Mengunjungi Keukenhof Kebun Dapurnya Belanda . Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.
Saya mau lanjut menceritakan edisi jalan-jalan ke Belanda yang kami lakukan akhir April lalu. Bagi yang belum membca cerita awalnya silakan di Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin.
Kali ini hanya menceritakan jalan-jalan ke Keukenhof saja, karena setelah saya buat cerita dengan mengunjungi garden center malah jadi panjang sekali bahasannya. Makanya supaya tidak bosan bacanya saya buat postingan terpisah mengenai mengunjungi garden center.
Memotret orang-orang yang lagi bergaya tenyata mengasyikan juga yaa 😀 . Mereka yang bergaya lucu tersebut bisa jadi orang yang mau dipotretnya atau tukang potretnya sendiri yang lucu. Saya sempat mengabadikan beberapa pose-pose lucu. Sayangnya kepikiran buat potret model begini setelah 2 jam di Keukenhof, kalau dari awal kepikiran wah saya bisa dapat banyak kali pose lucunya.
Siapa yang sering berpose seperti pasangan ini. Wah keren sampai bawa tripod kamera loh. Eh kaki kameranya 4 apa namanya ya?. Kalau saya tidak mau pose begitu malu dilihat pengunjung haha
Apapun dilakukan demi mendapatkan pose paling bagus. Rumput yang tidak boleh diinjak tidak digubris aturannya oleh pengunjung. Padahal larangan menginjak rumput ada plangnya. Kalau ditegor petugas, turisnya cuma bilang “sorry!” .
Coba tebak, yang mana modelnya dan dimana si tukang potretnya.
Gaya berfoto sambil rebahan, senyum paling manis buat dijadikan profile pic sosmed
Mungkin para turis (kebanyakan asia) tersebut berpikir kapan lagi bisa ke Keukenhof, belum tentu tiap tahun kesana, jadi sebisa mungkin bikin ratusan bahkan kalau bisa ribuan foto. Entahlah apa mereka menikmati pemandangan tamannya atau malah kehabisan waktu karena sibuk memotret sana sini 😀 .
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Naik ke panggung ini ngantri loh. Saya malu jadi pusat perhatian hehe. Si mbak dikanan manyun diselak motret mbak selfi kali ya
Seorang ibu berpose ala pelukis maestro dunia
Siap-siap antri saat ingin berpose ditengah hamparan bunga di taman keukenof
Untung si mas bawa tongsis jadi ga pegel mau foto zoom bunga tulip
Para pengunjung sibuk potret sana sini. Mau berfoto dengan latar belakang kosong tunggu keukenhofnya tutup haha
2. Bunga Unik menurut pandangan mata saya
Anggrek
Saya lagi suka sekali dengan bunga anggrek, jadi cinta banget justru karena semua anggrek saya mati semua hehe. Tidak lama sebelum ke Belanda saya beli 4 anggrek untuk menggantikan yang mati. Makanya pas ke Keukenhof senang sekali ternyata ada ruangan khusus bunga anggrek.
Paphiopedilum maudiae Femma. Anggrek selop yang di jual di Keukenhof Belanda. Saya punya jenis ini cuma belum berbunga. Slipper orchids paphiopedilum
Anggrek warna biru? Benar atau hoax?
Jauh sebelumnya saya kagum dengan jenis Phalaenopsis berwarna biru ini, sayangnya tidak kagum sama harganya yang 4 kali lipat Phalaenopsis biasa. Di Jerman harga anggrek biru sekitar 28 – 30 euro (sekitar Rp. 406.000) . Saat membuat tulisan ini saya sempatkan mencari informasi kebenaran anggrek biru melalui mesin pencari.
Anggrek biru di keunkeunhof Belanda
Ternyata anggrek biru tersebut bukan warna biru alami melainkan hasil pewarnaan menggunakan pewarna makanan. Kalau alami akar anggreknya akan berwarna biru juga dong begitu tertulis disalah satu web bahasa Jerman yang pernah saya baca 😀 .
