Tag: Wisata di Amsterdam

  • Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam . Sampailah saya dan teman saya di dekat Museum Lilin Madame Tussaud, wahhhh ramaiii sekali, oh ya pantaslah 12 September 2009 hari ini kan sabtu, jadi banyak orang-orang yang berwisata :D.

    Serunya ke Museum Madame Tussaud Amsterdam. Ramainya Amsterdam
    Ramainya Amsterdam

    Entah apa nama tempat ini, lokasinya persis di depan Madame Tussaud, saat itu lapangan ini selain diramaikan oleh pengunjung, banyak pula pertunjukan jalan raya, seperti sirkus ukuran kecil, atraksi sulap kecil kecilan, akrobat atau orang yang berpantomin, oh ya tak kalah seru ada gerobak yang mempertunjukan sandiwara boneka dengan musik khas Belanda, sayangnya saya hanya mengambil gambar versi video dari handphone jadi hasilnya tidak bagus hikss :’(.

    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda
    Kereta Boneka dengan Musik Khas Belanda

    Sudah hampir jam tiga sore, yuk! siap siap ke Madame Tussaud, sebelum itu berfoto dulu sekali aja ko hehe

    Berpose sebelum masuk museum
    Berpose sebelum masuk museum

    Museum Madame Tussaud buka setiap hari dari jam 10:00 pagi sampai 5:30 sore. Museum ini terletak di Dam Square, di jantungnya kota Amsterdam. Lokasi ini bisa dicapai dengan berjalan kaki kurang lebih 10 menit dari stasiun kereta Amsterdam atau jika Anda menggunakan transportasi umum bisa lihat Peta ke Museum Madame Tussaud

    Didalam museum ini Anda akan diajak kurang lebih 1 jam 15 menit menyaksikan glamornya dunia para politisi, artis, atau orang terkenal lainnya dan Anda akan takjub karena Anda merasa sedang berdiri dihadapan orang-orang ternama tersebut ;-).

    Oh ya kalau mengunjungi museum ini, satu hal yang tidak boleh dilupakan bawalah kamera Anda! bagus juga kalau ada handycam supaya Anda bisa merekam momen – momen Anda bersama patung lilin favorit ;-).

    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam
    Museum Lilin Madame Tussaud Amsterdam

    Huhuhuhuhu, atrian masuk museum panjanggg sekali 🙁 hiks! masuk ngga ..? ..ngga masuk ..? tapi kalau tidak masuk kapan lagi bisa berkesempatan mengunjungi tempat ini..

    Setelah mengantri (berdiri!) selama 1,5 jam akhirnya masuklah kami. Beberapa hari sebelumnya saya lihat di website museum ini ada diskon, namun pas datang langsung petugasnya bilang tidak berlaku diskon hikss .

    Harga tiket dewasa € 21,- Anak – anak (usia 5-15) € 16,- yang gratis untuk bayi sampai anak usia 4 tahun, kalau di rupiahkan dengan kurs saat itu sekitar Rp.270.000, pertama kalinya saya masuk museum dengan tiket semahal itu!, ya tak mengapalah daripada penasaran dan kapan lagi punya kesempatan langkah seperti ini, jadi tak perlu dipikirkan harganya, dan kalau lagi jalan-jalan jangan sering meng-kursnya pengeluaran Anda ke Rupiah karena pasti akan syok, dengan komentar “muahall bangettt ..” he-he-he.

    Marie Tussaud atau yang lebih dikenal sebagai Madame Tussaud (lahir 1761, wafat 1850), lahir sebagai Marie Grosholtz di Strasbourg, Perancis. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk Dr. Phillippe Curtius, seorang dokter yang mahir dalam pembuatan patung lilin. Curtius mendidik Tussaud dalam seni patung lilin. Di tahun 1765, Curtius membuat patung lilin Marie-Jeanne du Barry, selir dari Raja Louis XV dari Perancis. Cetakan dari patung tersebut adalah benda tertua yang masih ada dari sejarah museum patung lilin ini.

    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud
    berfoto dengan Patung lilin Madame Marie Tussaud

    Tussaud membuat patung lilin pertamanya, yaitu patung Francois Marie Arouet de Voltaire, atau yang lebih dikenal hanya dengan Voltaire, di tahun 1777. Tokoh-tokoh terkenal lainnya yang dipatungkannya antara lain Jean Jacques Rousseau dan Benjamin Franklin. Selama Revolusi Perancis ia membuat penutup wajah jenasah bagi para tokoh yang menjadi korban. Ia rela untuk mencari kepala-kepala para korban yang terputus ini di tengah-tengah timbunan jenasah agar bisa menyelesaikan penutup wajah jenasah ini dengan sempurna.

    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake
    Patung Lilin George Bush, Lady Diana dan Justin Timberlake

    Ketika Curtius meninggal di tahun 1794, ia meninggalkan koleksi patung-patung lilinnya pada Tussaud. di tahun 1802, Marie Tussaud pindah ke London. Sebagai konsekwensi Perang Inggris-Perancis, ia tidak bisa kembali ke Perancis sehingga untuk hidup ia harus berkeliling Inggris dan Irlandia memamerkan karya-karyanya. Sekali waktu karya-karyanya itu pernah dipamerkan di Lyceum Theatre. Ia akhirnya memiliki tempat pameran permanen buat karya-karyanya di Baker Street, London, di tahun 1835 (di tempat yang disebut “Baker Street Bazaar”).

