May 28, 2020

Teka Teki Antara Keracunan Jamur Liar atau Keracunan Kerupuk Udang

Teka Teki Antara Keracunan Jamur Liar atau Keracunan Kerupuk Udang. Tahun lalu saat musim gugur, saya pernah cerita mengenai jamur liar yang Benjamin dan saya jumpai, waktu itu saya tulis kan kalau saya pengen deh masak jamur liar. Penasaran pengen coba aja hehe. Ceritanya yang ini Cerita Musim Gugur Menjelang Musim Dingin di Jerman.

Teka Teki Antara Keracunan Jamur Liar atau Keracunan Kerupuk Udang

Saya kira hanya saat musim hujan di musim gugur aja banyak muncul jamur liar, ternyata sudah sampai bulan Juni begini panas, masih ada aja ketemu jamur liar di dua tempat. Kalau hujan beberapa hari, lalu matahari tidak terlalu terik bersinar, oh ya apalagi ada pohon rimbun gitu, tempat bagus jamur liar pada numbuh.

Jamur liar yang saya lihat tahun lalu, ternyata tidak numbuh lagi, malah yang saya lihat belum lama ini, tahun lalu tidak ada. Aneh aja deh masah pindah-pindah numbuh jamur liarnya, saya penasaran itu bibitnya siapa yang nanam, apa dibawa hewan liar gitu haha.

Tulisan Terkini

Tahun lalu saya lihat beberapa kali numbuh jamur liar yang warna coklat, tahun ini jamurnya ada yang putih bersih, dan baru pertama kali lihat yang ukuran jamur liarnya besar sekali. Jamur liar ukuran besar ini hanya satu, ada 2 atau 3 jamur warna putih juga tidak jauh dari yang jamur liar besar tersebut.

Niat awal sih, saya hanya ingin bikin video dan potret jamur liarnya, eh si Benjamin malah cabut jamurnya, karena dia mau nunjukin ke bapaknya. Jamurnya sudah keburu dicabut Benjamin, ya sudahlah kita bawa pulang.

Di Jerman boleh berburu jamur liar dihutan atau mencari jamur liar ditempat biasa tumbuh, asal jamur liar yang diambil maksimal 1 kg, kalau ngambil kebanyakan ada sanksinya seperti kisah pada artikel Gaganawati di Kompasiana.

Ada 2 orang kakek usia 67 dan 69 tahun ngumpulin/mengambil jamur liar dihutan sampai 19 kg, mereka harus membayar denda yang kalau dirupiahkan 29 juta, lalu jamur liar yang 19 kg tersebut ikutan disita!.. Kalau tertarik ceritanya silakan disini ya Gara-gara Ngumpulin 19 Kg Jamur di Hutan, 2 Kakek Didenda 29 Juta.

Balik ke cerita jamur yang diambil Benjamin, beratnya jauhlah dari 1 kg, makanya saya tidak pikir panjang lagi, langsung masukin ketas kresek. Lokasi ambil jamur liar ini disamping sekolah SD, ada pohon tinggi menjulang disini, dan numpuh rerumputan hijau subur karena tidak kena matahari terik, cocok kan tempat tumbuhnya jamur liar.

Tiba dirumah, baru juga di depan gerbang, si Benjamin minta jamur liarnya. Dia mau pegang dan bawa masuk kerumah, saya bilang kalau bapaknya belum pulang, nanti saja pas dirumah baru dikeluarin jamurnya dari tas, kalau kena sinar matahari bakalan layu, saya mau simpan dikulkas supaya tetap segar.

Benjamin bersikeras mau pegang jamurnya, ya sudahlah daripada adu mulut sama bocah 5 tahun, saya kasih itu jamur liar. Eh patah sedikit dong jamurnya pas Benjamin pegang-pegang, saya mulai nyerocos dah, nanti tambah patah-patah kalau Ben yang pegang.

Sambil saya ngoceh, sambil saya keluarin Lisa dari Buggynya, lalu Benjamin bilang dan nunjukki kalau ada serbuk putih dari patahan jamur liar menempel ditangan kanannya. Setelah berada didalam rumah, seperti biasa, saya suruh Benjamin pipis dan cuci tangan, nanti saya lanjut gantiin baju dia.

Saya kedapur mau siapin makanan, lalu sambil ngemil kerupuk udang ukuran kecil. Si Benjamin sudah selesai mengerjakan yang saya suruh, lalu dia minta beberapa kerupuk, saya kasih dong, karena dia sudah sering makan kerupuk ini juga.

