Yang .. salju turun lagi
di bawah payung hitam kita berlindung
Yang …
ingatkah kau padaku
dijalan ini dulu kita berdua
basah tubuh ini, basah rambut ini
kau hapus dengan sapu tanganmu ..
Sudah ah ko jadi nyanyi lagu Ratih Purwasih – Antara Benci dan Rindu hehehe.
Sejak dua hari lalu saya nonton terus tv Indonesia mengenai banjir. Saya menontonnya melalui tv streaming MIVO TV. Karena banjir, banyak yang terhambat aktivitasnya dan banyak yang mengungsi. Pemerintah dari tahun ke tahun tetap mencari akal untuk mengatasi banjir di DKI, ternyata belum berhasil juga ya.
Nah kalau di Sinsheim malah hujan salju mulai lagi sejak senin 14 Januari. Jadi ini salju pertama di tahun 2013. Salju pertama di Desember juga tebal sekali, ceritanya klik disini.
*klik gambar untuk melihat ukuran besar

Hari ini saya mengajak suami untuk jalan-jalan dekat rumah saja, sekedar jalan kaki, gerak badan sambil melihat salju di jalanan. Ternyata suamiku mau ke Bank untuk buka rekening tabungan. Sippp lah :). Berhubung di Bank yang kita pakai selama ini biaya administrasinya ko mahal 9 Euro per bulan, jadi kita mau ganti Bank yang kebetulan tidak jauh dari rumah, di Bank ini bebas biaya administrasi.

Sampai di Bank ternyata kami di suruh datang besok, dan hanya dibuatkan janji dengan salah satu stafnya. Sampai di rumah suami buka webiste banknya ternyata hari Rabu bukan untuk umum! :P.

Sejak keluar rumah, saya asyik potret sana sini, sambil membuat beberapa video singkat, terkadang saya sepak-sepak salju dijalan, eh suamiku komplain katanya dingin, trus dia mau kita jalannya cepat-cepat. Ternyata dia main salju juga tuh lihat difotonya diatas deh 😉 .

Saya mengajak suami mengunjungi pasar kaget, kami menyeberang jalanan depan Bank dan jalan sedikit. Saya namakan pasar kaget karena buka nya hanya di hari Rabu dan Sabtu. Karena lupa namanya saya tanya suami, dia bilang itu Wochenendemarkt (pasar akhir pekan) tapi kan ini hari rabu toh bukan akhir pekan. Saya cari istilah di Internet ah, sepertinya yang tepat adalah Stadtmarkt Sinsheim atau Pasar Kota Sinsheim.

Berhubung musim dingin, jadi tidak banyak yang berjualan, tidak sampai 10 pedagang. Tenda-tendapun umumnya ditutup rapat supaya barang dagangan mereka tidak kedinginan, bisa-bisa rusak deh dagangan seperti sayur dan buah kalau terbuka.
Buah jeruk dirumah sudah habis dan saya ingin membelinya. Kami hampiri satu tenda yang setengah terbuka. Tenda tersebut khusus menjual sayur-sayuran dan buah-buahan. Saya intip harga per kg jeruk mandarin. Wah mahal 3.50 Euro/kg, padahal di supermarket tidak sampai 2 Euro, apalagi sedang musim jeruk, jadi harusnya harganya murah, lah ini ko mahal. Jadi saya bilang suami tidak jadi ah, saya tidak mau membelinya. Eh suamiku malah ambil jeruk-jeruknya dan minta ditimbang.

Kemudian kami ke tenda sebelah, suamiku membeli sepotong keju namanya Pfefferkäse, keju yang dicampur lada. Dalam hati “.. untunglah bukan keju bau kaos kaki yang dibeli, bisa-bisa kulkas kami bauu” :D.

Selesai belanja kami pulang ke rumah.

Di jalan pulang kami asyik mengobrol, salah satunnya saya bilang suamiku „eh tadi saya kan tidak mau beli jeruk mandarinnya karena mahal, di REWE tuh murah ko, tiap ke supermaket juga saya beli jeruk“. Suamiku menjawab „supermarket besar sudah banyak untung, mereka punya banyak duit, buah-buahannya dari pedagang besar, kita harus membantu pengusaha kecil seperti dipasar tadi“ . Iya sih ya, benar juga, kalau semua orang lebih memilih berbelanja di supermarket bisa hilang para pedagang kecil.
Video Musim Dingin di Jerman Januari 2013
Hayoo sahabat blogger masih sering belanja di pasar tradisonal atau pedagang keliling kah?, ayoo walau mahal sedikit kita sudah membantu pedagang kecil loh! 😉 .















