Sebelum pulang dari Belanda, kami (suami tercinta dan saya) singgah ke salah satu taman mawar di Lottum. Tempatnya luas sekali kira-kira 70.000 m2. Di taman ini kita akan menemukan ribuan mawar lebih dari 500 varietas yang berbeda dalam pot-pot.
Ternyata di dekat pintu keluar masuk, ada dua meja yang terdapat tanaman-tanaman yang dijual selain mawar. Harganya tidak mahal. Kami membeli 3 jenis bunga. Senang banget!, bunganya indah 😉 . Rosarium Lottum buka setiap hari senin hingga minggu, tidak ada biaya masuk!.
Kalau ada yang suka dengan tanaman dan bunga-bunga, silakan berkunjung ke:
Close-up Digitalis purpurea or Lady’s Glove (Foto: dok. pribadi)
Digitalis purpurea (umumnya dikenal sebagai: Foxglove, Foxglove Ungu atau Lady’s Glove), adalah tanaman berbunga termasuk keluarga Plantaginaceae. Sebagian besar asli Eropa.
• Digitalis purpurea merupakan tanaman herba dua tahunan, daunya berbentuk spiral sederhana beraturan, tinggi 10-35 cm. Bunganya berbentuk tabung dan independen. • Bunganya biasanya ungu tapi beberapa tanaman yang khususnya di bawah budidaya, mungkin berwarna pink, mawar, kuning, atau putih. • Periode berbunga adalah awal musim panas, kadang-kadang dengan bunga tambahan dimusim selanjutnya.
• Tanaman ini mengandung digitoxin glikosida jantung pada daun, bunga dan biji, sehingga beracun bagi manusia dan beberapa hewan dan bisa berakibat fatal jika dimakan. • Namun ekstrak dari daunnya secara klinis pengolahannya di rintis oleh William Withering, digunakan sebagai obat untuk gagal jantung, meningkatkan aliran urin dan memiliki pengaruh kuat pada jantung. • Gejala keracunan digitalis: denyut nadi rendah, mual, muntah, dan tidak terkoordinasinya kontraksi dari berbagai bagian jantung menyebabkan serangan jantung dan akhirnya kematian.
2. Mawar Favorite Hit
Favorite Hit Rosen (Foto: dok. pribadi)
3. Lupinus Perennis
Lupinus Perennis (Foto: dok. pribadi)
• Keluarga: Pea (Fabaceae) • Habitat: hutan terbuka kering • Tinggi: 1-2 kaki • Ukuran Bunga : 1/2 sampai 3/4 inci • Warna Bunga: biru atau ungu • Waktu Berbunga: Mei-Juli
Lupinus perennis merupakan tanaman obat dalam keluarga Fabaceae, tersebar luas di bagian timur Amerika Serikat (dari Florida ke Maine), Kanada (selatan Ontario). Tumbuh di bukit-bukit pasir. Perbungaan panjang. Bunga dapat berkisar dari biru menjadi merah muda, tetapi yang paling sering biru atau ungu kebiruan.
Jadi selesailah cerita saya mengenai jalan-jalan di Belanda, jika Anda tertarik membaca kisah sebelumnya, silakan klik judul berikut:
19 April 2012. Hari Pertama keluargaku di Jerman, mereka merasa sangat kedinginan, buatku sih sudah biasa-biasa saja udaranya. Menurutku suhu 8-13 derajat celcius sejuk, menurut keluargaku dingin bbbrrrr :D. Berhubung hanya 13 hari di Jerman, maka saya harus membawa keluargaku lihat-lihat sekitar tempat tinggalku di Bad Rappenau ini.
Kelas bahasa Jerman, mulai jam 13.30, hari itu Frank kerja pagi, jadi pagi-pagi saya sudah datang ke apartemen, tempat keluarga saya tinggal. Dari rumah, saya bawa dua tentenggan kanan kiri berat banget, isinya jaket-jaket tebal punya Frank dan saya, mau kasih pakai keluargaku.
Saya bilang mereka, “Cuma 2 minggu disini, jangan ngerem dirumah saja, ini jaket-jaket tebal dipakai, ayo kita jalan-jalan kedua taman dekat sini, ayooo bergerak. Udara dingin harus dilawan, jangan dibawa santai cuma malas-malasan, kalau santai nanti saja pas balik ke Indonesia”. Gaya saya lagi galak he-he-he :P.
Jam 10 an pagi, kami keluar apartemen, pertama menuju ke Salinen Park. Untuk nyebrang ke taman, mau naik tangga yang puluhan anak tangga atau lift? Pasti pilih naik lift :D. Selama perjalanan saya ceritakan tentang sekitar tempat yang kami lalui. Adik saya Roy, sesekali merekam kami dengan hadycamnya. Tiba di Salinen Park, kami menikmati udara segar inhalasi outdoor dari Gradierwerk. Setelah puas jalan-jalan di Salinenpark, pulangnya lewat rute lain, tembus di Kurpark. Jalan kaki 1,5 jam-an buat saya segar, buat keluarga saya pegelnya poll he-he-he ya karena di Jakarta jarang toh jalan kaki kemana-mana, karena angkutan umum murah, jarak dekat saja bisa naik angkot, beda dengan disini, kemana-mana harus banyak jalan kaki.
