Tag: Musim Semi

  • Random Story Dibuang Sayang Part 5

    Random Story Dibuang Sayang Part 5

    Benjamin lagi dibawa babenya berkunjung ke rumah oma, jadi saya punya sedikit waktu luang buat cerita-cerita di blog tercinta ini 😉 .

    1. Rumahku dulu tak begini

    Sejak ada Benjamin, rumah tidak bisa rapih. Diberesin sebentar, bentar lagi sudah berantakan. Seringkali saya bosan sebentar-bentar beberes, jadi ya dibiarin saja berantakan sampai Ben tidur malam. Setelah Ben tidur, ruang tamu saya rapihkan, lalu saya duduk cantik nonton rekaman tayangan favorit saya seperti criminal minds, navy cis atau ajang pencarian model di Jerman yakni Germany’s Next Topmodel (GNTM) bersama Heidi Klum. Nonton paling sekitar 2-3 jam, lalu tidur. BW (blogwalking) sempat minggu lalu 3 jam asyik bw dari komputer, setelah itu bolos seminggu sama sekali tidak bw, masah Ben lagi yang dikambing hitamkan karena saya tidak punya waktu hahaha 😆 .

    Pemandangan ruang tamu sehari-hari

    Ruang tamu sekaligus ruang bermain Benjamin
    Ruang tamu sekaligus ruang bermain Benjamin

     

    Semakin banyak barang yang bisa diberantakin semakin Ben girang
    Semakin banyak barang yang bisa diberantakin semakin Ben girang

     

    diatas meja tamu ga bisa ditaruh apapun lagi, padahal dulu banyak benda-benda kecil cantik menghias meja ini
    diatas meja tamu ga bisa ditaruh apapun lagi, padahal dulu banyak benda-benda kecil cantik menghias meja ini

     

    2. Cuaca cerah asyik buat jalan-jalan

    Setelah hujan badai berhari-hari gantian dong cuaca cerah datang. Saya senang bisa puas berkebun minimal 2 jam saat Benjamin tidur siang. Malam pun masih bisa berkebun paling tidak 1 jam, karena mulai musim semi terangnya awet. Gelap mulai jam 9 malam, musim panas nanti bisa jam 10 malam baru gelap. Jadi saat Ben sudah tidur sekitar jam 7 atau 8 malam, saya bisa berkebun.

    Saya senang, Benjamin juga senang kalau tiap hari cerah, kita bisa jalan-jalan melulu keliling-keliling dari satu toko tanaman ke toko lainnya, dari satu supermarket besoknya ke supermarket lain. Hampir setiap hari Benjamin dan saya jalan-jalan dan juga kami jemput babenya Ben di stasiun kereta. Mobil kita parkir cantik aja di depan rumah karena babenya Ben lebih suka pergi kerja naik kereta api, tidak cape nyetir dan tidak perlu stres saat macet total.

    *kalau lihat kenapa jaket Ben selalu sama, itu jaket musim semi, agak tipis. Kalau beli banyak tahun depan pasti tidak muat, lagipula bulan depan pasti sudah tidak pakai jaket lagi, sudah panas deh 😀 .

     

    Sama babenya si Ben selalu digendong depan, saya tidak sanggup gendong lama berat bo! lebih baik saya dorong stroler saja 😛 . Kami punya karcis bus, namun kalau cuaca cerah sekali kami lebih sering jalan kaki pulang kerumah, sambil menikmati pemandangan kota, sambil Benjamin boleh pegang tanaman dihalaman rumah orang. Kalau di rumah kami Ben tidak boleh pegang tanaman lama-lama. Bukan hanya pegang tapi ditarik daun dan bunganya, emaknya Ben kan jadi sedih kalau tanamannya rusak hehe.

    Cantik sekali kan bunga pohon Magnolia nya. Bunganya dulu yang numbuh baru daunnya. Magnolienbaum in sinsheim
    Cantik sekali kan bunga pohon Magnolia nya. Bunganya dulu yang numbuh baru daunnya. Magnolienbaum in sinsheim

     

    Benjamin senang sekali boleh pegang tanaman di pinggir jalan. Kalau di balkon rumah kami ga boleh pegang lama-lama yaaa, Ben senang cabut daun dan bunga sihhh
    Benjamin senang sekali boleh pegang tanaman di pinggir jalan. Kalau di balkon rumah kami ga boleh pegang lama-lama yaaa, Ben senang cabut daun dan bunga sihhh

     

    daripada naik bus lebih baik jalan kaki pulangnya sambil menikmati cuaca cerah
    daripada naik bus lebih baik jalan kaki pulangnya sambil menikmati cuaca cerah

     

