Tag: trimester kehamilan

  • Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3

    Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3

    Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 – 3. Pembaca setia, cuaca pagi ini di tempat saya cerah sekali. Matahari bersinar cerah, udaranya sejuk sekali, sesejuk hati saya hehe, makanya jadi ingat kalau saya sudah lama tidak curhat mengenai kehamilan saya (apa hubungannya coba udara sejuk dan kehamilan 😛 ) .

    Terakhir cerita kehamilan mengenai Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil. Postingan tersebut 11 April lalu, sudah lama bangett dong ya, secara besok sudah bulan Juni aja, trus bulan depannya tahu-tahu Juli halahhh deg-deg an sudah dekat due date brojol (melahirkan) benar-benar waktu berjalan cepat sekali.

    Pregnancy Calendar bikin screenshootnya aja supaya pas dengan tanggal ketika postingan dibuat . Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 - 3
    Pregnancy Calendar bikin screenshootnya aja supaya pas dengan tanggal ketika postingan dibuat

    Awal-awal kehamilan banyak yang bertanya apakah saya mual, pusing, muntah-muntah, ngidam? … engga semua lohh. Bahkan saya bertanya-tanya morning sick seperti apa rasanya ya? Hehe..

    Puji Tuhan saya tidak merasakan yang tidak enak pada awal-awal kehamilan. Kalau kata orang “hamil kebo” tuh ya karena lancar jaya begitu, pokoknya sehat dan selalu happy 🙂 .

    Pada awal kehamilan saya beli buku diari untuk menuliskan pengalaman selama hamil. Buku/album diari tersebut apakah sudah penuh diisi?. Masih polos donggg bersih dan rapih deh! 😆 . Belum ada satu kalimatpun saya tulis di diarinya bangga hahaha.

    Buku diari buat curhat kehamilan
    Buku diari buat curhat kehamilan

     

    Nah pada curhatan kali ini saya mau cerita mengenai pengalaman sejak trimester 1 hingga 3. Saya sebenarnya ada bikin draft coret-coretan gitu di buku tulis, dan kalau sudah komplit baru mau pindahin ke album diari yang beli itu. Bikin diari begitu karena saya mikir ko sayang ya, kalau baru kehamilan pertama saja dilewatkan tanpa ada diarinya sama sekali.

    Trimester 1 dan 2 sedikit coret-coretannya, karena seperti yang saya bilang diatas, 90% baik-baik saja, lancar jaya tanpa keluhan yang berarti sehingga saya bisa melakukan aktifitas normal sehari-hari.

    Buku diari kehamilan masih bagus tanpa recek secara belum diisi hahaha padahal sudah beli saat awal kehamilan
    Buku diari kehamilan masih bagus tanpa recek secara belum diisi hahaha padahal sudah beli saat awal kehamilan

    Trimester 1 kehamilan (minggu 1 hingga 12)

    Pertama kali ke dokter 22 Nov 2013, usia kandungan 7 minggu + 2. Berat badan saat itu 68,1 kg.

    • Sering sekali haus, nafsu banget minum air putih. Dalam sehari bisa minum 2 – 3 liter.
    • Saliva (air liur) banyak.
    • Kalau jalan pergelangan kaki kadang terasa sakit
    • Sering berplek, makanya ogah deh pakai celana dalam warna putih.
    • Payudara sakit kalau posisi tidur tidak tepat.
    • Pas tidur (malam) merasakan gatal pada perut bagian bawah. Istilahnya pruritic urticarial papules and plaques of pregnancy (PUPP). Saya berusaha tidak menggaruk hanya mengusap-usap dan kasih minyak khusus untuk ibu hamil. Kalau ada kesempatan mau cerita lagi mengenai PUPP ini karena ternyata ada bekasnya dibagian bawah perut secara perut makain besar pas trimester 3 makanya ada bekasnya huhuhuhu 😥 walau cuma sedikit sih tetap aja gimana gitu kalau dilihat di kaca. Kalau ada rejeki pengen ke Indonesia ke dokter kecantikan deh 😉 .