Tiba di apartemen, saya masak spageti carbonara untuk makan siang. Selesai makan siang, saya diantar Frank ke tempat kursus bahasa Jerman, kemudian gantian Frank yang antar keluarga saya jalan-jalan di Bad Rappenau, mereka borong membeli sepatu! ;-).
Taman di Jerman, Tempat Wisata Gratis Sekaligus Mengasyikan. Di Bad Rappenau tempat tinggal saya, ada beberapa taman yang asri yang bisa menjadi salah satu tempat untuk melepaskan kepenatan, apalagi kalau pas sedang tongpes (kantong kempes, alias tidak punya uang :P).
Kurpark. Saya pertama kali kesini bersama sahabat saya Eka dan putranya Samuel pada bulan Oktober 2011, tepatnya tanggal 21, sampai tahu detail tanggalnya, karena saya simpan foto-fotonya juga bersama tanggalnya ;-). Oh ya hari itu ada teman kami juga Thea bersama putrinya, Amy.
Taman ini diciptakan ditempatnya sekarang pada tahun 1960-an. Renovasi dan transformasi dilakukan tahun 2008 saat itu berlangsung pameran pertamanan Negara. Ditaman ini kita bisa melihat pohon-pohon tua, dan bunga-bunga yang terawat. Di jantung taman terdapat danau dengan permukaan air sekitar 6000 m2. Diatas danau terdapat beberapa pasang angsa yang setia menanti pengunjung yang memberikan remah-remah kue atau melemparkan biskuit agak jauh sehingga si angsa akan berenang kedasar danau untuk menggapai makanannya., Terdapat pula tangga yang mudah di akses dengan pegangan besi, supaya pengunjung bisa melangkah hingga ke bibir danau.
Kalau Anda lelah setelah berjalan-jalan ditaman, tidak perlu kuatir, tersedia bangku-bangku taman, sehingga obrolan Anda bersama sahabat Anda bisa dilanjutkan ;-). Di sini ada juga panggung permanent, seringkali diadakan acara-acara tertentu di lokasi ini. Masih di lokasi yang sama, ada satu bangunan namanya Kurhaus, semacam bangunan serba guna, seringkali di gunakan untuk acara-acara seperti pernikahan atau acara dansa para lansia (lanjut usia) diakhir pekan. (*info dari Eka).
Beginilah Penampilan Pohon-pohon di Musim gugur. Kurpark, Bad Rappenau, JermanTampak Depan Danau di Kurpark, Bad Rappenau.Tampak Samping, Danau di Kurpark, Bad RappenauAmy dan Samuel sedang Beraksi di atas PanggungSebelah kiri teman baru saya Thea bersama putrinya (Amy), sebelah kanan, Eka dengan putranya, Samuel
Spielplatz. Ini adalah taman bermain untuk anak, lokasinya di jalan Ulmenstraße. Saya pertama kali ke sini pada 26 Oktober 2011. Saya ke taman ini bersama Eka dan putranya Samuel, dan juga sahabat saya yang asal Bali, namanya Ni Luh bersama putrinya Poppy.
Biasanya kalau hari cerah, alias sang mentari bersinar (walau udara dingin!), nah bisanya kami keluar rumah deh, untuk melonggarkan otot-otot, sekaligus bertukar cerita dengan sahabat-sahabat ;-).
Apa saja yang bisa kita lihat ditaman ini?. Yang utama sih ini adalah taman bermain anak, jadi disini dilengkapi alat permainan seperti jungkat-jungkit, arena untuk bermain pasir, arena panjat tebing khusus anak, perosotan (papan seluncur), sepeda-sepedaan, ayunan, kereta-keretaan yang terbuat dari kayu, anak-anak balita bisa masuk kedalamnya, (kalau anak diatas 5 tahun sudah tidak bisa masuk karena akan kebentur atap keretanya he-he-he).
Biarkan anak-anak bermain dengan teman-temannya, untuk para ibu mari mengobrol-ria, duduk di bangku tamannya. Tidak perlu kuatir, alat-alat permainan disini aman, contohnya, untuk ayunan, tidak perlu kuatir kalau si anak jatuh dan terluka, karena lantainya terbuat dari karet jadi empuk ;-).
