Tag: musim dingin 2013

  • Menggigil di Musim Dingin

    Menggigil di Musim Dingin

    Menggigil di Musim Dingin. Hari ini saya bangun jam 6.50 pagi, tepatnya dibangunin jam weker :mrgreen: . Biasanya jam 9 pagi, bahkan lebih baru bangun hehe. Kalau bisa memilih maunya ditempat tidur yang hangat lebih lama deh, namun apa daya ada urusan ke luar rumah (ke kota sebelah) jadi dipaksain saja.

    Kalau bangun lebih awal dari biasanyan, saya tidak selera sarapan. Jadi tadi pagi hanya makan sepotong croissant yang beli kemarin sore.

    Menggigil di Musim Dingin. Pagi tadi 27 Nov 2013 jam 7.21 Suhunya minus 4,3 brrrr
    Pagi tadi 27 Nov 2013 jam 7.21 Suhunya minus 4,3 brrrr

    Saya lihat termometer, nyali langsung ciut. Di luar suhunya minus 4,3. Saya berpikir mana lebih baik, „naik bus dari depan rumah, tapi harus berdingin ria di stasiun kereta selama 25 menit, atau jalan kaki ke stasiun dan cuma nunggu 2-3 menit sampai kereta datang?“. Frank sampai saya bangunin dan minta pendapatnya, dan dia bilang jalan kaki saja pelan-pelan.

    Saya punya waktu 10 menit nonton berita pagi 🙂 .

    Waktunya berangkat, saya gunakan dua lapis kaos kaki (wol), baru kemarin coba (biasanya hanya satu lapis), ternyata nyaman banget. Untungnya boot saya masih longgar, jadi bisa pakai 2 lapis kaos kaki. Syal, penutup kepala, jaket, sarung tangan, sudah lengkap berani keluar rumah.

    Pemandangan depan Rumah. Genteng rumah-rumah putih karena salju semalam. 27 Nov 2013 Jam 7.42 pagi
    Pemandangan depan Rumah. Genteng rumah-rumah putih karena salju semalam. 27 Nov 2013 Jam 7.42 pagi

    Saya butuh kurang lebih 20 menit jalan kaki ke stasiun kereta, kalau jalan kan badan bergerak sehingga tidak terlalu terasa dingin. Udara sangat dingin membuat nafas yang keluar dari mulut berasap, seperti nafas naga 😎 hahaha.

    Turun dari kereta, saya masih harus berjalan kaki lagi sekitar 15 menit sampai di tempat tujuan. Dalam perjalanan saya potret bunga-bunga mawar yang masih terlihat keindahannya dan kekuatannya menghadapi udara dingin.

    Sampai di tempat bikin satu foto dulu ah 😉 .

    Pemandangan di Bad Wimpfen
    Pemandangan di Bad Wimpfen

    Jam 12 siang selesai urusannya, mari pulang. Jalan kaki cepat-cepat karena kereta balik jam12.21. Oh ya saya sudah pernah cerita belum ya, kalau pejalan kaki disini diutamakan loh. Pencet tombol lampu penyeberangan, maka semua mobil berhenti khusus untuk saya seorang haha. Sebenarnya kalau tidak sedang buru-buru, saya lebih suka menunggu jalanan sepi, baru pencet tombolnya, karena kasihan yang naik mobil mungkin banyak kepentingan toh.

    Mau Nyebrang jalan ga perlu kuatir deh bagi pejalan kaki, asal nyebrang ditempatnya. Wihhh Kabutnya Tebal di Bad Wimpfen
    Mau Nyebrang jalan ga perlu kuatir deh bagi pejalan kaki, asal nyebrang ditempatnya. Wihhh Kabutnya Tebal di Bad Wimpfen

    Sambil menunggu kereta sekitar 2 menit, saya potret pohon yang diatasnya banyak bentuk bulat-bulat seperti bola-bola dari jaring atau rumput. Nah itu adalah sarang-sarang burung, unik ya bentuknya 😀 .

    Bentuk bulat-bulat di pohon tsb adalah sarang burung loh
    Bentuk bulat-bulat di pohon tsb adalah sarang burung loh

    Sampai di sini dulu cerita musim dinginnya, akan saya sambung di lain hari 🙂 .

     

    I love the look of Winter, but hate the temperature. -Unknown quotes

     

    Baca juga:
    Musim Dingin 2012 di Jerman
    Beberapa Cara Mengatasi Rasa Dingin
    Indahnya Warna Musim Gugur
    Kota Tua Bad Wimpfen

  • Musim Dingin di Jerman Bagian 2

    Musim Dingin di Jerman Bagian 2

    Yang .. salju turun lagi

    di bawah payung hitam kita berlindung

    Yang …
    ingatkah kau padaku
    dijalan ini dulu kita berdua
    basah tubuh ini, basah rambut ini
    kau hapus dengan sapu tanganmu ..

     

    Sudah ah ko jadi nyanyi lagu Ratih PurwasihAntara Benci dan Rindu hehehe.

    Sejak dua hari lalu saya nonton terus tv Indonesia mengenai banjir. Saya menontonnya melalui tv streaming MIVO TV. Karena banjir, banyak yang terhambat aktivitasnya dan banyak yang mengungsi. Pemerintah dari tahun ke tahun tetap mencari akal untuk mengatasi banjir di DKI, ternyata belum berhasil juga ya.

    Nah kalau di Sinsheim malah hujan salju mulai lagi sejak senin 14 Januari. Jadi ini salju pertama di tahun 2013. Salju pertama di Desember juga tebal sekali, ceritanya klik disini.

