Menggigil di Musim Dingin. Hari ini saya bangun jam 6.50 pagi, tepatnya dibangunin jam weker
. Biasanya jam 9 pagi, bahkan lebih baru bangun hehe. Kalau bisa memilih maunya ditempat tidur yang hangat lebih lama deh, namun apa daya ada urusan ke luar rumah (ke kota sebelah) jadi dipaksain saja.
Kalau bangun lebih awal dari biasanyan, saya tidak selera sarapan. Jadi tadi pagi hanya makan sepotong croissant yang beli kemarin sore.

Saya lihat termometer, nyali langsung ciut. Di luar suhunya minus 4,3. Saya berpikir mana lebih baik, „naik bus dari depan rumah, tapi harus berdingin ria di stasiun kereta selama 25 menit, atau jalan kaki ke stasiun dan cuma nunggu 2-3 menit sampai kereta datang?“. Frank sampai saya bangunin dan minta pendapatnya, dan dia bilang jalan kaki saja pelan-pelan.
Saya punya waktu 10 menit nonton berita pagi 🙂 .
Waktunya berangkat, saya gunakan dua lapis kaos kaki (wol), baru kemarin coba (biasanya hanya satu lapis), ternyata nyaman banget. Untungnya boot saya masih longgar, jadi bisa pakai 2 lapis kaos kaki. Syal, penutup kepala, jaket, sarung tangan, sudah lengkap berani keluar rumah.

Saya butuh kurang lebih 20 menit jalan kaki ke stasiun kereta, kalau jalan kan badan bergerak sehingga tidak terlalu terasa dingin. Udara sangat dingin membuat nafas yang keluar dari mulut berasap, seperti nafas naga 😎 hahaha.
Turun dari kereta, saya masih harus berjalan kaki lagi sekitar 15 menit sampai di tempat tujuan. Dalam perjalanan saya potret bunga-bunga mawar yang masih terlihat keindahannya dan kekuatannya menghadapi udara dingin.
Sampai di tempat bikin satu foto dulu ah 😉 .

Jam 12 siang selesai urusannya, mari pulang. Jalan kaki cepat-cepat karena kereta balik jam12.21. Oh ya saya sudah pernah cerita belum ya, kalau pejalan kaki disini diutamakan loh. Pencet tombol lampu penyeberangan, maka semua mobil berhenti khusus untuk saya seorang haha. Sebenarnya kalau tidak sedang buru-buru, saya lebih suka menunggu jalanan sepi, baru pencet tombolnya, karena kasihan yang naik mobil mungkin banyak kepentingan toh.

Sambil menunggu kereta sekitar 2 menit, saya potret pohon yang diatasnya banyak bentuk bulat-bulat seperti bola-bola dari jaring atau rumput. Nah itu adalah sarang-sarang burung, unik ya bentuknya 😀 .

Sampai di sini dulu cerita musim dinginnya, akan saya sambung di lain hari 🙂 .
I love the look of Winter, but hate the temperature. -Unknown quotes
Baca juga:
• Musim Dingin 2012 di Jerman
• Beberapa Cara Mengatasi Rasa Dingin
• Indahnya Warna Musim Gugur
• Kota Tua Bad Wimpfen