    Sisi postifnya pada kehamilanku:
    • Wajah jadi mulus bo!, kalau dulu-dulu selalu rajin pakai krim wajah supaya wajah mulus. Pas tahu hamil saya berhenti pakai segala macam krim wajah, kuatir kandungan krimnya berefek negatif ke janin. Apalagi krim yang ada zat pemutih bahaya deh buat janin.
    • Rambut bagus!. Sebelum hamil paling bete kalau lihat lantai kamar mandi banyak rambut rontok, berantakan dimana-mana. Nah pas hamil dari trimester 1 hingga 3 ini, rambut tidak rontok sama sekali. Tukang potong rambutku juga bilang “tumben rambutmu ga rontok Nel”. Karena biasanya pas dipegangpun ada aja rambut yang lepas/rontok.
    • Badan biasa aja, malah pada trimester 1 ini turun setengah kg. Di Jerman tidak ada susu ibu hamil, dokter juga tidak menyuruh saya minum susu ko.

     

    Trimester 2 kehamilan (minggu 13 hingga 24)
    • Mulut rasanya asem. Saya coba beli permen Jelly Haribo. Eh ternyata enakkk loh. Sebelum hamil saya tidak suka Haribo karena asem banget!. Permennya cepat habis karena Frank yang lebih banyak ngemilin, heran yang hamil siapa ya 😛 .

    Minggu ke 14 berat badan turun 1 kg
    Minggu 18 berat badan naik 1,5 kg
    Minggu 20 berat badan naik 2 kg

    Saran saya nih ya buat para wanita yang baru aja hamil, pada awal kehamilan jangan terlalu banyak makan. Berat badan jangan naik terlalu banyak, karena nanti pas perpindahan dari trimester 2 ke 3 perut makin besar, nafsu makan bisa gede bangett, sering bangettt laparrr. Baru makan, 2-3 jam kemudian lapar lagi tepokjidat.

    Kalau baru-baru hamil lalu sering lapar, makannya jangan lari ke produk karbohidrat, makanlah banyak buah-buahan dan sayuran.

    • Takjub pas merasakan ada yang gerak-gerak didalam perut (kalau tidak salah, saya merasakannya pada minggu ke 18, tiap wanita beda-beda ya pada minggu ke berapa mulai merasakan gerakan si anak).

     

    Trimester 3 kehamilan (minggu 25 hingga 40)

    Pada trimester 1 dan 2 lancar jaya tanpa merasakan keluhan (sakit/nyeri) berarti, nah pada trimester 3 ini, penderitaan di mulai hahahah dinikmatilah 🙄 .

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

  • Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil

    Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil

    Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil. Saya punya banyak hal seputar kehamilan yang ingin saya diceritakan, namun apa daya saya tidak punya waktu berjam-jam untuk duduk di depan komputer, jadi ya pengalaman mengendap saja di kepala hihi.

    Nah kali ini mumpung saya ingat, saya ingin berbagi pengalaman mengenai posisi tidur (malam hari) ternyaman saat kehamilan. Pengalaman antara ibu-ibu hamil lainnya tentu saja akan saling berbeda ya 😉 .

    Posisi Tidur Terbaik Ibu Hamil. Bantal tidur foto bagian atas enak sekali ya, sepertinya nyamann. Sumber foto pregnancyweekbyweekcalendar.info
    Posisi tidur ibu hamil. Bantal tidur foto bagian atas enak sekali ya, sepertinya nyamann. Sumber foto pregnancyweekbyweekcalendar.info

    Trimester 1: posisi tidur paling nyaman adalah miring ke kanan, kalau miring ke kiri payudara (PD) terasa sakit sekali karena tertekan. Pada Trimester 1 ini sama sekali tidak bisa miring ke kiri, jadi Frank selalu lihat punggung saya saja hahaha. Tidur malam selalu nyenyak, ada saat-saat dimana saya menggerang „nyeri“ itu kalau tanpa sadar saya miring ke kiri, jadi muter kembali deh ke kianan.