Oh ya sebenarnya ada sih anggrek yang berwarna biru, tidak biru terang ya, melainkan agak kebiruan. Yang saya maksud adalah anggrek Cattleya yang Cattleya Portia ‘coerulea” bagian bibir dalam anggreknya warnanya benar-benar biru.
Video ruang anggrek Keukenhof Belanda
Beberapa foto dari ruang anggrek:
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Ruang anggrek di Keukenhof
Ini anggrek apa yaa. Mungkin Bromelia kali ya, lupa potret namanya
yang ada di ruang anggrek di Keukenhof
Anggrek cantik di keukenhof Belanda
Ada ruangan khusus anggrek di keukenhof Belanda
Anggrek yang kuning saya punya, yang tengah anggrek selop saya punya juga
Anggrek Vanda yang dipajang di keukenhof Belanda. Jenis ini tidak menggunakan media tanam, hanya digantung
Medinilla Magnifica. Anggrek asal Filipina
3. Tulip-tulip nan cantik jelita
Jalan-jalan ke Keukenhof tentu saja tujuan utamannya untuk melihat bunga tulip. Jadi bagi kamu yang tergila-gila dengan bunga ini, yang mencoba menanam masih gagal, yang ingin sekali ke Keukenhof namun belum terwujud, semoga bisa cuci mata melihat tulip-tulip berikut:
Video taman Keukenhof 1 Mei 2015
Mau berfoto sebaiknya punya kiat tersendiri, supaya hasil foto memuaskan. Ambil angle foto yang terbaik supaya tidak terlihat gendut. Pakaian apakah sudah rapih, syal tergulung rapih kah, rambut tergerai, make up masih kinclong?. Kebanyakan pusing ini itu malah tidak jadi berfoto. Ah pokoknya unik deh kalau lihat orang mau berfoto sibuk bebenah diri hehe.
Video taman bunga tulip Keukenhof Belanda
4. Oleh-oleh dari Keukenhof (Belanda)
Beberapa contoh oleh-oleh yang bisa kamu beli saat mengunjungi Keukenhof dan juga kota lain di Belanda
*klik gambar untuk melihat ukuran penuh
Serba keramik ada mug, celengan, klompen belanda
Oleh-oleh Belanda magnet dengan berbagai bentuk bernuansa Belanda
Oleh-oleh atau souvenir dari Belanda, serba keramik
Pajangan untuk souvenir dari Belanda. Bentuknya lucu-lucu
Warna orange khasnya Belanda. Kaos dan topi dengan warna orange bisa juga sebagai oleh-oleh dari Belanda
Kalau kamu suka bunga tulip bisa pilih pajangan ini sebagai oleh-oleh
Cerita Jalan-jalan ke Negara Kincir Angin. Membawa bayi (anak) dibawah usia 1 tahun bepergian jauh ternyata horror yaa 😀 . Benjamin ngamuk melulu selama perjalanan liburan kami.
Kami berangkat ke Belanda tanggal 29 April 2015. Pagi harinya babenya Ben masih kerja dulu. 2 tahun lalu liburan ke Belanda sewa mobil, tahun ini pakai mobil pribadi supaya hemat biaya. 2 tahun lalu kami menginap di hotel, kali ini menginap dirumah teman kami di Woudenberg. Bisa menghemat begini jadi ada dana lebih dong buat beli bibit dan tanaman dari Belanda .
„kamu menyusul saja ya naik kereta!“ kata babenya Ben, karena saat itu saya masih asyik menyiram tanaman-tanaman saya, padahal sudah mau berangkat. Ninggalin kebun selama 4 hari membuat saya kuatir. Untungnya kami liburan saat musim semi, jadi cuaca masih sejuk, tidak masalah tanaman tidak disiram selama kami liburan.
Babenya Benjamin ingin kami berangkat saat jam tidurnya Ben, tentu saja ide pak bos tercinta ini saya tolak mentah-mentah, masa mau pergi jam 3 pagi, pastinya saya masih ngantuk berat. Jadi hari itu kami berangkat sore jam 16.30 sudah duduk manis di mobil. Baru 15 menit perjalanan abang kicik yang namanya Benjamin mulai ngamuk yang pertama.
