare Routiere International
    Jam 6 Pagi kami tiba di Stasiun Bus Euroline di Paris yakni Gallieni-gare Routiere International (Foto: dok. pribadi)

    Baca juga: Ramainya Bulan Oktober di MΓΌnchen

    2. Tempat Menginap di Paris
    Seperti ketika di MΓΌnchen, maka yang di Paris ini, kami juga memilih yang tidak mahal, cukup bintang**. Nama hotelnya Misterbed alamatnya 2 Avenue Du General De Gaulle, 93170 Bagnolet Paris. Pokoknya asal bersih, ada air panas untuk mandi dan bisa tidur, sudah cukup.
    Sarapan di Hotel 8 Euro/orang. Parkir mobil 10 Euro/hari. Kami memilih untuk tidak sarapan hotel, beli makanan sendiri lebih murah.

    Paris je t'aime. Penginapan Murah di Paris. Mister Bed City Bagnolet
    Penginapan Murah di Paris. Mister Bed City Bagnolet (Foto: dok. pribadi)

    Kamar kami pilih triple room, tarifnya 71 Euro/kamar/malam. Ditambah pajak dll, maka total yang kami bayar 74 Euro. Dibagi 3, berarti perorang membayar sekitar Rp. 25 Euro.

    Tarif Kamar Hotel Mister Bed Paris
    Tarif Kamar Hotel Mister Bed Paris (Foto: dok. pribadi)

    Hotel kami booking melalui booking.com kartu kredit tidak langsung dipotong untuk pembayaran, kami membayar ketika sudah tiba di hotelnya.

    Kamar Mandi Hotel Mister Bed City Bagnolet Paris
    Kamar Mandi Hotel Mister Bed City Bagnolet Paris (Foto: dok. pribadi)

    Hotel ini kami pilih karena dekat dengan terminal bus Eurolines (Gallieni-gare routiere international). Kami bisa jalan kaki 10 menit ke hotelnya, dan paling penting hotelnya dekat dengan stasiun kereta bawah tanah (metro) Gallieni station. Bisa jalan kaki paling 3 menit. Naik metro dari stasiun Gallieni (line 3) dalam waktu 15 menit kita sudah sampai di pusat kota Paris ;-).

    Bus kami tiba di terminal Gallieni-gare routiere international Paris pagi hari jam 6 : 15, sedangkan menurut lembaran booking hotel, kami baru bisa check-in di jam 2 siang. Kami coba ke hotelnya siapa tahu boleh titip barang-barang kami, kemudian kami kan bisa jalan-jalan sambil menunggu waktu check-in hotel. Ternyata resepsionis hotelnya baik sekali loh! dengan senang hati dia menerima titipan barang-barang kami. Namun di luar masih gelap, si resepsionis bilang kalau tempat-tempat wisata dan toko-toko baru buka lewat jam 8. Jadi kami duduk-duduk di hotel, sambil menunggu sang mentari menampakkkan diri.

    Saya biasanya cari referensi hotel melalui tripadvisor.com; kalau sudah dapat nama hotel yang diinginkan, saya baca komentar dari orang-orang yang sudah pernah menginap dihotel tersebut. Tentu kita tidak mau dong, begitu sampai di kamar hotel, ternyata kamarnya kotor, kasurnya ada kutu busuknya, atau air panas tidak keluar dll, makanya penting untuk mencari referensi, salah satunya melalui tripadvisor.com. Setelah yakin dengan hotel yang kita pilih, maka saya booking melalui booking.com.

     

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer

    Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer

    Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer Jerman. 21 April 2012. Hari itu kami (keluargaku), ka Rina, suami dan putranya Nico, kami berwisata ke museum di Speyer. Mamaku dan saya naik mobilnya ka Rina, sedangkan Roy dan ayahku bersama Frank satu mobil. Bertanya ke mbah google jarak dari Bad Rappenau ke Speyer adalah sekitar 59 km, ya karena ada sedikit macet dan juga sempat hujan sebentar, maka jadi membutuhkan waktu lebih dari sejam-an. Sesekali saya ngobrol dengan ka Rina supaya tidak bosan. Setelah dari museum ka Rina sekeluarga langsung balik ke Belanda ;-).

    Museum Tehnik Speyer: Museum ini buka 365 hari sepanjang tahun. Senin sampai Jumat buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, sedangkan Sabtu & Minggu buka dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam.