    3. Kehilangan bikin repot

    Babenya Ben kehilangan dompet isi ktp (personalausweis), kartu bulanan naik kereta dan sim. Dompetnya hanya isi 3 kartu tersebut, dompet duit beda lagi. Dompet kartu ditaruh di kantong jaket. Kalau dini hari di tempat kami masih dingin sekali kadang minus, siang hingga sore hangat bisa hampir 20 derajat c. Jadi kalau pergi kerja babenya Ben pakai jaket winter (foto atas pas gendong Ben) pas pulang jaket lipat dua taruh dilengan, jatuh deh tuh dompet. Sadar kehilangan pas di stasiun kereta kota tempat tinggal kami. Entahlah hilang di jalan tempat kerjaan, atau di kereta api, atau di Heidelberg pas pindah kereta.

    Kalau tahu hilangnya dimana kita bisa tanya ke Fundburo. Kalau ada yang nemuin barang orang kasih ke fundburo juga. 3 tahun lalu babenya Ben pernah mengalami hal yang sama. Orang yang nemuin kasih ke Rathaus (Semacam kecamatan), nah itu kan di kota tempat tinggal kita jadi ya mudah nebak tanya kemana.

    Jumat lalu babenya Ben ga kerja minta izin mau urus sim yang baru. Kami pergi ke Landratsamt (kantor administrasi) dekat rumah. Sama petugas ditanya, mau nunggu beberapa hari dulu ga, siapa tahu ada yang menemukan tuh sim, babenya Ben tidak mau menunggu-nunggu yang belum pasti, jadi dia ingin buat gantinya saja.

    Data-data sudah online jadi semua serba cepat, tidak perlu isi formulir macam-macam, semua dikerjakan petugasnya. Data-data di formulir tinggal di tanda silang saja, petugasnya yang wawancara, kami hanya duduk cantik dan menjawab yang ditanya. Pas foto sudah kami persiapkan.

    Keluar sim baru normalnya 3 minggu, babenya Ben minta yang expres karena kami akan pergi ke Belanda akhir bulan ini, jadi perlu dong tuh sim karena kami akan pergi naik mobil pribadi. Buat sim expres butuh 3 hari kerja, biayanya 30 euro (sekitar Rp. 450.000). Babenya Ben juga buat sim internasional, duilee padahal belum tahu kapan mau jalan-jalan keluar EU atau kapan mau ke Indonesia kenapa mesti buat sim internasionalnya sekarang toh. Ya disiapkan sajalah dulu, siapa tahu tiba-tiba dapat berkat kan hehe 😎 . Sim baru berlaku 15 tahun, sedangkan sim internasional berlaku 3 tahun. Biaya membuat sim internasional 40 euro (sekitar Rp. 600.000).

    Kartu-kartu yang hilang memang tidak ada yang berharga banget seperti kartu atm dan sejenisnya, cuma ya ribet mengurus bikin gantinya. Kartu langganan kereta ada nama berikut foto pribadi, jadi tidak akan bisa disalah gunakan orang lain, ktp minggu depan ngurusnya, saat jam buka yang sampai jam 6 sore (khusus rabu) padahal tuh ktp baru diperpanjang, belum ada sebulan eh hilang.

    Tau ga sih babenya Ben yang kehilangan kartu berharga, saya malah dikasih duit 100 euro (sekitar Rp. 1,5 juta). Katanya dia sudah melakukan kesalahan. Mungkin supaya saya tidak marah-marah kali ya, soalnya bikin baru ganti kartu-kartu kan pakai duit tuh, jadi sang istri di tabok 100 euro dulu supaya senyum bahagia. Saya sih ketawa bahagia aja, ya bahagialah dapat 100 euro bisa beli tanaman ahh :mrgreen: .

    Dibuang sayang bagian 1 klik disini, bagian 2 klik disini dan bagian 3 klik disini dan bagian 4 klik disini.

  • Suasana Musim Semi Salah Satu Kota di Jerman

    Suasana Musim Semi Salah Satu Kota di Jerman

    Suasana Musim Semi Salah Satu Kota di Jerman. Sahabat blogger, ini postingan terakhir mengenai suasana musim semi sekitarku. Berdasarkan perhitungan kalender memang masih musim semi, namun kenyataan di lapangan, cuacanya sudah terlalu panas untuk musim semi, tanaman-tanaman musim semipun sudah berakhir masanya.

    Tanaman musim panas seperti mawar, dahlia, gladiol dll malah semakin lebat saja tumbuhnya. Mawar-mawar malah sudah banyak yang berbunga. Hebatt bangett deh belum musimnya sudah mekar 😉 .