    Pada Trimester I, saya sering sekali merasa ngantuk luar biasa, apalagi setelah makan (berat) siang dan sore hari, rasa kantuk tidak tertahankan. Kalau sedang tidak ada yang dikerjakan ya tidur siang 1-2 jam, kalau lagi banyak kerjaan, di tunda-tunda tidurnya malah jadi segar kembali 😀 .

    Trimester 2: sama seperti pada trisemester 1 posisi tidur paling nyaman tetap miring ke kanan.
    Akhir trimester 2 posisi tidur ke kiri, PD sudah tidak sakit lagi.

    Trisemester 3: terkadang saya mulai merasa enak kalau miring ke kiri, namun miring ke kanan tetap jadi pilihan utama saya. Pada saat usia kehamilan 16-22 minggu, dimana ibu hamil mulai merasakan tendangan bayi, nah kalau pengalaman saya: ketika miring ke kiri, si bayi seperti merasa tidak suka posisi ini, jadi terasa sekali “gerakan bayi” atau “tendangan bayi” selama beberapa saat, membuat saya terjaga dari tidur.

    Mungkin kalau bayiku bisa bicara dia akan bilang: “miring ke kanan donggg makk, tidak enak nih” hahaha :mrgreen: . Nah setelah saya miring ke kanan, baru gerakan bayinya mereda dan saya bisa kembali tidur nyenyak.

    Pada Trisemester 1 dan pertengahan Trisemester 2 saya masih bisa miring ke kanan atau ke kiri seorang diri (tanpa bantuan). Pada akhir semester 2 dan hingga trisemester 3, saya sangat butuh bantuan suami untuk memiringkan posisi tidur saya. Kalau tidak dibantu saya akan “menggerang” susah mutar (memiringkan) badan. Kalau erangan saya kuat ya si Frank bangun, dan bantuin saya hihi.

    Kalau mau ke kanan, Frank akan dorong pelan-pelan punggung saya, kalau mau miring ke kiri, lengan saya akan ditarik pelan-pelan. Ketika posisi tidur saya sudah nyaman saya bilang „terima kasih“ lalu kami tidur nyenyak lagi hehe. Putar-putar posisi tidur tidak hanya satu kali dalam semalam loh, kadang bisa 4-5 kali bahkan lebih ngerepoting dan nganggu pasangan tidur yaa 🙄 Frank sama sekali tidak pernah komplain atau marah, pokoknya baik bangettt dah dia 🙂 .

    Terkadang (kalau ingat) saya baca-baca forum The Urban Mama (TUM), banyak sekali pengalaman berharga para bumil di forum tersebut. Saya hanya member pasif saja. Nah di forum tersebut ternyata banyak para bumil yang bilang posisi tidur ternyaman adalah miring ke kiri, saya malah sebaliknya.

    Dari website babycenter.com mengatakan:

    • Posisi tidur miring ke sebelah kiri sangat dianjurkan karena memberikan manfaat bagi bayi, akan meningkatkan aliran darah yang membawa nutrisi yang maksimal ke plasenta.
    • Membantu ginjal secara efisien menghilangkan produk-produk racun (limbah) dari tubuh, sehingga mengurangi pembengkakan di pergelangan kaki, kaki, dan tangan.
    Hindari posisi tidur telentang (apalagi kalau perut sudah besar), karena: tidur dengan posisi telentang akan membuat rahim menekan tulang belakang, otot punggung, usus dan pembuluh darah utama. Hal ini akan menyebabkan sakit punggung, wasir dan mengganggu sirkulasi darah ke janin. Ibu hamil akan juga merasakan pusing, tekanan darah rendah, mendengkur, peningkatan berat badan, dan bisa menyebabkan gangguan henti nafas (sleep apnea).

    Namun ada juga beberapa website pregnancy yang mengatakan tidak masalah miring ke kanan atau ke kiri yang penting nyaman buat si ibu hamil.

    Oh iya memeluk guling juga membuat tidur saya tambah nyaman 🙂 .

    Begitulah pengalaman saya mengenai posisi tidur, bagaimana pengalaman ibu hamil lainnya? Baca juga dibagian komentar pembaca ya 😉 .

     

    Baca juga: Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1 sampai 3

error: Content is protected !!