Belajar Bercocok tanam ala Hidroponik. Ceritanya saya lagi latah ikut-ikutan pengen mencoba menanam ala hidroponik. Namun jangan dikira saya buat sendiri alat/potnya ribet haha dan makan waktu. Jadi untuk simpelnya saya beli alatnya, kebetulan ada diskon 50%. Jadi alat hidroponiknya hanya seharga 9,95 euro (sekitar Rp. 144.000).

Beli alatnya sudah lama, karena ada teman yang bikin status di social media, jadi saya pamerin alat hidronik yang saya beli (masih terbungkus rapih), dan besoknya langsung minta babenya Benjamin merakit alatnya. Ketauan kan kalau saya rajin belanja online kebutuhan gardening tapi sering tidak dipergunakan. Efek lapar mata pas online lihat diskonan ga tahan langsung klik “masuk keranjang” 😆 .

Tulisan Terkini
- Kenapa Beras Bisa Berulat? Pengalaman di Dapur dan Penjelasan Tentang Larva Kutu Beras
- Nastar Keju Lumer yang Saya Buat Bersama Benjamin Saat Usianya 5 Tahun
- Baking Soda untuk Cuci Baju: Kenapa Bisa Bikin Gatal? (Pengalaman 2 Tahun Baru Sadar)
Bagi kamu yang belum mengetahui apa sih tuh dari tadi ngomongin hidroponik, makanan rasa apa tuh yaa? 😛 .
Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit daripada kebutuhan air pada budidaya dengan tanah. Hidroponik menggunakan air yang lebih efisien, jadi cocok diterapkan pada daerah yang memiliki pasokan air yang terbatas.
Alatnya dijual satu set artinya sudah lengkap. Dapat boxnya, ada botol buat penampung air tambahan. Kalau botol tidak mau dipasang maka bisa kita gunakan untuk tambahan 2 lubang nanam. 10 pot kecil, lalu media tanam dan berikut satu kantong kecil nutrisi tanaman.
Kebutuhan dasar tanaman untuk hidroponik antara lain:
• Cahaya
• Air baku bersih yang tidak tercemar dan pastikan memiliki nilai PPM serendah mungkin
• Udara
• Mineral (Nutrisi) / pupuk khusus hidroponik
• Suhu yang tepat (Suhu larutan nutrisi harus dalam kisaran 65 sampai 80 derajat Fahrenheit (18 sampai 26 derajat Celcius))
• PH yang tepat (Rentang pH ideal untuk tanaman hidroponik adalah antara 5,5 dan 6,5)
Air saya gunakan air gratis dari alam, alias air hujan. Pemilik rumah punya penampung air hujan. Drumnya besar sekali, untunglah ada air gratis, mahal kan kalau pakai air keran untuk menyiram tanaman saya yang buanyak banget. Air hujannya saya saring dulu supaya bersih.

Sebagai pemula saya kira, nanam ala hidroponik hanya butuh air saja, ternyat butuh nutrisi juga. Ya iyalah kalau tidak ada nutrisi tanaman bagaimana bibitnya bias tumbuh besar toh hehe.

Penjelasan singkat hidroponik saya:
• Saya mulai nanam ala hidroponik 28 maret 2015, menyemai 4 macam sayuran, yakni packcoy, sawi putih dan 2 macam salat (selada atau Lactuca sativa dan Kopfsalat Maikonig (Lactuca) ) Ternyata yang tumbuh dengan baik cuma si packcoy saja huahaha.
• Sepertinya saya salah menyemainya. Jadi kira-kira sebulan kemudian saya mengulang 8 lubang (pot) yang tidak ada pertumbuhan.
• Pas awal pakai alatnya, alatnya tidak saya cuci dulu langsung saya tuang air, dan ternyata debu banyak haha parah deh. Saat itu males lagi dong mengulang. Barulah setelah tidak ada kemajuan terpaksa ngulang dari awal.
• Air saya saring ulang, alat hidroponik (penampung air saya cuci bersih, pot-pot saya cuci, termasuk lembaran media tanam yang berupa gulungan, saya cuci bersih.
• Media tanam (metan) dalam kain flanel sudah bersih saya taruh bibit ditengahnya, lalu lembaran metan saya gulung dan masukkan ke pot. Media tanam dalamnya campuran pasir dan kerikil halus.

Kenapa saya mau nanam ala hidroponik? 

Karena Pack coy kesukaan saya muahal harganya. Waktu mama saya berkunjung dan tinggal 3 bulan, si mama bilang “udah jangan beli-beli pack coy lagi mahal!”. Saya tetap beli suka sihhh. 300 gram harganya 1,99 eur (sekitar Rp.29.800) segitu hanya bisa buat 2 kali makan *rakus makan sayuran
.




Apakah kamu juga berkebun sistem hidroponik? kalau iya hidropnoik begitu hobi berkebun yang mahal ga sih? saya juga belum tahu dimana beli nutrisi tanaman, kalau ribet bakalan tidak lanjut 😀 .
Sumber yang bisa dibaca untuk belajar berhidroponik dan beli alat hidroponik:
• www.facebook.com/groups/hidroponiku
• F & Q Hidroponiku
• Dasar-dasar Teknologi Hidroponik
• Rumah Hidroponik Bertha Suranto
• www.facebook.com/hidroponikforall
• http://id.wikipedia.org/wiki/Hidroponik