    Oh ya suasana musim semi postingan saya kali ini, berada di salah satu taman di Bad Rappenau. Kalau dari tempat tinggal saya sekitar 15 menitan naik kereta. Dulu saya tinggal di Bad Rappenau, dua sahabat Indonesia saya tinggal disana, suami juga kerja di Bad Rappenau, jadi ya saya masih seringlah jalan-jalan kesana.

    Taman Kota di Bad Rappenau, Jerman. Mobil yang didepan tersebut adalah Petugas Taman yang akan menyiram Tanaman. Selain Petugas tidak boleh mobil lewat sini. Suasana Musim Semi di Taman Bad Rappenau
    Taman Kota di Bad Rappenau, Jerman. Mobil yang didepan tersebut adalah Petugas Taman yang akan menyiram Tanaman. Selain Petugas tidak boleh mobil lewat sini

     

    Ada bunga apa saja di taman ini?

    Tulip dimana-mana

    Tulip-tulip di Taman Bad Rappenau
    Tulip-tulip di Taman Bad Rappenau
    Cantik-cantik perpaduan Warna tulipnya
    Cantik-cantik perpaduan Warna tulipnya

     

    Tamannya luas sekali, jadi bunga-bunganya buanyak banget. Masih tulip nih yaaa :mrgreen:

    Yang Mana Tulip Favoritmu
    Yang Mana Tulip Favoritmu

     

    Indah sekali tulip Orange berikut

     

    Sudah separuh taman saya jalani

     

    Pemandangan di Taman Bad Rappenau
    Pemandangan di Taman Bad Rappenau

     

    Video Suasana Musim Semi di Taman Bad Rappenau

     

    Di depan sana masih banyak tulip dan tanaman lainnya, tapi ada hyacinth dan daffodil yang tak kalah cantiknya. Jadi kita lihat dulu ya 😉 .

     

    Cape, ya udah duduk dulu yukkk 😀

    Yang cape silakan duduk dulu, saya lanjut potret tanaman yaa. 14.04.2014 jam 11.35
    Yang cape silakan duduk dulu, saya lanjut potret tanaman yaa. 14.04.2014 jam 11.35

     

    Walau tulip putih bukan favorit saya, tetap suka memandanginya 😉 .

     

    Selain tulip ada tanaman berikut:

    • Pohon Maple

    untuk ke halaman berikutnya klik ⇒ Next/Lanjut

  • Selamat Datang Musim Semi

    Selamat Datang Musim Semi

    Selamat Datang Musim Semi. Musim semi adalah satu dari empat musim di daerah nontropis, yakni peralihan dari musim dingin ke musim panas. Di belahan utara bumi, musim semi dimulai sekitar tanggal 21 Maret hingga 21 Juni. Musim semi terjadi setelah musim dingin, dimana tumbuh-tumbuhan mekar kembali, karena itulah musim semi juga disebut “musim bunga“. Musim semi membuat siang hari menjadi lebih panjang daripada malam hari. Hawa di musim semi biasanya terasa hangat karena menjelang musim panas. (Sumber: Wikipedia)

    Menjelang musim semi, masyarakat kembali mulai berbenah, maksudnya saya adalah berbenah kebun dan taman mereka. Pusat perbelanjaan (supermarket) khusus kebun dan taman mulai banyak dikunjungi pelanggan, termasuk salah satu pelanggan tetapnya adalah saya dan suami he-he-he. Di Bad Rappenau ini ada dua supermarket langganan suami dan saya. Pertama “Happy Shopping” dan kedua adalah “Raiffeisen” Kalau Happy Shopping harga barang-barang yang dijual relative lebih murah, namun didalam tokonya dingin (tidak ada penghangat ruangan), apalagi kalau berkunjung ketika musim dingin, siap-siap pakai jaket agak tebal deh.

    Kami suka belanja di Happy Shopping karena ya itu harganya lebih murah untuk produk-produk tertentu. Kalau lagi cari pot tanaman biasanya kami ke tempat ini dulu, karena di Happy Shopping seringkali ada pot-pot yang kualitas nomer dua alias ada cacat sedikit, misal sompel catnya didalam atau dibawah potnya, jadi harganya diskon separuhnya, lumayan banget kan tuh ;-). Kemudian pupuk tanaman lebih murah disini.

    Langganan kedua adalah Raiffeisen, supermarketnya diseberang Happy shopping. Di Raiffeisen ini pilihan barangnya lebih banyak, tempatnya juga lebih luas, dan yang penting dalamnya tidak dingin!. Ada fasilitas ya harap maklum kalau harga barang-barang yang dijual lebih mahal sedikit.