Sampai di Taman BermainJungkat-JungkitTaman Bermain Anak di Bad Rappenau, JermanNi Luh bersama putrinya dan Eka dengan putranya, saya jadi tukang potret aja ahSamuel and PoppySamuel dan Poppy ngapain tuh yaaaAyunan Untuk Batita (Bawah Tiga Tahun)Sebelah Kiri Eka, Kanan Adalah Ni Luh Bersama putrinya Poppy, Baru Kali Ini ya Kita Berhasil Ketemuan BarenganMasuk yok Kedalam Kereta Kayu 🙂Bermain Dalam Kereta Kayu, (khusus balita)
Berikut ini, video 17 detik kedua sahabat saya Eka dan Ni Luh bersama putra putri mereka.
3. Schlosspark. Saya ke tempat ini bersama Eka dan putranya Samuel. Ketika itu, hari kamis, 3 November 2011. Saat itu musim gugur, jadi daun-daun sudah berubah warna dan rontok, menurut saya justru indah loh! Liat deh foto Samuel yang bermain diatas hamparan dedaunan berwarna kuning, bagus kan! ;-).
Taman mempunyai peran penting dalam kehidupan perkotaan seperti di Bad Rappenau. Di taman ini kita bisa melihat kastel yang dikelilingi danau (Gemmingensches Castle), dengan beberapa pasang bebek berwarna gelap diatas danau, pohon-pohon tua di taman ini berusia lebih dari 160 tahun, menambah keindahan taman ini. Terdapat pula bangku-bangku taman jika Anda ingin beristirahat sejenak. Di bagian utara dan Selatan, taman dibingkai oleh dinding batu pasir kuno. Dari Schlosspark ini kita bisa menuju Spielplatz.
Tampak Depan Gemmingensches WasserschlossSchlosspark di Musim GugurSisi Lain SchlossparkSamuel senang bermain di hamparan daun-daunPatung di tamanHati-hati Samuel!Eka dan Sameul dengan Latar Belakang Gemmingensches CastleBebek berwarna gelap menanti makanan dari PengunjungDi tengah jalan, kami bertemu teman lain (Thea)Arah Menuju taman Berikutnya
Saya tidak sabar Menanti Penampilan Schlosspark pada Musim Panas klik disini dan juga klik disini
4. Salinen Park. Bisa diartikan sebagai Taman garam. Dahulunya disini berdiri bangunan untuk memproduksi garam, namun bangunan tersebut sudah ditutup tahun 1972. Pada tahun 2008 area ini dibersihkan dan dirancang ulang, dan di disain sebagai taman. Saya ke taman ini, beberapa waktu yang lalu pada 8 Januari 2012.
Taman ini bisa juga di capai dari Kurpark. Kita bisa menggunakan lift didalam menara kaca setinggi 15 meter, keluar dari lift kita akan melalui jembatan kecil menuju ke Salinen park, ditengah jembatan bila kita melihat ke bawah, terdapat rel kereta dua arah. Jika Anda beruntung bisa melihat kereta melalui tempat ini. Pemandangannya sungguh indah, dengan hamparan pohon-pohon tinggi menjulang. Walau saat ini musim dingin, namun masih terdapat pohon tinggi yang rimbun daunnya.
Kebun mawar adalah atraksi lainnya, bersama dengan bangunan bersejarah untuk pengobatan terdapat di lokasi Salinen Park ini. Di lereng selatan Salinen Park, terdapat labirin lavender. Terdapat juga Gradierwerk (The Salt Water park), jenis inhalasi outdoor berguna untuk perawatan pernafasan. Mata air asin menetes melalui ranting-ranting yang dikemas sedemikian rupa menyerupai dinding dengan struktur lapisan kayu belukar tebal. Bangunan ini mengandung Air mineral lokal, kaya natrium klorida, dipompa ke atas, air asin yang menetes melalui semak belukar tersebut diubah menjadi uap, sehingga uap asin ini mirip dengan air laut segar dan sangat berguna dalam proses penyembuhan penyakit paru-paru dan keluhan pernafasan lainnya. Kita bisa menghirup udara segarnya dengan duduk didepan Gradierwek ini atau berjalan mengelilinginya
Samuel Dengan Latar Belakang Dua Angsa, OTW Salinen Park
Berikut ini, video singkat sahabat saya Eka dan Samuel.
Salinenpark in Bad RappenauMelemaskan Otot-otot Dengan Jalan-jalan Ke TamanEka dengan Latar Belakang SalinenparkLavendel labyrinth in SalinenparkOrang-orang Sedang Menikmati Udara Segar dari Gradierwerk
Tertarik melihat Pembangunan Gradierwerk? Klik disini
Semua taman yang saya ceritakan diatas, adalah taman yang bisa kami capai (kunjungi) hanya dengan berjalan kaki dari rumah kami masing-masing di Bad Rappenau, lokasinya tidak jauh sekitar 10-15 menit dari rumah. Rekreasi ke taman bagus untuk tubuh, pikiran dan jiwa ;-).
Sumber: • Terjemahan bebas dari badrappenau.de • Pengalaman pribadi