    Tiket masuk museum untuk anak-anak sampai usia 5 tahun GRATIS, dewasa 14 EUR, kalau Anda juga berminat sekalian untuk menonton film 3D maka tiketnya menjadi 18 EUR, anak-anak 14 EUR. Kalau mau menonton saja dan tidak pergi ke museum maka untuk anak-anak sampai 14 tahun 7,50 EUR sedangkan dewasa 10 EUR.

    Sebaiknya dari awal Anda memutuskan apakah mau menonton atau tidak, karena kalau beli tiket museum sekaligus dengan tiket menonton maka akan lebih hemat. (1 EUR kira-kira = Rp. 12.000).

    Semua judul film 3D nya dalam bahasa Jerman!.

    Bagi penyandang cacat tiketnya sama dengan harga tiket untuk anak-anak dibawah usia 14 tahun, diskonnya juga berlaku bagi pendampingnya. Anda harus siapkan kartu identitas. Sebagai catatan 95% area museum dapat dilalui bagi penyandang cacat, dapat diakses dengan kursi-roda, kecuali area Boeing 747 atau Spaceship BURAN tidak bisa karena Anda harus menaiki tangga.

    Anda juga bisa masuk GRATIS jika pada saat kunjungan Anda sedang berulang tahun, berlaku untuk anak-anak dan dewasa dengan menunjukkan kartu identitas.

    Lah saya kok jadi membahas detail mengenai harga tiket museum, seperti marketingnya saja he-he-he. Oke lanjut ceritanya ya!

    Tiket jangan hilang ya, karena kita bisa mengunjungi Museum Wilhelmsbau yang ada didekat area Museum Tehnik. Jam buka Museum Wilhelmsbau dari 11 siang sampai jam 6 sore. Sayang keluarga dan saya tidak berkesempatan masuk ke Museum Wilhelmsbau ini. Kalau mau lihat detail tentang Museum Wilhelmsbau klik http://speyer.technik-museum.de/en/en/museum-wilhelmsbau

    Di museum Tehnik Speyer ini kita bisa melihat-lihat pesawat terbang, pesawat jet, kereta api, mobil-mobil kuno, beberapa tipe kapal, seperti kapal selam, macam-macam motor kuno dan modern, alat musik seperti organ dan lainnya, kendaran-kendaraan militer dengan berbagai tipe dan model. Pengunjung bisa menyentuh dan masuk ke kendaraan tersebut, kecuali kalau ke mobil-mobil tidak bisa karena ada pagar pembatasnya.

    Video Boeing 747 ketika akan dibawa ke museum

    Pengunjung bisa melihat beberapa Miniatur Model Museum, ada miniature pedesaan atau perkotaan dilengkapi kereta api, kalau pengunjung ingin melihat Miniaturnya bergerak silakan masukkan uang logam 1 sampai 2 Euro.

    Video Pesawat Rusia Spaceshuttle BURAN ketika akan dibawa ke museum

    untuk ke halaman berikutnya klik β‡’ Next/Lanjut

  • Museum Farmasi Jerman Bagian 2

    Museum Farmasi Jerman Bagian 2

    Museum Farmasi Jerman Bagian 2. Setelah selesai melihat-lihat ruangan 5 Museum Farmasi Jerman, sekarang kita lanjut yuk ke Ruang 6.

    ::: Ruang 6 :::

    Toko Farmasi sebagai tempat kerja.

    >> Farmasi Officina
    Apotik umum pertama dikembangkan dari warung abad pertengahan di lingkungan gereja atau di pasar pada toko-toko yang terbuat dari bangunan permanen, kemudian semakin meningkat terletak ke daerah pusat seperti pasar, dan kota-kota. Berbeda dengan situasi toko obat saat ini, pada abad 17-18 OFFICINA (area penjualan dan produksi) atau officine tidak menawarkan akses ke klien. Dia harus menyerahkan resep dokter kepada apoteker melalui jendela. Jadi meja di tengah ruangan tidak dapat dianggap sebagai counter tetapi sebagai meja persiapan dimana obat tersebut dicampur sesuai resep. Jika klien tidak bisa masuk ruangan, maka ia setidaknya bisa melihat ke dalam toko.

    *klik gambar untuk melihat ukuran besar

    Pengunjung dibawa ke latar belakang sejarah abad ke 18, yang disebut Bamberg-officine terdiri dari furnitur asli, misalnya meja persiapan yang sangat berharga dari periode usang dari “Farmasi Pengadilan” di Bamberg, dan penyelesaian dibuat dalam gaya yang sama, diperuntukkan pertama bagi apotik untuk pengadilan pangeran-uskup dan nantinya untuk publik.