    Kalau kalian mau lihat isi Raiffeisen klik disini ya, arahkan kursor ke bagian kiri, lihatlah banyak pernak-pernik bunga dan taman beraneka warna. Oh ya di Raiffeisen kita juga bisa menemukan perlengkapan untuk pertukangan. Biasanya suami tercinta berjalan ke daerah pertukangan nah saya ke lokasi bunga dan tanaman, pokoknya kalau suami sudah temukan yang dia cari, maka dia pasti tahu dimana bisa menemukan saya.

    Dua bulan terakhir pengeluaran rumah tangga kami agak membengkak. Bulan Januari lalu kami beli vogel haus (rumah burung). Kalau musim dingin banyak orang menyediakan makanan untuk burung-burung, karena burung-burung tersebut tidak bsia cari makanan di musim dingin, jadi penduduk yang menyediakannya, dengan cara makanan burung ditaruh di rumah burung di taman di halaman rumah penduduk. Kami beli vogel haus di Raiffeisen, harganya 90 Euro (Kaki penyangga 30 Euro dan rumah burungnya 60 Euro), uang tersebut kami kumpulkan sedikit demi sedikit dari tip yang suami saya terima dari pasien yang dia kunjungi tiap hari. Selama beberapa bulan terkumpul hampir 60 Euro dan sisanya kami rogoh kocek sendiri.

    Selamat Datang Musim Semi. Vogel Haus (rumah burung) Selesai dirakit, siap di letakkan di Teras Rumah
    Vogel Haus (rumah burung) Selesai dirakit, siap di letakkan di Teras Rumah

    Bulan Februari kami beli mesin pemotong kayu. Jadi ceritanya suamiku mau membuatkan kotak kayu ukuran besar untuk ditaruh ditaman bahasa Jermanya frühbeet. Saya akan gunakan untuk berkebun sayur. Kotak kayunya akan dilengkapi penutup dari kaca, jadi tanaman akan terlindung dari panas dan angin kencang atau udara dingin ketika malam hari. Sebenarnya bisa saja beli kotak yang sudah jadi, tapi harganya mahal bangettt. Suamiku bilang kalau beli mesin jadi dia bisa buatkan saya macam-macam untuk taruh dikebun, project kedua adalah dia akan membuatkan saya rak bunga 😉 .

    Greenhouse mini
    Suami Tercinta Nantinya akan Membuat Wadah Tanaman seperti ini
    Cara Membuat Wadah tanaman (greenhouse mini), ada tanda kuning berarti Tingkat kesulitannya Menengah
    Cara Membuat Wadah tanaman, ada tanda kuning berarti Tingkat kesulitannya Menengah

    Mesin pemotong kayunya harus dipesan khusus karena harganya mahal jadi tidak di stok di supermarket, setelah seminggu baru kami dihubungi pihak Raiffeisen. Kayunya juga kami beli di Raiffeisen, kayunya beli yang kualitas nomer dua karena ini baru percobaan pertama. Suamiku semangat banget deh untuk project ini, pokoknya daku serahkan kepada dia sang ahlinya he-he-he. Oh ya dulu banget waktu suamiku usia belasan tahun dia pernaha bekerja beberapa tahun sebagai tukang kayu, makanya dia mengerti bagaimana bikin perabotan dari kayu. Saya pernah tanya “kenapa berhenti jadi tukang kayu?” dia bilang “pendapatan (gajinya) kecil” karena dia hanya karyawan, beda halnya kalau dia yang punya perusahaannya, uangnya lebih banyak, maka dari itu suamiku putar haluan masuk sekolah perawat”.

    Kayu-kayu ini buat bikin greenhouse mini
    Kayu-kayu ini akan dibuat kotak bunga atau Wadah Tanaman
    Kayu ini nantinya akan dibuat menjadi kotak atau Wadah Tanaman ukuran Besar
    Kayu ini nantinya akan dibuat menjadi kotak atau Wadah Tanaman ukuran Besar

    Nah karena beli itu mesin pemotong kayu, karyawan di Raiffeisen jadi kenal kami berdua. Kalau kami datang, langsung deh karyawannya menghampiri kami menanyakan ada yang bisa dibantu kah?. Suami dan saya cenggegesan “Hehehehe kita jadi terkenal ya disini :D”

    Mesin Pemotong Kayu, sengaja dibeli Suami supaya bisa Membuat Sendiri peralatan untuk Taman
    Mesin Pemotong Kayu, sengaja dibeli Suami supaya bisa Membuat Sendiri peralatan untuk Taman
    Baru Beli Dua tanaman dan Satu pot Batu
    Baru Beli Dua tanaman dan Satu pot Batu
    Sebelah Kiri Bibit Ketumbar dan alat Penyiram tanaman ukuran mini

     
    Berkebun-Pursuingmydreams on youtube:

error: Content is protected !!