Perjalanan kami tidak langsung ke Belanda, kami menginap dulu di Aachen. Jarak tempuh perjalanan yang harusnya bisa 3 jam jadi telat sekali sampai di penginapan. 300 km perjalanan kami berhenti 4 kali, apa lagi kalau bukan karena abang kicik yang mengamuk melulu. Ben duduk di bangku anak, saya didepan samping babenya Ben yang menyetir dong. Pulangnya saya jadi duduk ditengah bersama Ben, tetap saja drama berlangsung 😀 . Perjalanan luar negeri pertama kali buat Benjamin, termasuk pertama kali buat kami sebagai orangtua. Lain kali kalau pergi jauh, benar deh lebih baik pergi saat jam tidur anak!.
Saya ingin cerita 4 point dibawah ini, mengenai Keukenhof dan garten center inginnya buat postingan lebih detail tersendiri, supaya sobat berkebun saya senang bisa puas lihat lebih banyak foto-foto dan video. Doain saja supaya penyakit malas ngeblog menjauhi saya haha.
Penginapan (Jugendherberge Aachen dan rumah teman di Woudenberg).
Keukenhof (sepanjang mata memandang indah sekali bunga tulip dimana-mana)
Intratuin (garten center. Kalau tidak bawa kereta dorong Ben, saya bisa borong banyak tanaman deh).
Belanja dit toko asia di Amersfoort
1. Tempat menginap • Jugendherberge Aachen. Sewa kamar keluarga untuk 1 malam, plus sarapan biayanya 53,80 euro (Rp.753.000 kurs rp.14.000). Kamarnya ada 4 tempat tidur, Benjamin tidur sendiri dong 😀 . Harus jadi member untuk bisa menginap. Biaya membership 27 euro per tahun (sekitar Rp.378.000) ada 4.000 Jugendherberge di seluruh dunia dan ternyata ada 1 di Indonesia. Kamarnya bersih, ada kamar mandi dalam, tidak ada tv.
Kenapa bisa murah? -mau cek out beresin kamar sendiri. Seprai dan sarung bantal di lepas lalu kasih ke resepsionis. -selesai sarapan, taruh alat makan ke tempat yang telah disediakan. Jadi tidak ada pelayan untuk beberes. -saat sarapan ambil roti maksimal 2 biji hehe ada ditulis tuh. Berhubung kami sarapan sudah sepi jadi bisa ambil lebih.
Saya kira di Aachen bisa jalan-jalan dulu, tidak tahunya keluar dari penginapan langsung lanjut ke Belanda, tahu begitu mending langsung ke Belanda aja kan.
Jugendherberge Aachen tempat kami menginap semalam. Pengen nginep murah jadi anggota Jugendherberge deh
• Menginap di rumah teman di Woudenberg. Kami menginap 3 malam dirumah sahabat saya Eva dan Gj. Eva adalah teman kuliah saya di UI. Eva dan suaminya orang Belanda bertemu melalui onlinedating, web yang sama babenya Ben dan saya bertemu. Tahun lalu Eva dan suami sudah mengunjungi kami 2 kali, jadi ceritanya gantian nih kami ke rumah mereka.
Eva punya kucing umur 8 bulan, tidak beda jauh dengan usia Benjamin. Nama kucing betina tersebut Lucky. Eva bilang kucingnya sudah disterilisasi jadi hilang rasa kepengen kawin haha. Waktu belum disteril seringkali si kucing ngeong-ngeong melulu saat “kepengen” *skip tidak perlu dibahas lagi 😛 .
Nah kasihan Lucky tiap hari dikejar-kejar Benjamin melulu. Terkadang lagi asyik lesehan disofa dikejar Ben, naik ke atas bangku, di uber-uber Ben juga.
Lucky kucing manis jangan takut sama Ben, ayoo main yuk
Video Benjamin mengejar Lucky
Video Ben tetap berusaha pengen ajak maen si kucing
Benjamin serasa dirumah sendiri, begitu sampai langsung main di lantai dan berantakin macem-macem. Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan saya. Nah sama Eva dan suaminya si Ben langsung lengket dan ramah, ketawa-ketawa melulu dia. Kata opung borunya Ben di Jakarta tanda tuh Eva bakalan punya anak hehe.
