Tag: Hamil Trisemester I

  • Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter

    Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter

    Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter. Hai sahabat blogger, saya mau lanjut bercerita mengenai kehamilan (bagian I klik disini). Kali ini khusus cerita mengenai pemeriksaan di dokter saja ya.

    Ibu-ibu hamil di Jerman memeriksakan kandungannya setiap bulan. Pertama kali ke dokter usia kandungan saya sudah berusia 8 minggu. Saat itu saya sempat bingung „ko tahu-tahu sudah 8 minggu?, bukannya menghitung usia janinnya dari hari pas berhubungan??“.

    Sudah di jelaskan suami beberapa kali cara menghitungnya, saya masih belum mudeng juga haha. „Oooh jadi menghitung usia janinnya dari mens terakhir? Tapi kan bikinnya beberapa minggu setelah berhubungan?. Ko begitu .. ko begini .. ? banyak pertanyaan dikepala saya“. Sudah ahh jangan dibahas ya hahaha maklum baru pertama kali ya butuh banyak penjelasan 😀 .

    Berhubung baru pertama kali ke dokter kandungan, jadi saya disuruh mengisi formulir mengenai data-data pribadi. Ada pertanyaan „apakah saya alergi terhadap obat tertentu?“. Saya (HARUS) ingat kalau saya alergi antibiotik „Penisilin“. Dulu sekali, pertama kali mengkonsumsi obat tersebut badan termasuk wajah langsung bentol-bentol. Kedua kalinya (lupa kalau alergi) saya gunakan lagi antibiotik tersebut, hasilnya sama bentol-bentol parah, malah mata hampir tidak bisa dibuka karena bengkak. Sejak kejadian kedua, saya catat di buku kalau saya alergi antibiotik tersebut.

    Pertanyaan lain: „kapan tanggal mens terakhir?“. Para wanita apakah kalian mencatat tanggal tiap kali „datang bulan?“. Kalau saya „iya selalu mencatat“. Saya lingkari tanggal pas „si tamu“ datang. Kalau dicatat, maka kita tahu, apakah lancar siklusnya.

    Sebelum masuk keruang dokter, saya melakukan beberapa tes (pemeriksaan) yang ditangani asisten dokter.

    1. Pemeriksaan Urin
    Sebelum ke dokter, saya sudah beser (buang air kecil) di rumah. Begitu di dokter ya tidak pengen pipis lagi. Minum dulu agak banyak lalu menunggu 30 menitan, baru pengen pipis deh 😀 . Pemeriksaan urin dilakukan tiap kali ke dokter.

    2. Pemeriksaan Darah
    • Darah diambil dari ujung jari telunjuk. Kalau saya dilakukan selalu pada telunjuk kiri. Ujung jari ditusuk dengan alat mirip silet, dimana bagian tengahnya ada bagian (tipis) runcing agak panjang dan tajam. Darah diambil hanya sedikit, ditampung dalam pipa kapiler. Pas pertama kali jari saya ditusuk dua kali karena darah yang keluar tidak mencukupi, padahal butuhnya hanya sedikitt. Mungkin karena dingin jadi jari mengkerut kulitnya, darah juga jadi sedikit atau tidak lancar?. Pemeriksaan darah model ini dilakukan tiap kali ke dokter, gunanya untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuh apakah mencukupi.
    • Pertama kali ke dokter, selain model ambil darah diatas. Darah juga diambil dari lengan (kiri). Darah diambil agak banyak menggunakan alat suntik, kira-kira diambil 20 ml. Model ambil darah yang ini tidak sakit.

    3. Timbang Berat Badan
    Hamil berat badan (bb) bukannya naik malah turun. Mungkin juga karena saya lebih banyak makan sayuran dan buah-buahan. Bb sebelum hamil plus minus 70 kg, tinggi badan 153 cm (iya tahu ndutt ya haha). Timbang berat badan dilakukan setiap kali ke dokter. Saya selalu kenakan baju yang tebal (tipis)nya sama supaya berat baju tidak terlalu mempengaruhi timbangan.

    Pas nimbang di dokter:
    22.11.2013 bb: 68,1 kg
    18.12.2013 bb: 67,7 kg
    17.01.2014 bb: 67,8 kg
    14.02.2014 bb: 69,5 kg horeee akhirnya naik 2 kg.

