Tag: media sosial

  • Tips Aman Ber-Sosial Media

    Tips Aman Ber-Sosial Media

    Melanjutkan tulisan saya sebelumnya Hati – Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial, disini saya mencoba memberikan beberapa tips menurut saya pribadi:

    Tips Aman Ber-Sosial Media
    Blog + Social Media (Foto: gettyimages)

    Tips Aman Ber-Sosial Media:
    Kenali semua teman-teman di media sosial semacam Facebook, Twitter, myspace dan lainnya. Anda termasuk orang yang bermurah hati, menerima siapapun menjadi teman Anda di media sosial hingga jumlah teman Anda mencapai ribuan, sebaiknya buat folder-folder khusus dimana Anda memisahkan antara teman dekat yang Anda kenal dengan baik dan teman yang hanya Anda kenal secara online.

    • Maksud no. 1 diatas adalah ketika Anda posting status atau upload foto-foto maka orang-orang yang telah Anda kenal dengan baiklah yang bisa melihat album foto Anda, untuk hal ini Anda bisa atur setting-an-nya di media sosial tersebut. Kalau di Facebook http://www.facebook.com/settings/?tab=privacy&ref=mb

    JANGAN upload foto-foto pribadi dengan busanan minim semacam bikini, kita (Indonesia) masih menganut budaya timur, sopanlah berpakaian, kecuali kalau Anda siap foto Anda menjadi bahan gosip atau olok-olok teman-teman Anda. Mungkin banyak dari Anda yang menikah dengan orang asing dan tinggal di luar Indonesia dan mengikuti cara berpakaian dimana Anda tinggal. Menurut saya tidak ada salahnya kita berpakaian minim, namun kalau saya pribadi akan berpikir ulang untuk meng-upload foto semacam itu ke media sosial dimana sebagian besar adalah teman-teman dari Asia.

    Apakah account Anda terbuka (bisa terbaca) umum?, sebaiknya atur setinggan-an-nya supaya HANYA teman Anda yang bisa melihat FB Anda, kecuali kalau Anda artis atau orang penting yang butuh publikasi.
    • Jangan membuat status-status yang beresiko, contohnya : “Tidak ada di rumah, sekarang berangkat kerja” atau rumah kosong, home alone“. Hal ini bisa dapat mengundang pencuri atau orang berniat buruk.

    Baca juga: 5 Fakta Facebook yang Kadang Diabaikan Penggunanya

    Jangan sering-sering update status atau memberikan komen ke teman ketika Anda bekerja di kantor, apalagi kalau atasan atau manager Anda menjadi salah satu teman di media sosial yang Anda ikuti, alih-alih atasan kita mengira kita tidak bekera dengan baik.

    Jangan membuat status mengenai perusahaan atau orang-orang penting, atau atasan Anda, bahkan kompetitor perusahaan Anda, sekalipun mungkin Anda sedang kesal dengan mereka, lebih baik datangi langsung yang bersangkutan. Jangan membuat semua teman Anda di media sosial mengetahui masalah Anda dan Anda menjadi bahan gosip atau olok-olok.

    • Jika Anda mempunyai online album semacam photobucket, Flickr dan lainnya, sebaiknya kunci albumnya menjadi “private“ artinya hanya Anda yang bisa melihat isi album tersebut

    • Dari sekian ratus teman Anda di media sosial, pasti setidaknya ada satu atau dua yang tidak suka dengan Anda, jangan memancing pertengkaran di dinding media sosial apalagi yang bisa dibaca semua teman-teman Anda.
    • Kalau ada yang mau disampaikan ke salah satu teman, lebih baik gunakan japri (jalur pribadi) kecuali kalau Anda mau pesan Anda dibaca semua teman-teman Anda.

    • Kalau sedang emosi lebih baik “segera jauhi media sosial!“ Jangan membuat status yang bisa menjadi bahan gosip atau olok-olok teman-teman Anda

    Selamat bersosial Media! 😉 .

  • Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial

    Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial

    Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial. Apakah Anda pernah mendengar istilah Geotags atau Geotagging?

    Saya baru mengetahui baru-baru ini dan hal ini membuat diri saya lebih berhati-hati dengan koleksi foto-foto pribadi (bukan foto porno ya! Hehe gak punya tuh 😛 ) maksudnya adalah koleksi foto-foto saya bersama teman-teman dan keluarga.