    Dari Biara Ursulin di Klagenfurt Offizin lain di koleksi museum sebagai contoh apotek farmasi biara tidak terbuka untuk umum . Tahun 1730 di massa penobatan arabesque menunjukkan waktu pembuatannya sedangkan IHS huruf adalah simbol untuk Yesus Kristus.

    ::: Ruang 7 :::

    >> Ruang Herbal dan Penyimpanan (Gudang)
    Pertama bahan baku obat dalam jumlah besar dimasukkan dan disimpan disini. Sebagai gudang untuk menyimpan bahan herbal dan bahan-bahan padat lainnya, ruangan dipenuhi dengan bau harum rempah-rempah segar dan kering, yang kebanyakan dibuat pada abad ke-18.

    Beragam peralatan yang bisa dipergunakan tangan untuk pengolahan bahan disimpan di sini, seperti pisau dan papan yang digunakan untuk memotong-motong akar dan kulit kayu, lalu mortir dan mangkuk untuk menghancurkan juga merupakan bagian-bagian penting dari peralatan.

    ::: Ruang 8 dan 9 :::

    Mohon maaf saya hanya punya foto-foto dibawah ini, bingung juga nih, mungkin lupa masuk ke ruang 8 dan 9 , karena di foto-foto saya tidak ada keterangan ruangan tersebut, di website museum pun tidak ada bahasan tentang ruang 8 dan 9.

    ::: Ruang 10 :::

    Sekarang mari kita lanjutkan perjalanan ke ruang yang tak kalah penting bagi tenaga Farmasi, yakni Laboratorium.

    Ruang Laboratorium terletak di “Menara Apoteker “, merupakan bagian dari benteng yang dibangun pada abad 15. Memberikan kesan mendalam bagi pengunjung ketika melihat arsitektur menara dengan dinding yang kuat dan kubah tinggi

     

    ::: Ruang 11 :::

    Toko Belanja Museum

    Disini pengunjung bisa membeli berbagai macam souvenir untuk koleksi atau untuk diberikan sebagai hadiah, seperti miniatur pot untuk sirup dan salep. Permen, sabun buatan tangan, berbagai macam miniatur alat-alat farmasi yang terbuat dari kaca dan kayu. Miniatur mortir dan timbangan, bahkan miniature interior ruang apotik dalam ukuran kotak korek api menjadi salah hal yang sayang untuk dilewatkan sebagai oleh-oleh dari Museum Farmasi Jerman.

    Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman. Museum Farmasi Jerman Bagian 2
    Miniatur Ruang Apotek di Museum Farmasi Heidelberg, Jerman

    Sumber : German Pharmacy Museum dan pengalaman penulis.

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya πŸ˜‰ .

    Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.

    >>Jam Buka Museum

    Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40

    Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10

    >>Tiket Masuk
    Dewasa : 5 Euro
    Anak/pelajar : 3 Euro

    *Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.

    Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.

    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman. Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman

    Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!

    ::: Ruang 1 :::

    Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.

    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750

    >>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker

    Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.

    ::: Ruang 2 :::

    Pengantar Sejarah Farmasi

    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi

    Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.

    Farmakope Jerman
    Farmakope Jerman
    Mesin Destilasi Uap
    Mesin Destilasi Uap
    Etiket Obat
    Etiket Obat
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Aspirin
    Aspirin

    Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.

    ::: Ruang 3 :::

    Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.

    Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.

    ::: Ruang 4 :::

    Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.

    Toko Farmasi Awal Abad 19
    Toko Farmasi Awal Abad 19

    Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.

    ::: Ruang 5 :::

    Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman

    Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman

    Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.

    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18

    Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.

    masih ada ruang 6 – 11 (Baca: Bagian 2 Museum Farmasi di Kastil Heidelberg, Jerman).

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

  • Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam . Sampailah saya dan teman saya di dekat Museum Lilin Madame Tussaud, wahhhh ramaiii sekali, oh ya pantaslah 12 September 2009 hari ini kan sabtu, jadi banyak orang-orang yang berwisata :D.

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam. Ramainya Amsterdam
    Ramainya Amsterdam

    Entah apa nama tempat ini, lokasinya persis di depan Madame Tussaud, saat itu lapangan ini selain diramaikan oleh pengunjung, banyak pula pertunjukan jalan raya, seperti sirkus ukuran kecil, atraksi sulap kecil kecilan, akrobat atau orang yang berpantomin, oh ya tak kalah seru ada gerobak yang mempertunjukan sandiwara boneka dengan musik khas Belanda, sayangnya saya hanya mengambil gambar versi video dari handphone jadi hasilnya tidak bagus hikss :’(.