    Pemeriksaan 1 sampai 3 selalu dilakukan oleh Arzthelferin (Asisten dokter)

    4. Pemeriksaan USG (diruangan dokter dilakukan oleh dokternya)
    • Pemeriksaan 1 dan 2 dilakukan menggunakan alat yang dimasukkan melalui kelamin. Rasanya tidak nyaman pas dimasukkan alat tersebut. Saya tidak tahu nama alatnya. Bentuknya mirip bohlam lampu yang panjang yang warna putih susu. Alatnya panjang, makanya aneh (sakit) pas masuk. Setelah alatnya masuk, bisa lihat janinnya di monitor.
    • Pemeriksaan ke 3 & 4 melalui bagian atas perut. Perut diolesi gel lalu alat usgnya digerak-gerakkan di atas perut kelihatan di dedeknya 🙂 .
    • Dokter juga memeriksa bagian dalam kelamin, gak enak deh jari-jari dokter masuk meriksa-meriksa gitu 🙁 pasrah aja, untung dokternya perempuan hihi.

    Pemeriksaan USG model begini asyik kan tidak sakit hanya dari atas perut alatnya digerakkan. Foto dari Eltern.de
    Pemeriksaan USG model begini asyik kan tidak sakit hanya dari atas perut alatnya digerakkan. Foto dari Eltern.de

    Oh ya pemeriksaan dilakukan di kursi khusus. Kursinya akan naik otomatis dan turun otomatis. Saya disuruh naik dan kaki ngangkang ditaruh dialat khusus. Naik dan turun pelan-pelan ya, kalau turun jangan loncat, tunggu kursinya benar-benar berhenti baru turun.

    Kamar pemeriksaan kehamilan. Foto dari tempat saya selalu memeriksakan kehamilan
    Kamar pemeriksaan kehamilan. Foto dari tempat saya selalu memeriksakan kehamilan

    22.11.2013 pada pemeriksaan 1 ukuran (panjang) janin 1,06 cm (masih imutt) ; ukuran (panjang) rahimnya 4,2 cm. usia 8 minggu
    18.12.2013 pada pemeriksaan ke 2 ukuran janin 3 cm,65 (juga masih imutt) ; ukuran (panjang) rahimnya 6,5 cm.usia 12 minggu
    Pemeriksaan ke 3 & 4 tidak dikasih dikasih print out usgnya jadi hanya melihat janinnya melalui monitor usg. Diperiksa pergerakannya, denyut jantungnya dll.

    Nasehat dokter buat ibu hamil:
    • Banyak makan sayur dan buah. Ikan 2 kali dalam seminggu, lalu daging juga.
    • Jangan lakukan olahraga ektrim, seperti bungee jumping, naik gunung tidak boleh tuh 😀 .
    • Jangan angkat dan bawa yang berat-berat (makanya kalau sendirian ke supermarket saya beli sedikit aja, dulu sih seperti kuli panggul dah tenteng kanan kiri berat haha).
    • Jangan makan obat sembarangan, harus tanya dokter dulu. Kalau sakit kepala jangan gunakan Aspirin, gunakan Parasetamol saja. (Puji Tuhan saya belum mengkonsumsi obat apapun, hanya vitamin yang diresepkan dokter).
    • Dokter tidak menyuruh saya minum susu ibu hamil. Di Jerman memang tidak ada susu ibu hamil (tidak tahu juga tidak pernah lihat di supermarket).

    Vitamin yang disuruh beli oleh bu dokter :
    Folsäure (Asam Folat). Saya gunakan Folio Forte isi 120 tablet harganya sekitar 9 Euro (Rp. 148.000) merek tersebut selain mengadung Asam Folat, juga mengandung Vitamin B12 dan Yodium. Tabletnya dimakan tiap hari. Asam Folat sangat penting bagi wanita hamil. Asupan asam folat yang cukup sebelum dan selama kehamilan akan mencegah timbulnya kecacatan tabung saraf (Neural Tube Defects) NTDs pada bayi, yaitu spina bifida (kelainan pada tulang belakang) dan anencephaly (kelainan dimana otak tidak terbentuk). Dengan asupan asam folat yang cukup pada masa sebelum dan selama kehamilan yaitu sekitar 0.4 – 0.8 mg per hari, risiko timbulnya NTDs pada bayi dapat diturunkan hingga 80 % (Wikipedia).

    Tardyferon (Zat Besi). Saya gunakan Tardyferon yang zat aktifnya Eisen (Besi) -II (sulfat, 1,5 H2O). Awalnya Frank beli yang bentuk cairan. Ya ampuuunn seperti minum darah (seperti vampir mengisap darah hahaha 😯 ). Perjuangan tiap kali mau minum harus tutup hidup. Enek tiap kali minum dan pernah muntah, mana beli botol yang besar hiks. Setelah bentuk cairan habis beli lah bentuk tablet. Tabletnya bekerja lepas lambat (prolonged-release tablets) jadi kadang pas tengah malam tiba-tiba enekk (mual) tapi tidak muntah. Sakit kan kalau gejala-gejala mau muntah, sekarang sih tidak lagi ko. isi 20 tablet harganya sekitar 5 Euro. Tablet dimakan 2 hari sekali.

    Magnesium. Ini disuruh beli ketika pemeriksaan ke 4, karena saya ditanya apakah ada keluhan?.Saya bilanglah : Pegel-pegel, terutama perut bagian bawah dan diselangkangan. Gunakan Magnesium Verla N Dragees isi 50 tablet harga hampir 5 euro. Dimakan pagi dan malam 2 tablet, kalau makan tablet Mg ini harus ada jeda dengan tablet zat besi.

    Jurnal kehamilan Pemeriksaan di Dokter. Vitamin yang disuruh bu dokter beli untuk menjaga kehamilan
    Vitamin yang disuruh bu dokter beli untuk menjaga kehamilan

    Biaya pemeriksaan di dokter semuanya gratis, karena ditanggung asuransi. Vitamin beli sendiri, tidak mahal ko tuh ketiga vitamin yang saya sebut diatas.

    Dokter kandungan saya namanya Karin Rupp beliau ramah sekali. Titel bu dokter Fachärztin für Gynäkologie und Geburtshilfe Ärztin für Naturheilverfahren (Specialist in Obstetrics and Gynecology Doctor of Naturopathic Medicine).

    Sampai disini dulu curhatan saya, berikutnya akan saya ceritakan pengalaman saya melalui pemeriksaan Fruchtwasseruntersuchung alias Screening test (Amniocentesis) saya dirujuk ke klinik di Mannheim. Nanti saya ceritakan mengapa saya menjalani pemeriksaan tersebut ?, sakit kah ?, beresiko kah terhadap janin? dll. Stay tune di blog saya ini ya :mrgreen: .

    Baca juga: Rangkuman Pengalaman Kehamilan Trimester 1-3

    comments are closed

     

  • Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya)

    Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya)

    Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya). Hai sahabat blogger, saya mati-matian nih memaksakan diri mau cerita mengenai kehamilan saya gayabahasanyahiperbola :mrgreen: . Di akhir tahun 2013 saya sudah cerita di blog ini, bukan cerita sih tepatnya hanya pengumuman kalau saya hamil 🙂 Puji Tuhan!.

    Saya ingin sekali berbagi cerita, berbagi kebahagian. Sayangnya yang punya blog bawaannya malas melulu 😳 . Ada draft mau cerita tanda-tanda waktu hamil, berat badan pada trisemester I, masakan apa saja yang saya suka selama hamil dll. Pokoknya banyak topik A, B, C sampai Z ya cuma di draft saja (draftnya di otak hihi).

    Hasilnya malah cerita yang lain lagi di blog misalnya tentang kebun atau tanaman. Cerita mengenai gardening ko lancar banget ya tapi mau cerita mengenai kehamilan ini antara tidak sempat dan malas, digabung jadi satu trus jadi lapet gabur-gabur deh (orang Batak pasti tahu lapet jajanan satu ini, ah jadi pengen 😀 ).

    Untungnya saya tidak tinggal di Indonesia, klo iya pasti akan ditanyain melulu “kapan punya anak, udah isi belum? Jangan ditunda-tunda” bla bla.. Salah kostum saja di media sosial dikomentari “hamil ya Nel?” “sekarang agak memang gemuk ya Nel” capee deh!. Musim dingin masah pakai baju youcanseemyketek?. Pastinya bajunya tebal-tebal dong. Makanya saya malas upload-upload foto diri, mendingan upload foto-foto bunga-bunga dan tanaman kan aman sentosa tuh yaa tidak ditanya-tanya haha.