    Dunia saat ini semakin canggih, sangking canggihnya, koleksi foto-foto kita yang bejibun banyaknya bisa dengan mudah disimpan secara online di media sosial semacam facebook, twitter atau album online semacam photobucket, Flickr di dunia maya. Mungkin Anda dan juga saya sendiri terkadang tidak menyadari resiko foto-foto kita yang beredar tersebut bisa dimanfaatkan orang-orang tak bertanggungjawab termasuk resiko kejahatan akan mengintai Anda.

    Oh ya balik lagi dulu ke istilah Geotags atau Geotagging. Geotagging ini adalah sebuah proses pemberian identifikasi geografis dalam metadata suatu media seperti video, foto, website, dalam metadata nantinya akan terdapat informasi koordinat.

    Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial. Contoh Informasi Geotagging . Sumber Foto wikipedia
    Contoh Informasi Geotagging . Sumber Foto wikipedia

    Geotags antara lain terdapat pada alat digital seperti pada kamera “Solmeta N2 Kompass” untuk Nikon DSLR, karena sekarang eranya smartphone, jadi Geotags juga terdapat pada Iphone, BlackBerry, Android dan perangkat Palm.

    Peter Eckersley, seorang staf Electronic Frontier Foundation di San Francisco memberikan komentarnya di New York Times dia katakan “bahwa sangat sedikit orang tahu tentang kemampun geotags, bahkan banyak yang sama sekali tidak tahu menu menonaktifkan geotags“. Benar banget! Saya juga tidak mengerti istilah tersebut dan tidak mengerti bagaimana cara menonaktifkannya di alat digital saya :D.

    Please deh jangan berbelit-belit cerita, intinya apa yaaa ..

    Pasti sedikit yang tahu Adam Savage kan? namun di dunia barat, Adam Savage adalah seorang pembawa acara program ilmu pengetahuan populer “MythBusters” Suatu kali dia memposting gambar mobil yang diparkir di depan rumahnya, di Twitter, artinya dia membiarkan para penggemarnya mengetahui privasinya.

    Gambar yang diunggah dari smartphone seperti Iphone melalui Geotags itu, dapat diketahui, dimana gambar foto tersebut diambil. Apalagi dalam gambar tersebut dituliskan sebuah teks oleh Adam, “Tidak ada di rumah, sekarang berangkat kerja”. Hal ini bisa dapat mengundang pencuri.

    Lokasi seseorang juga terungkap ketika menggunakan layanan seperti Foursquare dan Gowalla saat posting ke Twitter dari GPS-enabled.

    Frank, suami saya tercinta di awal perkenalan kami, dia tidak punya account di facebook, “hari gene gak punya FB, apa kata dunia! ” he-he-he akhirnya dia ikutan gabung di FB, tapi setelah kami menikah dia hapus accountnya, dia tidak pernah memberikan data pribadinya secara mudah kepada orang lain, contohnya tidak mau ikut-ikut undian (saya juga dilarang keras!, hiks), tidak mau mendapatkan informasi atau penawaran-penawaran apapun yang dikirim ke rumah, misal dari supermarket atau perusahaan tertentu.

    Beberapa kali dia memperingatkan saya untuk berhati-hati dengan FB, karena dia baca peraturan dan ketentuan FB, FB bisa memberikan data-data pribadi kita ke pihak lain. Dia tidak bergabung dengan media sosial apapun. Saya sempat beberapa kali ingin bertemu muka (di Eropa) dengan teman yang saya kenal via internet, tapi Frank tidak mengizinkan saya pergi sendiri, dia bilang dia harus bertemu muka dahulu dengan teman yang saya hendak temui tersebut, kemudian saya diceramahi macam-macam, panjang lebar dan dibilang nanti bisa diculiklah dan lain-lain, dan lain-lain, padahal saya dan teman saya bukan sekali dua kali berbincang-bincang via internet dan teman yang saya hendak temui tersebut (teman Indonesia) di rekomendasikan teman saya yang lain (sudah saya kenal).

    Kalau suasana sudah agak cair, biasanya saya bercanda, saya bilang “apa kamu termasuk salah satu pejabat penting disini, atau calon president United State Amerika?” 😉 .

     

    Baca juga: Daftar Postingan Frauds/penipuan

error: Content is protected !!