Tag: Switzerland Trip

  • Tersesat di Bandara Zurich

    Tersesat di Bandara Zurich

    Tersesat di Bandara Zurich . 21 January 2011 Ketika tiba di Bandara Zurich, I got lost!!! ๐Ÿ˜ฅ .

    Willkommen im Zurich, Selamat datang di Zurich. Tersesat di Bandara Zurich
    Willkommen im Zurich, Selamat datang di Zurich

    Jadi ceritanya ketika pintu pesawat dibuka saya mampir ke toilet dipesawat (gak tahan kebelet 8 jam terbang dari Dubai) pas keluar pesawat lagi-lagi saya mampir ke toilet bandara, saya sibuk bebenah, bersih-bersih diri, cuci muka, bedakan dll, saya lupa nasehat teman saya โ€œBegitu keluar pesawat jangan ke toilet dulu tapi harus ikuti arusโ€, artinya ikuti orang-orang dimana kamu satu pesawat itu melangkah, apa yang mereka lakukan sampai mereka keluar bandara.

    Entah mengapa saat itu saya begitu bodoh lupa nasehat tersebut padahal ketika perjalanan LN saya pertama (Belanda) tahun 2009 saya melakukan nasehat teman saya itu.

    Di toilet ada dua gadis bule melakukan hal yang sama, mereka asyik bebenah sambil asyik ngobrol dengan bahasa yang saya tidak mengerti, lalu mereka keluar dan tinggallah saya seorang diri, saya terus asyik berdandan, padahal 14 jam terbang gak mandi ngapain juga toh dandan? Hahahaha ..

    Singkat cerita, begitu saya keluar toilet โ€œWHATTTT!!!! .. Saya SENDIRIANNN!!! Emakkk!!! Huhuhuhuhu .. kemana nih??? .. ngak ngerti ๐Ÿ™ ๐Ÿ™ .. oke tenang .. jalan lurus dulu โ€ฆ

    Pengen nangis deh!!! Ngak ngerti harus kemana .. oke saya tanya satu petugas katanya naik kereta dulu lalu bla .. bla .. bla .. didalam keretapun cuma ada dua orang termasuk saya! ๐Ÿ™

    Keluar kereta, saya tanya petugas di deretan loket, saya mau ambil bagasi kearah mana ya? Dia bilang kearah sana bla .. bla .. bla .. oke saya ikuti petunjuk si petugas, tetap gak nemu jalan keluar.

    Train in Zurich airport
    Train in Zurich airport

    Jalan lagi, tanya lagi .. naik kereta lagi, jalan lagi .. naik kereta lagi .. kok sama ya tadi sudah dari sini, naik escalator yang sama, gileeee deh .. sebelum naik kereta lagi saya tanya seorang wanita petugas kebersihan, langsung dia bicara dengan nada 5 oktaf โ€œKein English!โ€ dodol.. stupidonya diriku kenapa bertanya dengan petugas tersebut, sekarang di Swiss kebanyakan masyarakat setempat ya tentunya bicara bahasa Jerman atau Swiss Jerman.

    Selama hampir 1,5 jam lebih saya hanya berputar-putar ditempat yang sama! Karena otak ini sudah buntu rasanya :P, lalu saya nyalakan telp genggam saya dengan terpaksa (saya memang ingin matikan telp selama liburan karena kena biaya mahal kalau keasyikan ber-sms-ria) saya smslah sang โ€œkekasihโ€ โ€œHuhuhuhu I got lost in the airport, what should I do here …?โ€

    Saya disuruh cari jalan keluar, bagasi saya sudah ada di bagian โ€œlost and foundโ€ .. satu pertanyaan โ€œdari tadi memang saya mau keluar tapi dari manaaaaa โ€ฆ?

    Eh ada petugas bandara (wanita) itu lagi, tadi saya sudah bertanya dengan dia, masah saya tanya lagi kedia, maluu .. tapi wanita itu ramah banget! Dan dia kelihatannya sudah mau pulang selesai bertugas. Saya bertanya hal yang sama lagi, saya bilang saya masih belum berhasil temukan bagasi saya dan yang sekarang saya ingin lakukan โ€œingin keluar bandara iniโ€ Thanks God wanita tersebut bilang ikuti dia nanti saya diantar ke pintu keluar ..