Biasanya Ben tidak mau digendong selain sama babenya dan emaknya. Nah sama Eva si Ben langsung akbrab loh
Ben serasa di rumah sendiri, berantakin rumah siapa kamu Ben, asyik main ya nak
2. Keukenhof 2015
Keukenhof (yang dalam bahasa Belanda berarti Kebun Dapur) adalah sebuah taman bunga yang terletak di Lisse, Belanda, dan merupakan taman bunga terbesar di dunia.
Tulips at the Keukenhof on 1 May 2015
Akhirnya kesampean juga mengunjungi Keukenhof. Sayangnya kami datang di hari yang salah, gilaaaa sumpek 😥 . Maju kena, mundur kena, ke samping kiri nyengool, ke kanan nyenggol. Mau potret sendirian susah. Orang-orang banyak yang heboh banget potret sana sini, termasuk foto selfie dengan berbagai gaya yang kocak. Heran seperti tidak pernah lihat bunga saja hahaha.
Keukenhof- Beautiful tulips
Keukenhof- Most beautiful Tulip Garden
Hari itu sumpek sekali karena di beberapa negara 1 mei diperingati sebagai hari buruh dan tanggal merah, jadi kesempatan orang-orang berlibur, long weekend banget saat itu. Di Belanda sendiri tanggal tersebut bukan hari merah, kalau di Jerman iya tanggal merah, makanya orang-orang dari negara tetangga berduyun-duyunlah mengunjungi keukenhof.
klik gambar untuk melihat ukuran besar
Pertama kalinya ke Keukenhof Belanda
Para pelukis ikut memamerkan karya mereka. Mahal-mahal banget lukisannya, harga sesuailah dengan lukisannya yang sangat cantik
Sudah jam 16.30 Keukenhof masih ramai begini
Ada 7 juta bibit tulip yang ditanam setiap tahunnya di taman Keukenhof, dari angka tersebut terdiri dari 800 jenis tulip. Puas sekali kalau bisa datang langsung.
Tema keukenhof tahun 2015 ini adalah Van Gogh. Van Gogh adalah pelukis terbesar dalam sejarah eropa. Bagi yang ingin tahu lebih banyak tentang Van Gogh silakan cari di guggle saja ya hehe.
Keukenhof 01 Mei 2015 ada yang kesana juga hari tersebut???. Gila ramenya
Tidak hanya bunga tulip yang ditanam di taman seluas 32 hektar tersebut, ada juga dafodil, muskari, calla dan bibit musim semi lainnya, termasuk ada ruangan khusus untuk anggrek, lili, begonia dan lainnya bunga musim panas.
Lihat bunga Begonia yang cantik-cantik jadi potret untuk mbak Netty di Nias
Anggrek biru di Keukenhof. Harganya sama saja seperti di Jerman kalau di rupiahkan 405.000. Ingat Edi di Riau nanya anggrek biru
Bunga Calla hitam di Keukenhof
Amaryllis yang warna bunganya unik
Tiap tahun taman Keukenhof hanya dibuka selama 2 bulan. Tahun 2015 ini dibuka dari 20 maret hingga 17 Mai 2015.
Harga tiket masuk dewasa 16 euro (Rp. 224.000 kurs Rp.14rb), anak 0-3 tahun gratis. Parkir mobil bayar 6 euro untuk seharian. Kalau datang rombongan tiketnya per orang 13,50 euro (Rp. 182.000) Suaminya Eva beli tiket rombongan buat kami berempat, Benjamin gratis .
klik gambar untuk melihat ukuran besar
Ditaman luar sumpek dengan pengunjung, dirumah kaca juga ga kalah sumpeknya
Senyum girang Benjamin setelah lihat dan pegang kambing
Papan selamat datang Keukenhof. Ada bahasa Indonesianya juga ya iyalah turis Indonesia buanyak banget
3. Garten Center Intratuin
Lokasinya tidak jauh dari rumah sahabatku, untung jarak dekat jadinya Ben masih anteng selama perjalanan. Saya puas cuci mata melihat bibit (umbi) bunga dan berbagai tanaman disana termasuk alat-alat untuk berkebun. Seandainya kami tidak bawa kereta dorong Ben, wah bisa borong banyak deh. Bagasi mobil kami penuh, isi kereta dorong Ben yang gede banget dan satu koper besar buat pakaian kami bertiga.