Saya lanjut nyiapin ini itu buat anak-anak dan saya makan, eh si Benjamin datang sambil nangis, katanya dia sakit perut. Saya kaget kan, baru 5 menit lalu dia minta dan makan kerupuk, apa tuh kerupuk beracun??. Haha..

Saya suruh dia minum air putih yang banyak, saya tanya “tadi sudah cuci tangan kan?”. “Sudah“, kata dia. Hmm saya mikir lagi dan lagi, kenapa si Benjamin sakit perut, wong dia sudah sering makan itu kerupuk.

Saya ambil Fenistil obat alergi si Benjamin, saya teteskan beberapa tes ke gelas kecil campur air. Si Benjamin lalu pergi ke ruang tamu nonton bersama adiknya. Orang sakit perut mana bisa duduk diam menikmati yang dia tonton kan, eh dia balik lagi ke dapur, ngeluh dan nangis duduk di samping kaki saya, Benjamin bilang sakit perutnya ko belum hilang juga padahal sudah banyak minum air putih.

Trus bapaknya anak-anak datang, mulailah si Benjamin curhat panjang lebar. Benjamin puas ngomong, gantian saya yang ngomong. Saya ceritalah ke bapaknya anak-anak, sebenarnya belum tahu pasti, si Benjamin sakit perut karena kerupuk atau karena pegang jamur liar.

Entahlah apakah minyak yang saya pakai goreng kerupuk tersebut, apakah bekas goreng peyek kacang waktu itu, atau bekas pakai goreng bawang goreng lalu saya satukan bekas minyak goreng peyek. Pelajaran buat diriku, berikutnya kalau simpan minyak bekas, akan kukasih label 🙂 .

Benjamin punya alergi kacang tanah. Makan sedikit aja kacang kacang atau apapun yang ada kandungan sedikitt kacang tanah, bisa menimbulkan alergi, bahkan sampai sesak nafas.

Minyak bekas saya simpan kalau hanya baru sekali pakai saja dan masih bening, jadi berikutnya bisa pakai goreng ikan lalu dibuang.

Baca juga: Cerita Makanan Anak dan Alerginya 

Lanjut cerita ke bapaknya anak-anak, kalau kita tadi melihat jamur liar yang ukurannya besar, lalu Benjamin cabut jamurnya karena mau ditunjukin ke bapaknya. Saya keluarin tuh jamur liarnya dari kulkas.

Suamiku bilang jangan ambil jamur liar, walau kelihatan bentuknya sangat mirip seperti jamur disupermarket, kadang ada aja yang beracun. Tidak boleh ngumpulin jamur liar, kalau bukan ahlinya/pengumpul jamur, karena orang awam seperti saya tidak tahu bedanya jamur beracun dan tidak beracun.

Suami memberikan lagi obat alergi buat Benjamin, kali ini dikasih 20 tetes Fenistil tanpa dicampur air. Di wajah Benjamin sebelah kiri agak kemerahan. Mirip tanda pas dulu dia kena alergi setelah makan cemilan ada kandungan kacangnya.

Suami nanya apakah setelah cabut jamur liar, Benjamin makan biskuit di bus?. Si bocah biasanya selalu makan biskuit ketika kita di bus dalam perjalanan pulang. 6 jam dia di TK, Tiba dirumah sekitar 14.30 ya kelaparan dia, namun hari itu, tumben Benjamin tidak makan biskuit.

Kalau makan kan bisa diduga keracunan habis pegang jamur, tangannya kotor, lalu makan biskuit. Nah nih dia tidak makan, pas tiba dirumahpun Ben langsung cuci tangan, setelah kena serbuk patahan jamurnya.

2 jam kemudian selesailah drama sakit perut si Benjamin. Saya katakan ke suami, kalau besok saya mau tes lagi, penasaran si Benjamin alergi karena pegang jamur liar atau karena kerupuk.

Keesokan harinya, saat makan malam, saya ngemil kerupuk udang yang sama, si Benjamin lihat dan minta. Saya bilang dulu ke bapaknya. “Nih saya kasih kerupuk ya, kalau langsung sakit perut, berarti kerupuk ini, waktu itu saya goreng pakai minyak bekas goreng peyek kacang tanah”.

10 menit berlalu, 30 menit berlalu sambil harap-harap cemas melihat Benjamin haha, anaknya tetap pecicilan lari kesana kemari seperti biasa. 1 jam berlalu, lalu saya bilang ke bapaknya, berarti jamurnya dong ya penyebab Benjamin sakit perut kemaren, berarti jamurnya beracun!. Atau Benjamin alergi dengan jenis jamur yang kita temukan.