    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan
    Berfoto dengan Patung Lilin Tokoh-tokoh Terkenal. Patung Lilin menakjubkan

    Museum lilin Madame Tussaud kini telah berkembang menjadi sebuah tujuan wisata di London, berdampingan (hingga baru-baru ini) dengan London Planetarium di sisi baratnya. Museum ini telah memiliki cabang di Amsterdam, Las Vegas, New York City, Hongkong, Shanghai, Hollywood-Los Angeles, dan Washington D.C. Kini, patung-patung lilin Madame Tussauds terdiri atas tokoh-tokoh sejarah, keluarga kerajaan, bintang film, atlet tenar dan tokoh-tokoh kriminal yang tenar.

    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe
    Patung Lilin Pierce Brosnan, Jacko, Nicolas Cage & Marilyn Monroe

    Museum Madame Tussauds saat ini dimiliki oleh sebuah perusahaan wisata bernama Merlin Entertainments setelah mengakuisisi Tussauds Group pada bulan Mei 2007.

    Masih di Madame Tussaud
    Masih di Madame Tussaud

    Inilah pemandangan dari atas Madame Tussaud ..

    View dari atas Madam Tussaud
    View dari atas Madam Tussaud

    Saya temukan satu patung yang unik dengan ukuran besar, letaknya diatas pintu keluar museum. Menurut Anda mengenai apa patung ini …? 😀 .

    Patungnya Unik sekali
    Patungnya Unik sekali

    Sumber :
    id.wikipedia-Madame_Tussauds
    dan www.madametussauds.com/amsterdam

    Baca juga: Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

  • Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam . Kami naik kereta dari stasiun s’-Hertogenbosch tujuan Amsterdam, pemandangan sepanjang perjalanan buat saya sangatlah menyenangkan, jadi seperti anak kecil yang senang diajak jalan-jalan orangtuanya he-he-he. Untungnya nih kami dapat tempat duduk di kereta, karena kalau di jam – jam sibuk (kantor) kadang kereta penuh, tapi tenang saja, kondisi dalam kereta di Belanda ini tidak seperti kereta di Jakarta ko yang penuh sesak plus bau :D.

    Banyak juga loh orang – orang yang naik kereta membawa sepeda mereka tapi kebanyakan yang sepeda lipat, jadi ketika turun kereta bisa lanjut dengan sepeda ke tempat tujuan berikutnya. Udara di Belanda bersihhh sekali, karena banyak bangetttt orang-orang disini yang naik sepeda mulai dari anak kecil sampai para manula, jadi jangan heran banyak parkiran sepeda di mana – mana (kebalikannya kalau di Jakarta yang banyak malah parkiran motor 😛 ).

    Amsterdam adalah ibu kota Belanda secara de jure, tertulis di dalam undang-undang dasar. Secara de facto, pusat pemerintahan, parlemen, mahkamag agung, ratu dan perwakilan negara asing berkedudukan di Den Haag.

    Kota Amsterdam memiliki penduduk sebanyak 742.951 jiwa dengan wilayah sebesar 219,07 km2. Kota ini secara administratif dibagi menjadi 15 bagian yang kurang lebih bisa disamakan dengan kecamatan di Indonesia tetapi disebut dengan istilah deelgemeente. (sumber id.wikipedia).

    Sekitar jam 11 pagi sampailah kami di Amsterdam, cuacanya hangattttt, ambil satu foto dulu ah buat kenangan, Ouuuww silauuu kena sinar matahari, sampai mataku merem merem :D.

    Penasaranku akan Red Light District Amsterdam. Depan Stasiun Amsterdam
    Mejeng dulu di depan Stasiun Amsterdam

    Kalau Anda lihat papan atau triplek triplek berwarna biru disepanjang stasiun Amsterdam, itu karena stasiun ini sedang direnovasi, konon renovasinya tidak kunjung selesai entah sudah berapa tahun dan entah sudah menghabiskan berapa banyak biaya.

    Saat itu Amsterdam ramai sekali, oleh penduduk lokal dan para wisatawan, trem yang lewat juga hampir semuanya terisi penuh. Kami (teman saya dan saya) menyusuri jalanan depan stasiun, dengan tujuan awal ke Red Light District (RLD).

    (RLD) ini bisa dicapai dengan berjalan kaki, sambil jalan teman saya tersebut menerangkan tempat – tempat yang kami lewati. Kami berhenti di satu toko souvenir (masih dekat stasiun), melihat lihat kalau ada barang yang murmer (murah meriah). Ditoko ini kami hanya beli dua atau tiga gantungan kunci, karena ditoko tersebut sebagian besar barangnya mahal! Jadi cukup puas untuk cuci mata.

    Lanjuttt jalan lagi :D, eh ada toko souvenir lagi, entah ada empat atau lima toko souvenir yang kami singgahi, pokoknya sepanjang jalan tersebut (masih area stasiun) banyakkkk sekali toko souvenirnya, jadi ditiap toko saya melihat – lihat kalau ada barang murmer saya beli dua atau tiga buah sovenir.

    Ada sesuatu yang unik, klompen ukuran besarrr, di toko ini saya tidak membeli apapun, tapi numpang mejeng dengan klompennya saja, sebelum dilihat pemiliknya, ayoooo ngaburrrr :D.

    Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy
    Di toko Souvenir, klompennya jumbo euy

    Akhirnya sampai di Red Light District Amsterdam …

    Maapppp kalau nantinya ada gambar yang mungkin bagi Anda tampak agak vulgar, sekedar berbagi informasi he-he-he.
    PERHATIAN!!! Anak dibawah usia 17 tahun, DILARANG!! Baca tulisan ini .. segera tutuppp! 😀 :P.

    untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

error: Content is protected !!