    Naik kereta lagi, si wanita itu ngobrol sesekali dengan rekan kerja pria. Keluar kereta kami naik escalator, lalu dia bilang (saya pasang kuping baik-baik!!!) lewati loket tersebut untuk pemeriksaan visa dulu setelah itu jalan lurus diluar pintu tersebut tempat pengambilan bagasi dan bagian lost and found juga disebelahnya.

    (Eitttsss dalam hati) sudah beberapa kali (5 kalian ada deh!) lewat loket-loket ini kan tadi, padahal diatas loket juga sudah ada tulisan โ€œPemeriksaan Pasporโ€ dodol pangkat seribu deh diriku huahahahah, tadi kenapa petugas di loket yang pertama kali saya tanya kok gak ngomong harus lewat Pemeriksaan Paspor dulu??? atau saya yang gak mudeng??

    Pemeriksaan visa cepat paling 5 menit ditanya beberapa hal, sempat kecut juga pemeriksaan visa sendirian bisa-bisa kena masalah nih! .. ternyata lancar visa saya di cap, lalu saya keluar, terlihat dua pintu dengan lampu merah dan hijau dibagian atas masing-masing pintu, (saya bicara pada diri saya) โ€œoke masuk lewati pintu yang hijauโ€ (artinya kita tidak perlu melalui pemeriksaan khusus, bagasi tidak bawa barang-barang berbahaya).

    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss
    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss

    Begitu keluar, OMG benarrr inilah tempat yang sejak awal saya mau tuju, ban berjalan tempat bagasi keluar, saat itu lokasi tersebut ya sudah sepi, saya menoleh ke samping, bagian lost and found .. hahahha itu dua koper saya sudah ditaruh diatas trolley, saya hampiri meja pemeriksaan, perlihatkan tiket saya dan saya katakan ke petugas disana itu bagasi saya ๐Ÿ˜‰ .

    Kali ini gak akan nyasar, saya dorong trolley saya, lihat petunjuk โ€œExit Zurichโ€. Wah mau nangis atau tertawa terbahak-bahak menceritakan kebodohanku pas lihat wajah penjemputku ya ๐Ÿ˜‰ .

    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss
    Area Pengambilan Bagasi di bandara swiss

    Moral of the story tersesat di Bandara :
    1. Ketika keluar pesawat HARUS ikuti arus, jangan sok kepedean memisahkan diri, kecuali kalau sudah puluhan kali Anda keluar masuk bandara tersebut.
    2. Cari loket pemeriksaan paspor dulu, setelah di cap, langkah berikutnya.
    3. Ambil bagasi.
    4. Terserah kalau mau ke toilet atau dandan.

    Baca juga: Terkagum akan Megahnya Bandara Dubai

  • Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!

    Praise the Lord, I got the visa!!! Switzerland here I come!. Pagi ini, 31 Desember 2010 dipenghujung tahun 2010 saya mendapat kado tahun baru, yakni visa saya disetujui kedutaan Swiss, Hoorreee!!! Praise the Lord! :).

    Antara niat gak niat sebenarnya untuk pergi ke Swiss, mengingat saya masih harus kursus bahasa Jerman setiap sabtu (5 jam) dan kalau bolos lebih dari 3 kali berarti saya tidak lulus, bolos satu kali pelajaran saja sudah bikin pusing :-(, lalu rasanya sayang kalau hanya tinggal 2 minggu mengingat harga tiket yang mahal, pasporpun harus diperpanjang dulu, belum ini.. belum itu.. banyak pertimbangan kala itu yang membuat saya tidak nyaman untuk pergi, malah saya bilang ke โ€œdiaโ€ kalau hati ga tulus mau pergi nanti pesawat saya bisa jatuh loh! ๐Ÿ˜› Hahahah ..

    Setelah berpikir berulang kali, timbang sana sini dan berbicara dengan pujaan hati nun jauh disana hehehe .. saya putuskan perpanjang paspor (dengan setengah hati :D), setelah paspor selesai di awal Desember, mulailah saya mengumpulkan surat-surat yang dibutuhkan untuk mengurus visa. Tujuan saya kedutaan Swiss.

    Sedikit komplain pada keadaan โ€œKenapa ya kalau orang asing mau berkunjung ke negeri kita begitu mudahnya, tinggal apply visa on arrival di bandara ketika mereka tiba, sedangkan kalau kita ke luar negeri (Eropa/barat) ribettttt dengan urusan tetek bengek surat-surat yang bikin pusingโ€.