Garten Center di Belanda
klik gambar untuk melihat ukuran besar
Borong Bibit bunga nih cantik-cantik semua lihat gambar kemasannya
yang tergila-gila sama bunga Wisteria silakan menjerit heboh haha
Pohon buah Ara atau di Indonesia dikenal buah Tin. Ficus carica L
Macam-macam Umbi bunga
Hasil perburuan di Belanda <3
Bibit berupa umbi bunga yang saya beli, tree lily, dan 3 macam dahlia. Benih bunganya adalah:
bungkus warna ungu/biru petunia nana campacta Sebelahnya yangg hijau adalah nicotiana lime green Sebelahnya yang hitam adalah scabiosa black night Sebelahnya yang hijau adalah Moluccela laevis (bells of Ireland) Yang bawah lagi : phlox cherry caramel
Pulang happy gardening banget deh
4. Belanja di toko asia di Amersfoort
Amersfoort terletak di provinsi Utrecht. Amersfoort juga memiliki berbagai bangunan tua (dari abad pertengahan) seperti gereja, benteng/gerbang kota dengan kanal yang mengelilinginya, museum, gedung sekolah dan lain sebagainya. Mengunjunig kota ini mengingatkan saya pada Bad Wimpfen di Jerman, tempat yang beberapa kali saya kunjungi.
Amersfoort Belanda. Sebelum belanja ke toko asia kita jalan-jalan dulu melihat pusat kota. Cape jalan lalu makan es krim
Sahabatku Eva mengajak saya ke Amersfoort untuk belanja ke toko asia. Harga kebutuhan dapur dari Indonesia tuh jauh lebih murah di Belanda. Jadi saya beli 4 botol sambal, ada sambal bajak dll, beberapa bungkus kerupuk mentah, kerupuk palembang langsung saya makan dalam perjalanan pulang ke Jerman, air kelapa kemasan 1 liter, kecap, mie telor, bihun, mie instan goreng 10 bungkus, mie instan kuah 5 bungkus dan tepung bumbu.
Saya tidak mau beli banyak mie instan seperti 2 tahun lalu beli 2 kardus, hampir separuh saya buang karena expired, kelamaan tidak dimakan, padahal sudah sampai banyak juga saya kasih teman kursus. Oh iyaa saya beli ikan gembung juga. 1 bungkus isi 3 ekor ikan, jangan tanya harganya pasti lebih mahal dari Indonesia, yang penting saya puas banget nikmat makan ikan yang saya tahu namanya hehe.
Beli ikan gembung di toko asia di Belanda. Ikannya dari Thailand. Harga 47rb 3 ekor, kalau di Jerman 2 kali lipat harganya
Di toko asia belanda saya beli sekardus nih isinya. Mie instant lupa potret
Babenya Ben nyuruh saya beli durian, saya bilang daripada ngeluarin 5,50 euro (Rp. 82.000) lebih baik beli sambal bisa dapat 3 botol. Nyuruh beli pete juga, mahal bo, mending sambal aja favorit saya haha. Belanja habis 40 euro, 2 tahun lalu habis 100 euro karena beli beras, tahun ini kami tidak beli beras dari Belanda, karena hanya selisih harga 3 euro/5 kg dari toko dekat rumah kami. Babenya Ben bilang dia suka banget beras Jasmin yang dibeli di toko asia di Eindhoven. Tiap kali kami beli beras di Jerman, babenya Ben selalu membandingkan dengan beras dari toko asia di Eindhoven. Kirain bisa ketemuan kak Ephie yang tinggal di Eindhoven, ternyata si kakak pergi liburan pas hari minggunya, semoga liburan kami berikutnya bisa ketemuan, ingat 2 tahun lalu dibikinin lontong sayur enakk bangett 😀 .
Terima kasih buat yang sudah membaca sampai selesai, postingannya panjang sekali karena sebagai kenang-kenangan buat saya juga 😉 .