Huhu padahal saya mau masak tumis-tumis itu jamur liar loh, jadinya gagal deh. Tentu saja say jadi kuatir, kalau jamurnya memang beracun! haha.

Sudah 2 hari jamurnya berada dikulkas, dibagian bawah tempat sayuran. Lagi kosong sih bagian sayur tersebut, dasar iseng aja bapaknya anak-anak, buka-buka melulu lihat itu jamur dan nanya kapan jamurnya mau dibuang.

Saya bilang, iyaaa belum sempat kuvideoin mau cerita haha, lalu suami bilang, kalau besok masih dia lihat itu jamur, bakalan dia lempar dari balkon hahahaha …

Berikut ini Pertolongan pertama pada keracunan jamur:

  • Banyak minum air putih.
  • Makan tablet karbon aktif.
  • Minum susu murni.
  • Minum air kelapa.

 

Kalau si Benjamin saya kasih banyak minum air putih, dan berikan obat alerginya. Tablet karbon aktif saya punya sih, namun berhubung Benjamin sudah punya obat alergi sendiri, jadi saya tidak berikan karbon aktif.

Video Anakku Cabut Jamur Liar Besar Pengen Ku Masak Drama Terjadi

 

Tablet karbon ini saya beli waktu liburan 3 bulan di Indonesia, saat makan diluar rumah dan tidak sreg yang kumakan bersih atau tidak ya, daripada kepikiran dan tidak tenang makannya, ya kumakan 4-5 tablet karbonnya, supaya aman tidak sakit perut. Tablet karbonnya dimakan setelah menyantap makanan.

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

 

Baca juga: Tanaman Beracun Jauhkan dari Anak-anak 

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany. However, I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom of two. I have a lot of passions for gardening.

View all posts by Emaknya Benjamin br. Silaen →

12 thoughts on “Teka Teki Antara Keracunan Jamur Liar atau Keracunan Kerupuk Udang

  1. Lama gak mampir ke sini, ya ampun Ben udah gede dan makin ganteng 🙂

    Aku ngakak pas baca bagian kalo jamur gak dibuang bakalan dilempar hwhw. Dan langsung kaget pas baca tulisan di Kompasiana tentang denda 1700 euro karena ambil jamur. Mantab Jerman.

    1. Hai omnduut bulan ini Benjamin 5 tahun usianya, waktu cepat berlalu yaa hehe.. akhirnya aku buang ko, seblum suami pulang kerja haha. Iya gede dendanya, termasuk yg ngambil2 bunga anggrek liar dihutan ada juga sangsinya, pdhl klo di Indonesia banyakk loh yg bebruru anggrek ke hutan, aku aja wkatu liburan ke Indo pengen bebruru anggrek dihutan, cuma ga kesampean 😉 .

  2. Tumis jamur memang enak ya kaakk…
    Kayak makan micin alami gitu.
    Hahaha..
    Tapi aku gak berani sih ngambil jamur liar, jangankan ngambil megang aja takut.
    Soalnya banyak yg beracun memang kak.

    1. Hai Sus, iyaaa enakk bangett. Kadang di supermarket ada paketan jamur dan sayuran dikasih cabe merahnya, enakkk tinggal meracik sendiri. Berikutnya aku ga bernai pegang jamur lagi Sus, Ben juga kularang, kita hanya liat2 aja 😉 .

  3. saya setuju sm bapaknya benjamin, sering nemu jamur liar tapi ga berani jg ambil, ragu bs bedainnya antara beracun atau engga, yang jelas sih bakal kena ceramah suami,tapi jamur di jerman gede2 gitu ya, nemunya ukuran sedang aja disini…, saya palng boros make minyak, buat goreng2, max 2x pake langsung buang*waktu di istanbul, ada program daur ulang minyak bekas, sayangnya di tempat skrg ga ada program yg sama*jd suka mikir gitu, nambah2in sampah-.-‘ ga pernah simpen lama minyak bekas

    1. Hai Rahma, iyaa aku juga dicerahami suami, dan bukan sekali kena ceramahnya haha. Baru sekali lihat jamur liar yg besarnya. Wah bagus juga tuh program daur ulang minyak goreng, klo goreng ikan atau spt bikin prekedel langsung cojlat/kehitaman minyaknya, sayang deh klo sekali aja dipakainya.

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: