Tag: Food & beverage

  • Wisata Kuliner di Belanda

    Wisata Kuliner di Belanda

    Wisata Kuliner di Belanda. Cerita di Belanda sebelumnya:

    Di postingan kali ini, saya akan cerita mengenai wisata kuliner alias makan-makan di Belanda

    • Hari pertama di Belanda, malam harinya, kami di traktir makan oleh kak Ephie, di restoran Indonesia di Belanda. Menu makanan yang disajikan dimasak oleh orang Indonesia, dan rasanya benar-benar enak sekali.
      Restoran Indonesia di Belanda. Wisata Kuliner di Belanda
      Restoran Indonesia di Belanda
      Restoran Indonesia di Belanda
      Selamat Makan

      Restoran Indonesia di Belanda
      Rujak sebagai Makanan Penutup
    • Ketika di Tong Tong Fair, saya pesan Es Shanghai rasanya ko aneh sekali, entah mungkin lidah saya yang sedang tidak berfungsi? Hehehe .. jadi es Shanghai nya rasa buahnya asam, dan buahnya terlalu lembek, padahal harganya, amit-amit deh 4 Euro semangkok. Nah pas saya cerita ke kak Ephie dan kak Rina, sepulangnya kami, dibuatkan deh Es Shanghai, enakkk bangetttt!!! 😉 .
      Restoran Indonesia di Belanda
      Es Shanghai racikan ka Rina dan Ka Ephie

      3. Jajajan Pasar di Tong Tong Fair bikin lapar mata, saya cukup puas membeli empat potong Lumpia semarang, makan di tempat sambil menonton panggung musik. Pulangnya ketika di rumah Ka Rina saya dikasih nyicipin bubur sum sum yang di beli si kakak, sedap banget! 😉 .

      Wisata Kuliner tong tong fair
      Wisata Kuliner
      Aneka Jajanan Pasar. Indonesian Snacks at Tong tong fair Holland
      Yumiee Indonesian Snacks
      Tong tong fair Holland. Cemilan alias jajajan Pasar, Harga pakai Euro!
      Cemilan alias jajajan Pasar, Harga pakai Euro!

      Oleh-oleh dari Tong-tong Fair antara lain kremes ubi. Di tanah air saya sering beli cemilan ini. Nih cemilan nyampe Belanda jadi harga euro naik derjata ya haha 😛 .

      Kremes Ubi Indonesian snacks, 2 Euro perbungkus.
      Kremes Ubi Indonesian snacks, 2 Euro perbungkus.
      Abon Sapi Asli Indonesia 5 Euro 3 bungkus dari Tong tong fair Belanda
      Abon Sapi Asli Indonesia 5 Euro 3 bungkus

      Balik ke Jerman disangu, 2 plastik bubur ketan, Enakk banget, makannya sedikit-sedikit 😉

      Bubur Ketan Hitam (schwarzer reis)
      Bubur Ketan Hitam (schwarzer reis)

      4. Dua Kali sarapan di penginapan

      Menu Sarapanku di penginapan Belanda
      Menu Sarapanku
      Sarapan di penginapan Belanda. Juice dan susu
      Minuman Saat Sarapan
      Menu sarapan di Bed and Breakfast Belanda
      Sarapan Rendah Lemak
      Pilihan Menu Sarapan di Penginapan Bed and breakfast Belanda
      Pilihan Menu Sarapan di Penginapan
      Aneka roti untuk sarapan. Bed and breakfast Belanda
      Pilihan Menu lainnya
      Bed and breakfast Belanda
      Menu Sarapan di Penginapan
      Anda sering Sarapan di tempat tidur? Baca Baik-baik Slogan ini. Pajangan Kata mutiara
      Anda sering Sarapan di tempat tidur? Baca Baik-baik Slogan ini 😛
      Pajangan Kata mutiara
      Breakfast Rule

      Baca juga:
      Jalan-jalan ke Pasar Malam di Belanda
      Penasaranku akan “Red Light District Amsterdam

  • Jalan-jalan ke Pasar Malam di Belanda

    Jalan-jalan ke Pasar Malam di Belanda

    This slideshow requires JavaScript.

    27 Mei 2012 bulan lalu, kami menghadiri pameran produk dan makanan Indonesia di Den Hag, Belanda. Nama pamerannya adalah Tong Tong Fair.

    Tong Tong Fair adalah festival terbesar di dunia untuk budaya Indo (Eropa-Indonesia), diadakan setiap tahun di Belanda. Kami (suami tercinta dan saya) datang ke pameran ini bersama kak Rina sekeluarga dan kak Ephie.

    Acara ini adalah campuran festival budaya, pameran dan festival makanan dibentuk menjadi satu, diadakan di beberapa tenda besar dan tribun. Salah satu atraksi terbesar adalah Tong Tong Festival, dengan ratusan pertunjukan berlangsung selama 12 hari.

    Tong Tong Fair pertama kali diadakan pada tahun 1959, saat itu namanya adalah Pasar Malam Besar. Nama ‘Pasar Malam Besar‘ berasal dari bahasa Indonesia / Melayu. Sejak tahun 2009 namanya berubah menjadi Tong Tong Festival. Nama baru ini dipilih untuk menekankan hubungannya dengan ‘Tong Tong Foundation dan misi budayanya. Alasan lain adalah untuk membedakannya dari pameran lainnya dengan nama Pasar Malam.

    Pameran berlangsung dari tanggal 17 Mei hingga 28 Mei 2012, mulai jam 12.00 hingga jam 10 malam. Tiket masuk pameran, untuk hari biasa orang dewasa 12 Euro, sabtu dan minggu 15 Euro, anak-anak 4,5 Euro. Kami berkunjung di hari sabtu, suami dan saya membayar 30 Euro untuk kami berdua. Menurut saya harga tiketnya mahal, padahal didalam kami tidak mendapat apapaun yang gratis, semisal souvenir, majalah atau makanan :-(.

    Tong Tong Fair dan Tong Tong Festival diadakan di Malieveld di pusat kota Den Haag (Koningskade 1, 2596 AA Den Haag) lima menit jalan kaki dari Stasiun Sentral Den Haag, atau 30 menit dari Bandara Schiphol dengan menggunakan kereta api atau mobil, 3,5 jam dari Liessel dari kediaman kak Rina, dan penginapan suami dan saya.

    Tong Tong Fair berada di lahan seluas 22.000 m². Di Festival ini kita bisa melihat stand-stand makanan dan minuman khas Indonesia, teater kuliner, media dan seni pertunjukan, area bengkel, area untuk kuliah dan wawancara, daerah pasar, serta daerah untuk perdagangan.

    Tong Tong Festival ini diselenggarakan oleh Yayasan Tong Tong. Tujuan dari Tong Tong organisasi adalah untuk mendorong Budaya Hindia Eurasia dan untuk memperluas pemahaman sejarahnya. Budaya Hindia Eurasia adalah budaya berabad-abad, yang dimulai ketika pedagang Eropa berlayar ke kepulauan Indonesia dan mendirikan pos perdagangan mereka.

    *Klik gambar untuk melihat ukuran penuh (Foto-foto: dok. pribadi)

    Sumber: terjemahan bebas tongtongfestival.nl dan Wikipedia.org

    Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :

error: Content is protected !!