    Bukannya saya tidak pengen hamil, namanya belum rejeki mau dipaksain bagaimana?, iya saya tahu umur saya sudah rawan. Saya berulang kali bilang ke Frank “kalau dalam 2 tahun saya tidak hamil, ya udah beneran kita tidak usah punya anak yaa?” *pasang mata melotot.

    “Umur saya tuh sudah rawan, kalau saya mati saat hamil atau melahirkan bagaimana ???”. Frank bilang di Jerman sini kebanyakan para wanitanya hamil di umur 40 tahun ko. Kalau sudah begitu malas berdebatlah (soalnya Frank ogah-ogahan juga: dapat anak syukur, klo ga, toh begitu banyak pasangan bahagia diluar sana tanpa hadirnya anak?).

    Suamiku ini komentar lagi “dulu sebelum nikah harusnya bilang dong kalau mau cepat-cepat punya anak“. “Haaa maksud loe?”. “Jadi dulu tidak mau segera nikah? jadi mau pacaran lama-lama supaya punya anaknya bisa ditunda?”. Alasan lain si suami tercinta nih, “jangan lahiran dimusim dinginlah, repot bla bla.. tapii sudah lewat musim dingin, musim panas, musim gugur ketemu musim dingin lagi ya, saya belum juga hamil” . Saya jadi menikmati hari-hari saya bersama suami dan mengurusi banyaknya tanaman dan bunga-bunga di kebun saya dan tidak stres memikirkan mengenai kapan saya hamil? 😉 .

    Pertama kali curiga dan penasaran kalau saya hamil setelah berhari-hari kepikiran tanda-tanda hamil dari blognya Dinniw. Sering banget perut saya bunyi blup blup. Bukan bunyi masuk angin ya, kalau masuk angin kan mau buang angin kentut nah ini nga, cuma bunyi-bunyi blup blup melulu, seperti ada gelembung air didalam perut 😆 .

    Mau tes dengan test pack ntar-ntar saja karena dulu-dulu tiap kali tes hasilnya negatif melulu. Sayang test packnya mahal haha. Dulu-dulu pernah telat mens seminggu, dua minggu bahkan telat sebulan, untung waktu itu Frank belum cerita ke keluarganya, kan malu kalau salah. Nah belajar dari pengalaman, kita tunggu lewat sebulan baru ke dokter. Sebelum ke dokter kita test dulu sendiri, beli test pack satu aja dasar pelit hasilnya dua garisnya.

    Jurnal kehamilan (Cerita Pembukaan dulu ya). 6 November 2013 Tes hasilnya kali ini Dua Garisnya berarti hamilll dongg yaa.
    6 November 2013 Tes hasilnya kali ini Dua Garisnya berarti hamilll dongg yaa.

    Maaf kalau fotonya burem, yang antusias dan heboh si Frank. Saya yang potret hasilnya burem. Frank potret tetap aja burem tuh :mrgreen: . Kami tidak langsung ke dokter, menunggu 2 minggu dululah baru telp dokter dan buat janji.

    Ke dokter pertama kali tanggal 22 November 2013, dokter kandungan dekat rumah. Sejak awal saya bilang ke Frank, saya hanya mau ditanggani dokter wanita, malu aja kalau di obok-obok dokter pria hihi.

    Dokternya bilang kalau saya hamil diusia rawan alias kehamilan beresiko. Nah tuh kalau dokter yang bilang baru suami tercinta percaya kan, jleb jelb deh kamu. Dikasih tahu istri tidak percaya 🙄 . Pertama kali ke dokter usia kandungan saya sudah 8 minggu.

    Buat yang mau menikah ternyata penting nih: tanyakan ke calon pasanganmu apakah dia mau punya anak atau tidak. Karena belakangan ini banyak orang yang tidak mau punya anak. Rata-rata bule belakangan ini tidak mau punya anak deh. Makanya di Jerman nih angka lansia lebih tinggi dibanding angka kelahiran (padahal anak dapat uang bulanan loh dari pemerintah, tapi tetap saja banyak orang tidak mau punya anak). Jangan sampai salah, kamu berharap setelah nikah mau punya anak, ternyata pasanganmu tidak mau punya anak. Kalau sudah tahu jawaban pasanganmu, ya terserah mau lanjut ke pernikahan atau tidak, jangan setelah menikah baru tahu jawabannya.

    Postingan ini baru kata pembukaan saja ya, nanti saya akan lanjut bercerita.

    komentar ditutup

error: Content is protected !!