Tag: teman Indonesia

  • Hai Teman Indonesiaku

    Hai Teman Indonesiaku

    Kangen dengan Teman-teman saya di Indonesia, maka saya kirimlah email dibawah ini.

    ********************

    Hai teman-temanku tercinta .. lama tak bersua dengan kalian euy! ;-).

    Tak terasa tujuh bulan sudah saya jauh dari tanah air tercinta Indonesia, banyak suka dan duka tinggal jauh dari keluarga dan teman-teman tercinta di tanah air, kadang kangen masakan mama tercinta, kadang kangen teman-teman hang out bareng, kangen liat macetnya kota Jakarta, kangen abang bakso yang lewat di depan rumah, kangen cium bau pasar tradisional dekat rumah (pasar bedeng), kangen ponakanku Kiarra, kangen mbok Iem dirumah (kangen debat kusirnya hahaha), kangen mal-mal di Jakarta, pokoknya banyak kangennya deh!.

    Kalau ditanya betah gak di Jerman, jawaban saya, „ya di betah-betahin deh“ mulai cari kegiatan yang bisa membuat saya senang, seperti belajar masakan-masakan Jerman, bercocok tanam, tanam sayuran, bunga-bunga (bunga disini buanyak banget dan murah loh!, 10 tangkai mawar aja gak sampai 24 ribu rupiah, coba kalau di Indonesia, mau pesan bunga utk mamaku aja masah harga mulai 200ribuan hehehe), belajar bahasa Jerman, guru les saya asyik banget dan penampilannya modis, padahal usianya sudah lewat setengah abad, teman-teman kursus saya juga asyik-asyik, ada dari kazaktan, Rusia, dua orang dari Cina, Romania, Argentina, Turki, Brasilia. Kalau guru les saya asli Kazaktan namanya Frau Mutig, dia sudah 20 tahun menetap di Jerman. Kamis 16 Februari ini murid-murid ditugaskan bawa masakan asli negara masing-masing, kita mau makan bersama pas jam pelajaran (pas bahasan makanan), Hmm saya sedikit bingung, mau masak apa yang simpel ya?

    Saya sering mencurahkan isi hati melalui tulisan-tulisan (kalau lagi mood hehehe), jika teman-teman tertarik mengetahui cerita-cerita saya lainnya, silakan kunjungi blog saya –> http://pursuingmydream.wordpress.com

    Oh ya setelah masuk di blog saya, lihat bagian kanan, ada tulisan „Ikuti Blog melalui surat elektronik“. Masukkan alamat email kalian untuk mengikuti blog saya dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik, ditunggu kedatangan kalian ya.

    Saya juga dengan senang hati bertukar kabar dengan kalian, baik melalui email atau melalui komentar kalian di blog saya ;-).

  • Hoorraayyy, inilah teman Indonesia pertama saya :)

    Hoorraayyy, inilah teman Indonesia pertama saya 🙂

    Setelah pencarian selama empat bulan, tanya sana sini di berbagai milis tanpa hasil. Puji Tuhan, akhirnya, untuk pertama kalinya bertemu dengan teman Indonesia di desa ini. Hoorraayyy!!!.

    Namanya Eka , asal Surabaya, status sama seperti saya, menikah dengan pria Jerman. Saat ini Eka mempunyai satu orang putra (2 tahun), namanya Samuel. Tinggal di Bad Rappenau juga.

    Pertemuan pertama kami 6 Oktober 2011, jam 10:30 di depan gereja, dekat Rathaus Bad Rappenau, ini juga saya minta bertemu di tempat ini supaya saya gampang cari lokasinya he-he-he.

    Dari rumah, saya jalan kaki ke lokasi, jarak tempuh 15 menit. Pertemuan pertama juga saya langsung klik dengan Eka. Kenapa saya bilang langsung klik?

    • Kita seumuran, hanya beda 3 tahun (saya lebih tua :D). Karena beda umur hanya sedikit, jadi saya minta panggil nama saya saja “Nella” tanpa embel-embel “mbak” :P.
    • Kita se-iman, walau seiman, kadang belum tentu religious, nah setelah bincang-bincang selama 2,5 jam, saya bisa tahu kalau Eka nantinya bisa jadi teman rohani saja, untuk saling share.
    • Kita bisa saling bawa diri dalam persahabatan, maksudnya? hmm ada banyak sifat-sifat manusia di muka bumi ini, ya pintar-pintar kita saja dalam menjalin pertemanan, jangan karena hal sepele contoh “tidak diundang makan” bisa jadi ribut, atau jadi racun penyebar gossip.
    • Prinsip buat kita berdua, lebih baik sedikit teman namun punya hubungan dekat, bisa saling mengerti, daripada banyak teman malah bikin pusing.

    Oh ya balik ke lokasi pertemuan, dari tempat tersebut, kami jalan (kaki), Samuel (putranya Eka) mengendarai sepeda, kami saling berbincang-bincang sepanjang jalan, sedangkan Samuel dengan sepedanya mendahui jauh di depan. Kami menuju kurpark Bad Rappenau, sesekali Eka setengah berteriak supaya Samuel berhenti dengan sepedanya, sampai kami berdua dekat.

    Di lokasi ini (kurpark) ada danau dengan beberapa ekor angsa, ada banyak bangku-bangku taman, juga bunga-bunga yang indah dan berbagai pohon, kami berdua asyik berbincang-bincang banyak hal, mulai dari cerita awal kami berdua bertemu pasangan masing-masing, bagaimana pergumulan kami untuk ke Jerman, bagaimana kursus bahasa di Jerman, bagaimana sifat orang-orang Indonesia di Jerman, bagaiman gereja di Jerman, khususnya di Bad Rappenau, tempat tinggal kami, bahkan Eka memberitahukan lokasi tempat makan yang patut di datangi ;-).

    Karena belum puas berbincang-bincang di taman, kami lanjut menuju rumah Eka, supaya sekalian saya tahu rumahnya, nantinya saya bisa datang sendiri ;-).

    Oh ya, kami mampir dulu ke kedai makanan, Eka tahu tempat “Kebap” yang enak, sebenarnya saya sudah seringkali lewat kedai tersebut, tapi baru kali itu mencicipinya. Kebapnya dibungkus untuk kami nikmati dirumah Eka.

    Tiba dirumah Eka, selain menyantap kebap, saya juga disuguhi kopi (untuk menghangatkan badan), sesekali Samuel menunjukkan koleksi mainan-mainannya, termasuk buku-buku cerita miliknya. Wah saya bisa pinjam nih buat belajar bahasa Jerman he-he-he.

    Karena waktu sudah menunjukkan lewat  jam 13.00, maka saya pamitan karena dalam setengah jam Frank akan pulang kerja.

    This slideshow requires JavaScript.

error: Content is protected !!