    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda
    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda

    Sudah hampir jam tiga sore, yuk! siap siap ke Madame Tussaud, sebelum itu berfoto dulu sekali aja ko hehe

    Berpose sebelum masuk museum
    Berpose sebelum masuk museum

    Museum Madame Tussaud buka setiap hari dari jam 10:00 pagi sampai 5:30 sore. Museum ini terletak di Dam Square, di jantungnya kota Amsterdam. Lokasi ini bisa dicapai dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari stasiun kereta Amsterdam atau jika Anda menggunakan transportasi umum bisa lihat Peta ke Museum Madame Tussaud

    Didalam museum ini Anda akan diajak kurang lebih 1 jam 15 menit menyaksikan glamornya dunia para politisi, artis, atau orang terkenal lainnya dan Anda akan takjub karena Anda merasa sedang berdiri dihadapan orang-orang ternama tersebut ;-).

    Oh ya kalau mengunjungi museum ini, satu hal yang tidak boleh dilupakan bawalah kamera Anda! bagus juga kalau ada handycam supaya Anda bisa merekam momen – momen Anda bersama patung lilin favorit ;-).

    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam
    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam

    Huhuhuhuhu, atrian masuk museum panjanggg sekali πŸ™ hiks! masuk ngga ..? ..ngga masuk ..? tapi kalau tidak masuk kapan lagi bisa berkesempatan mengunjungi tempat ini..

    Setelah mengantri (berdiri!) selama 1,5 jam akhirnya masuklah kami. Beberapa hari sebelumnya saya lihat di website museum ini ada diskon, namun pas datang langsung petugasnya bilang tidak berlaku diskon hikss .

    Harga tiket dewasa € 21,- Anak – anak (usia 5-15) € 16,- yang gratis untuk bayi sampai anak usia 4 tahun, kalau di rupiahkan dengan kurs saat itu sekitar Rp.270.000, pertama kalinya saya masuk museum dengan tiket semahal itu!, ya tak mengapalah daripada penasaran dan kapan lagi punya kesempatan langkah seperti ini, jadi tak perlu dipikirkan harganya, dan kalau lagi jalan-jalan jangan sering meng-kursnya pengeluaran Anda ke Rupiah karena pasti akan syok, dengan komentar β€œmuahall bangettt ..” he-he-he.

    Marie Tussaud atau yang lebih dikenal sebagai Madame Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Di tahun 1765, Curtius membuat patung lilin Marie-Jeanne du Barry, selir dari Raja Louis XV dari Perancis. Cetakan dari patung tersebut adalah benda tertua yang masih ada dari sejarah museum patung lilin ini.

    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud
    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud

    Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, di tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna.

    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake
    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake

    Ketika Curtius meninggal di tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London. Sebagai konsekwensi Perang Inggris-Perancis, ia tidak bisa kembali ke Perancis sehingga untuk hidup ia harus berkeliling Inggris dan Irlandia memamerkan karya-karyanya. Sekali waktu karya-karyanya itu pernah dipamerkan di Lyceum Theatre. Ia akhirnya memiliki tempat pameran permanen buat karya-karyanya di Baker Street, London, di tahun 1835 (di tempat yang disebut “Baker Street Bazaar”).

    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan
    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan

    Museum lilin Madame Tussaud kini telah berkembang menjadi sebuah tujuan wisata di London, berdampingan (hingga baru-baru ini) dengan London Planetarium di sisi baratnya. Museum ini telah memiliki cabang di Amsterdam, Las Vegas, New York City, Hongkong, Shanghai, Hollywood-Los Angeles, dan Washington D.C. Kini, patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe
    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe

    Museum Madame Tussauds saat ini dimiliki oleh sebuah perusahaan wisata bernama Merlin Entertainments setelah mengakuisisi Tussauds Group pada bulan Mei 2007.

    Masih di Madame Tussaud
    Masih di Madame Tussaud

    Inilah pemandangan dari atas Madame Tussaud ..

    View dari atas Madam Tussaud
    View dari atas Madam Tussaud

    Saya temukan satu patung yang unik dengan ukuran besar, letaknya diatas pintu keluar museum. Menurut Anda mengenai apa patung ini …? πŸ˜€ .

    Patungnya Unik sekali
    Patungnya Unik sekali

    Sumber :
    id.wikipedia-Madame_Tussauds
    dan www.madametussauds.com/amsterdam

    Baca juga: Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

error: Content is protected !!