Tag: Museum di Jerman

  • Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer

    Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer

    Jalan-jalan Ke Museum Tehnik Speyer Jerman. 21 April 2012. Hari itu kami (keluargaku), ka Rina, suami dan putranya Nico, kami berwisata ke museum di Speyer. Mamaku dan saya naik mobilnya ka Rina, sedangkan Roy dan ayahku bersama Frank satu mobil. Bertanya ke mbah google jarak dari Bad Rappenau ke Speyer adalah sekitar 59 km, ya karena ada sedikit macet dan juga sempat hujan sebentar, maka jadi membutuhkan waktu lebih dari sejam-an. Sesekali saya ngobrol dengan ka Rina supaya tidak bosan. Setelah dari museum ka Rina sekeluarga langsung balik ke Belanda ;-).

    Museum Tehnik Speyer: Museum ini buka 365 hari sepanjang tahun. Senin sampai Jumat buka dari jam 9 pagi sampai jam 6 sore, sedangkan Sabtu & Minggu buka dari jam 9 pagi sampai jam 7 malam.

    Tiket masuk museum untuk anak-anak sampai usia 5 tahun GRATIS, dewasa 14 EUR, kalau Anda juga berminat sekalian untuk menonton film 3D maka tiketnya menjadi 18 EUR, anak-anak 14 EUR. Kalau mau menonton saja dan tidak pergi ke museum maka untuk anak-anak sampai 14 tahun 7,50 EUR sedangkan dewasa 10 EUR.

    Sebaiknya dari awal Anda memutuskan apakah mau menonton atau tidak, karena kalau beli tiket museum sekaligus dengan tiket menonton maka akan lebih hemat. (1 EUR kira-kira = Rp. 12.000).

    Semua judul film 3D nya dalam bahasa Jerman!.

    Bagi penyandang cacat tiketnya sama dengan harga tiket untuk anak-anak dibawah usia 14 tahun, diskonnya juga berlaku bagi pendampingnya. Anda harus siapkan kartu identitas. Sebagai catatan 95% area museum dapat dilalui bagi penyandang cacat, dapat diakses dengan kursi-roda, kecuali area Boeing 747 atau Spaceship BURAN tidak bisa karena Anda harus menaiki tangga.

    Anda juga bisa masuk GRATIS jika pada saat kunjungan Anda sedang berulang tahun, berlaku untuk anak-anak dan dewasa dengan menunjukkan kartu identitas.

    Lah saya kok jadi membahas detail mengenai harga tiket museum, seperti marketingnya saja he-he-he. Oke lanjut ceritanya ya!

    Tiket jangan hilang ya, karena kita bisa mengunjungi Museum Wilhelmsbau yang ada didekat area Museum Tehnik. Jam buka Museum Wilhelmsbau dari 11 siang sampai jam 6 sore. Sayang keluarga dan saya tidak berkesempatan masuk ke Museum Wilhelmsbau ini. Kalau mau lihat detail tentang Museum Wilhelmsbau klik http://speyer.technik-museum.de/en/en/museum-wilhelmsbau

    Di museum Tehnik Speyer ini kita bisa melihat-lihat pesawat terbang, pesawat jet, kereta api, mobil-mobil kuno, beberapa tipe kapal, seperti kapal selam, macam-macam motor kuno dan modern, alat musik seperti organ dan lainnya, kendaran-kendaraan militer dengan berbagai tipe dan model. Pengunjung bisa menyentuh dan masuk ke kendaraan tersebut, kecuali kalau ke mobil-mobil tidak bisa karena ada pagar pembatasnya.

    Video Boeing 747 ketika akan dibawa ke museum

    Pengunjung bisa melihat beberapa Miniatur Model Museum, ada miniature pedesaan atau perkotaan dilengkapi kereta api, kalau pengunjung ingin melihat Miniaturnya bergerak silakan masukkan uang logam 1 sampai 2 Euro.

    Video Pesawat Rusia Spaceshuttle BURAN ketika akan dibawa ke museum

    untuk ke halaman berikutnya klik ⇒ Next/Lanjut

  • Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg

    Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg. 10 Juli lalu saya dan Frank mengujungi Heidelberg. Sebenarnya pertama harus membahas mengenai kastil Heideilberg dahulu, namun karena museum farmasi Jerman lebih menarik perhatian saya, maka cerita mengenai kastil akan menyusul kemudian ya 😉 .

    Museum Farmasi Jerman berada didalam area Kastil Heidelberg, dengan lebih dari 20.000 objek, koleksi museum ini terbesar dan terbaik di seluruh dunia yang mana mencakup dua ribu tahun sejarah ilmu kedokteran khususnya sejarah farmasi.

    >>Jam Buka Museum

    Bulan April – Oktober : tiap hari Jam 10.00 – 18.00, terakhir masuk jam 17.40

    Bulan November – Maret : tiap hari Jam 10.00 – 17.30, terakhir masuk jam 17.10

    >>Tiket Masuk
    Dewasa : 5 Euro
    Anak/pelajar : 3 Euro

    *Kalau sudah beli tiket masuk kastil Heidelberg, maka masuk museum farmasi Jerman gratis.

    Pengunjung diperbolehkan memotret seluruh koleksi didalam museum namun ada catatan penting, kita tidak boleh menggunakan lampu cahaya (blitz) pada kamera.

    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman. Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
    Pintu Masuk Museum Farmasi Jerman

    Mari kita mulai perjalanan menikmati Museum Farmasi Jerman yang menakjubkan!

    ::: Ruang 1 :::

    Diruang ini selain ada meja resepsionis, kita juga bisa melihat satu lemari dengan empat rak berikut delapan pintunya dari periode Baroque, didalamnya terdapat banyak bagian potongan furnitur dan perlengkapan lain dari apotik. Tanggal tertua mebel adalah dari gudang farmasi kota Mosbach, Abad 17.