    Saya jadi ingat lagi kejadian Agustus 2009, kala itu saya dapat masalah dikedutaan Belanda, dimana jadwal saya untuk bisa apply visa dibuat jauh sekali, padahal saat itu saya sudah beli tiket, kalau saya tidak berangkat pada tanggal yang tertera maka tiket saya hangus, sekali lagi โ€œPraise the Lord!โ€ akhirnya semuanya beres ..

    Nah kejadian tahun 2009 tersebut bikin nyali saya sedikit ciut untuk apply visa di kedutaan Swiss.

    Saya baca tulisan seorang mengenai pengalaman dia, karena dari luar kota, maka jam 7 pagi dia sudah sampai di kedutaan (padahal baru buka jam 09.00) dan dia dapat antrian nomer 2. Lalu baca lagi mengenai pengalaman orang-orang ada yang diterima atau ditolak visanya dll.

    Ketika itu 21 Desember 2010 saya gunakan cuti terakhir saya untuk apply visanya. Beberapa minggu sebelumnya sudah sibuk cari-cari informasi mengenai bagaimana prosedur apply visa di kedutaan Swiss, saya baca-baca websitenya dan juga rajin berkomunikasi dengan rekan-rekan milis travelling yang sudah punya pengalaman sebelumnya.

    Saya sampai di kedutaan jam 08.40 saya pikir pasti sudah orang ngantri deh! (mengingat cerita rekan di milis yang datang jam 7 no. antriannya kedua), tapi ko sepi, saya tengok kanan kiri hanya saya dan adik saya saja yang berada di depan gerbang kedutaan, saya bilang ke satpam yang berdiri disana โ€œmau apply visaโ€ dibilang tunggu jam 9 baru buka. Ooo ternyata saya orang pertama loh! ๐Ÿ˜€

    Oh ya 2 hari sebelumnya pengundang/sponsor saya sudah mengirimkan semua surat-surat melalui email ke kedutaan, termasuk surat undangan yang dibutuhkan sebagai persyaratannya, jadi saya datang ke kedutaan dengan kopian semua surat-surat dan paspor asli saya.

    Pintu gerbang dibuka, tas dan barang-barang harus disimpan di loker, hp titip di satpam, tinggalkan ktp, dan saya diberi tanda pengenal untuk bisa masuk, sebelum masuk ke area kedutaan ada petugas yang memeriksa seluruh badan dengan suatu alat.

    Saya masuk suatu ruangan โ€œdeg-deg an euy! dihadapan saya ada ruangan yang dipisahkan kaca besar, lalu seorang wanita bule yang fasih berbahasa Indonesia menanyakan keperluan saya, dia salah satu konsularnya, dia memeriksa semua berkas surat saya sambil tanya macam-macam. Lalu saya disuruh keruang sebelah untuk proses interview. Kali ini petugasnya wanita Indonesia, saya di tanya buanyaakkkkk sekali pertanyaan sambil sekali sekali dia mengisi suatu form dari jawaban yang saya berikan.

    Tahun 2009 waktu apply visa dikedutaan Belanda, wawancara singkat deh! Kira-kira 10 menit saja, nah kalau di kedutaan Swiss makan waktu 45 menitan, ya mungkin karena hanya saja saja yang apply visa saat itu, jadi saya sekalian diajak ngobrol kali yaaaaa ๐Ÿ˜€

    Selesai interview saya kembali keruang pertama dan diberikan selembar kertas, tertera tanggal kapan saya bisa kembali untuk menanyakan visa saya, kalau visa ditolak maka biaya pengurusan visa Rp.750.000 akan hangus.

    Ternyata sorenya pihak kedutaan menelepon sponsor saya di Swiss, ditanya buanyakkkk hal juga seperti saya, mau di kros cek kali ya apa perkataan kami berdua sama heheheh .. entah semua kedutaan melakukan hal yang sama atau tidak, namun ini kali pertama saya tahu kalau pihak kedutaan sampai sedetail itu menghubungi pengundang di Swiss.

    Kalau di hitung-hitung berarti dalam 8 hari kerja saja visa sudah saya peroleh, padahal setahu saja paling tidak 10 hari kerja visa baru bisa diperoleh dan itu juga belum pasti dapat.

    Nah karena visa sudah saya peroleh, maka saya segera meluncur ke travel agent untuk bayar tiket yang telah saya booking. Tenanglah kini hatiku, tinggal ngurus koper dan isinya ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ :).

    Switzerland here I come! ๐Ÿ˜‰

error: Content is protected !!