    *klik gambar untuk melihat ukuran besar

    Musim Dingin di Jerman Bagian 2. Pemandangan Salju dari Balkon Belakang. 16 Januari 2013
    Pemandangan Salju dari Balkon Belakang. 16 Januari 2013

    Hari ini saya mengajak suami untuk jalan-jalan dekat rumah saja, sekedar jalan kaki, gerak badan sambil melihat salju di jalanan. Ternyata suamiku mau ke Bank untuk buka rekening tabungan. Sippp lah :). Berhubung di Bank yang kita pakai selama ini biaya administrasinya ko mahal 9 Euro per bulan, jadi kita mau ganti Bank yang kebetulan tidak jauh dari rumah, di Bank ini bebas biaya administrasi.

    Pemandangan Salju dari Balkon Depan Rumah. Foto Kanan Jam 9.45 minus 0,4
    Pemandangan Salju dari Balkon Depan Rumah. Foto Kanan Jam 9.45 minus 0,4

    Sampai di Bank ternyata kami di suruh datang besok, dan hanya dibuatkan janji dengan salah satu stafnya. Sampai di rumah suami buka webiste banknya ternyata hari Rabu bukan untuk umum! :P.

    Foto Kami Bermain Salju di Jalanan
    Foto Kami Bermain Salju di Jalanan

    Sejak keluar rumah, saya asyik potret sana sini, sambil membuat beberapa video singkat, terkadang saya sepak-sepak salju dijalan, eh suamiku komplain katanya dingin, trus dia mau kita jalannya cepat-cepat. Ternyata dia main salju juga tuh lihat difotonya diatas deh 😉 .

    Jalanan di tutupi Salju. Winter Walks. Sinsheim 16 Januari 2013
    Jalanan di tutupi Salju. Winter Walks. Sinsheim 16 Januari 2013

    Saya mengajak suami mengunjungi pasar kaget, kami menyeberang jalanan depan Bank dan jalan sedikit. Saya namakan pasar kaget karena buka nya hanya di hari Rabu dan Sabtu. Karena lupa namanya saya tanya suami, dia bilang itu Wochenendemarkt (pasar akhir pekan) tapi kan ini hari rabu toh bukan akhir pekan. Saya cari istilah di Internet ah, sepertinya yang tepat adalah Stadtmarkt Sinsheim atau Pasar Kota Sinsheim.

    Pasar Kaget di Sinsheim Jerman. Stadtmarkt Sinsheim. City Market
    Pasar Kaget di Sinsheim Jerman. Stadtmarkt Sinsheim. City Market

    Berhubung musim dingin, jadi tidak banyak yang berjualan, tidak sampai 10 pedagang. Tenda-tendapun umumnya ditutup rapat supaya barang dagangan mereka tidak kedinginan, bisa-bisa rusak deh dagangan seperti sayur dan buah kalau terbuka.

    Buah jeruk dirumah sudah habis dan saya ingin membelinya. Kami hampiri satu tenda yang setengah terbuka. Tenda tersebut khusus menjual sayur-sayuran dan buah-buahan. Saya intip harga per kg jeruk mandarin. Wah mahal 3.50 Euro/kg, padahal di supermarket tidak sampai 2 Euro, apalagi sedang musim jeruk, jadi harusnya harganya murah, lah ini ko mahal. Jadi saya bilang suami tidak jadi ah, saya tidak mau membelinya. Eh suamiku malah ambil jeruk-jeruknya dan minta ditimbang.

    Jeruk Mandarinnya beli 6 buah saja
    Jeruk Mandarinnya beli 6 buah saja

    Kemudian kami ke tenda sebelah, suamiku membeli sepotong keju namanya Pfefferkäse, keju yang dicampur lada. Dalam hati “.. untunglah bukan keju bau kaos kaki yang dibeli, bisa-bisa kulkas kami bauu” :D.

    Pepper Cheese. Keju Bercampur Lada. Cuma Beli 100 gram harganya 2,71 Euro ckckc kalau 1 kilo brp tuh dirupiahkan banyak nolnya.
    Pepper Cheese. Keju Bercampur Lada. Cuma Beli 100 gram harganya 2,71 Euro ckckc kalau 1 kilo brp tuh dirupiahkan banyak nolnya.

    Selesai belanja kami pulang ke rumah.

    Foto Kiri: Pemandangan Jalanan Depan Rumah. Foto Tengah: Salah satu Pot Pemilik Kontrakan di Penuhi Salju. Foto Kanan: Air yang Menetespun jadi membeku
    Foto Kiri: Pemandangan Jalanan Depan Rumah. Foto Tengah: Salah satu Pot Pemilik Kontrakan di Penuhi Salju. Foto Kanan: Air yang Menetespun jadi membeku

    Di jalan pulang kami asyik mengobrol, salah satunnya saya bilang suamiku „eh tadi saya kan tidak mau beli jeruk mandarinnya karena mahal, di REWE tuh murah ko, tiap ke supermaket juga saya beli jeruk“. Suamiku menjawab „supermarket besar sudah banyak untung, mereka punya banyak duit, buah-buahannya dari pedagang besar, kita harus membantu pengusaha kecil seperti dipasar tadi“ . Iya sih ya, benar juga, kalau semua orang lebih memilih berbelanja di supermarket bisa hilang para pedagang kecil.

    Video Musim Dingin di Jerman Januari 2013

     

    Hayoo sahabat blogger masih sering belanja di pasar tradisonal atau pedagang keliling kah?, ayoo walau mahal sedikit kita sudah membantu pedagang kecil loh! 😉 .

error: Content is protected !!