    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750
    Rak, Schongau biara, berisi produk farmasi asli dalam botol kaca, sekitar tahun 1750

    >>Sejarah Apotek dan Profesi Apoteker

    Prinsip-prinsip kuno dari pengobatan, terutama hal-hal yang menarik dari abad 13 sampai abad 21 akan dibahas sebagai pengantar di ruang 2.

    ::: Ruang 2 :::

    Pengantar Sejarah Farmasi

    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Selamat Datang di Museum Farmasi Jerman. Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 - Pengantar Sejarah Farmasi
    Koleksi Ruang 2 – Pengantar Sejarah Farmasi

    Diruang ini pengunjung akan disuguhi penjelasan mengenai apotek pertama dan profesi apoteker di negara-negara berbahasa Jerman, pengembangan undang-undang Farmasi, peran apotek biara, pengaruh pengamatan alam dan alkimia lebih dari pengetahuan medis, perubahan intensif disebabkan oleh berkembang pesatnya ilmu alam, pengaruh signifikan dari kepribadian para ilmuwan, dan juga perubahan pelatihan akademik dan diferensiasi profesi farmasi di abad ke-19 dan 20, industrialisasi, farmasi tahun 1933-1945, pengembangan setelah perang, perubahan pendirian posisi farmasi dan apoteker adalah kata kunci hari ini di topik area pengantar.

    Farmakope Jerman
    Farmakope Jerman
    Mesin Destilasi Uap
    Mesin Destilasi Uap
    Etiket Obat
    Etiket Obat
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Wadah dosis tunggal dalam ampul
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Etase koleksi Ruang Dua Museum Farmasi Jerman
    Aspirin
    Aspirin

    Setelah puas berada di ruang pengenalan, mari kita memasuki area interaktif di ruang 3.

    ::: Ruang 3 :::

    Sejak tahun 2007 ada daerah yang menarik untuk dikunjungi anak-anak yang juga berada di dalam museum farmasi Jerman, yakni ruang Farmasi Anak.

    Interior ruangan dibuat sedemikian rupa dengan nuansa cerah khas anak-anak. Terdapat lemari dengan laci-laci yang bisa dibuka yang berisi berbagai macam bahan obat. Kita bisa meminta resep teh sehat di meja petugas di pintu masuk museum lalu kita bisa meracik sendiri teh dengan rasa sesuai dengan keinginan kita.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Semua teh mengandung tiga bahan, kita bisa mengambil bahan-bahasnya dari rak obat. Kita bisa menggunakan mortir granit besar untuk mendapatkan minyak esensial dari bahan yang kita racik. Setiap anak dapat mengambil produk, menyiapkan teh yang lezat yang dikemas dengan label museum yang indah untuk dibawa pulang.

    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman
    Farmasi Anak di Museum Farmasi Jerman

    Selanjutnya mari kita melangkah ke toko farmasi dari awal abad ke 19 yang berada di ruang 4.

    ::: Ruang 4 :::

    Disini terdapat perabotan yang terbuat dari kayu Ceri yang pembuatannya berdasarkan instruksi pemiliknya Chr. J. Faulhaber. Koleksinya tersebut menghiasi “Farmasi Crown” di kota Ulm merupakan bagian dari “Farmasi sebagai tempat kerja” dan kini menjadi bagian dari museum farmasi Jerman.

    Toko Farmasi Awal Abad 19
    Toko Farmasi Awal Abad 19

    Setelah melewati kanopi menutup apotek di ruang 4, mari kita menuju ruang 5.

    ::: Ruang 5 :::

    Tema besar berikutnya muncul setelah “Farmasi Crown”. Dengan bantuan dari koleksi yang luar biasa obat berharga dari abad 17 ke abad 19, Anda akan menemukan dasar produksi farmasi di 28 kasus. Lebih dari 1000 koleksi bahan baku yang mewakili berbagai zat medis dari periode ini: “materia medica”.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Koleksi obat-obatan (abad 17-21). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5 Koleksi obat-obatan (abad 17-21.). Museum Farmasi Jerman

    Ada obat lama ajaib yang terlupakan seperti unicorn, mumi, atau obat universal yang disebut “theriac” mengandung opium dan lebih dari 200 bahan lainnya. Koleksi di ruang ini membawa pengunjung kembali ke masa lalu. Ruangan dibagi menjadi tiga “kerajaan alam” (regnae Naturae) sesuai dengan klasifikasi sejarah: kerajaan mineral, tumbuhan, dan hewan.

    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman
    Ruang 5. Dedikasi terhadap Obat. Museum Farmasi Jerman

    Penerapan zat tumbuhan, mineral, atau hewan seringkali tampaknya aneh bagi kita, tapi itu terlibat dalam sistem medis konklusif sesuai dengan pengetahuan pada waktu itu.

    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18
    Ruang 5. koleksi bahan baku untuk obat-obatan abad 17-18

    Setelah mengamati gambaran dari obat farmasi dan penerapannya, mari kita lanjutkan tur ke sebuah ruangan besar yang dibuat sedemikian rupa sehingga menampilkan rupa toko obat, dengan tema utama “Toko Farmasi sebagai tempat kerja“. Disini akan disajikan tiga bagian penting : OFFICINA, ruang untuk mengolah tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya, dan laboratorium.

    masih ada ruang 6 – 11 (Baca: Bagian 2 Museum Farmasi di Kastil Heidelberg, Jerman).

     

    Baca juga: Catatan Tinggal di Jerman

error: Content is protected !!