Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman. Saya ingin berbagi pengalaman waktu mengurus paspor Indonesia untuk Lisa Marie. Saya pikir masih seperti saat mengurus paspor Benjamin, dimana kita tidak perlu datang ke KBRI atau KJRI.

Membuat Paspor Indonesia Anak untuk Kewarganegaraan Ganda via KJRI Frankfurt Jerman

2 tahun sebelumnya, waktu Benjamin membuat paspor Indonesia juga, nah kala itu tidak perlu datang ke KBRI, saya kirimkan semua berkas mellaui kantor pos, nanti KBRI akan mengirimkan paspornya via pos.

Ternyata ada peraturan baru, per tanggal 15 Mei 2018, proses penerbitan Paspor dan Visa di KJRI Frankfurt menggunakan Teknologi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM). Bagi yang mau buat paspor harus datang ke KBRI atau KJRI untuk buat foto disana.

Saya ditelp. sama mba petugas KJRI Frankfurt, dan saya agak nyolot menjawab hehe โ€œko sekarang jadi ribet gitu mba?โ€, padahal kan paspor untuk anak saja, kalau untuk orang dewasa ya saya maklum deh, karena waktu saya perpanjang paspor Indonesia, saya harus datang ke KJRI untuk tanda tangan paspor di depan petugasnya.

Si mbak nya kembali menyebutkan ada peraturan baru, ya sudahlah saya pasrah!. Berarti memang harus pergi ke KJRI frankfurt. Ongkosnya bakalan jauh lebih mahal dari harga paspornya ๐Ÿ˜€ .

Bapaknya anak-anak sih bilang saya aja sama Lisa yang pergi ke KJRI, lah saya ogah karena si Lisa masih kecil. Kalau sudah sebesar Benjamin saya berani bawa sendiri naik kereta, kalau masih sekecil Lisa saya harus bawa buggy (kereta dorong) pula.

Di stasiun kereta Heidelberg harus turun dan ย ganti naik kereta lain. Lift di stasiun Heidelberg ini seringnya rusak, trus nanti saya bagaimana gendong anak sambil bopong buggy naik tangga, sudah horor duluan membayangkannya.

Walaupun ย di Jerman sering sekali kita jumpai orang-orang yang siap membantu, cuma saya nya sungkan minta tolong, belum lagi kalau pas jam sibuk yang banyak orang keluar masuk kereta, tidak peduli kali ya melihat saya repot butuh bantuan.

Berkas untuk membuat paspor sudah saya kirimkan melalui pos, hanya kurang mengisi form lapor diri Lisa. Awalnya saya bingung, nih yang harus lapor diri ibunya atau anaknya? Hehe.

Ternyata anak yang mau buat paspor Indonesia, harus mengisi juga form lapor diri. Mba petugas KJRI bilang jangan sampai lewat akhir tahun ke KJRI nya karena uang yang saya sudah transfer untuk pembuatan paspor akan hangus.

Mulailah bapaknya anak-anak cari tiket kereta yang tidak terlalu mahal. Benjamin sih maunya naik ICE kereta cepatnya Jerman, namun tidak jadi karena per orangnya kena 100 an Euro pp, mahal bo, dua orang dewasa kena 200 euro an (kurleb Rp.3,3 juta).

Suamiku tercinta nih aneh ya, dia bilang dia lebih suka naik kereta karena dia tidak tahu daerah Frankfurt, lah padahal kita punya gps, coba kalu kita tinggal di Indonesia dia bilang tidak tahu daerah Jakarta saya sih maklum deh, ini orang Jerman tinggal di Jerman ko takut nyasar? ๐Ÿ˜› .

Sebenarnya sih dia malas aja kalau kena macet, sedangkan saya mikirnya azas penghematan, lebih hemat naik mobil pribadi kan. Namun karena saya butuh pengawal, ya terpaksa oke juga naik kereta.

Dokumen yang dibutuhkan untuk pembuatan Paspor baru bagi anak WNI subjek warga Negara ganda adalah (Sumber web KJRI Frankfurt):

  • Formulir Fasilitas Keimigrasian Indonesia (bagi anak yang lahir sejak 1 Agustus 2006) yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh orang tua)
  • Memiliki nomor registrasi diri KJRI Frankfurt. Bagi yang belum memiliki nomor registrasi diri, silahkan untuk lapor diri online. Ini maksudnya untuk si anak yang mau buat paspor ya.
  • Formulir permohonan paspor baru yang telah diisi lengkap dengan tanda tangan oleh orang tua.
  • Fotokopi Akte kelahiran anak di Jerman.
  • Fotokopi Surat Keterangan Kelahiran dari Perwakilan Republik Indonesia di Negara anak tersebut dilahirkan atau surat registrasi kelahiran anak dari Pemerintah Jerman (bagi anak yang lahir di luar Jerman).
  • Fotokopi paspor asing anak (Lisa sudah punya paspor Jerman nya).
  • Fotokopi Akte perkawinan/buku nikah dan/atau surat registrasi perkawinan orang tua dari pemerintah Jerman.
  • Fotokopi Akte perceraian dan/atau surat registrasi perceraian orang tua dari pemerintah Jerman (bila orang tua bercerai) dan/atau surat pengakuan anak (bila orang tua tidak kawin).
  • Fotokopi paspor orang tua yang masih berlaku.
  • Fotokopi izin tinggal orang tua WNI yang masih berlaku.
  • Fotokopi kartu identitas atau izin tinggal orang tua WNA yang masih berlaku.
  • Bukti pembayaran pembuatan paspor sebesar 25 โ‚ฌ + 5ย  โ‚ฌ (biaya paspor + SIMKIM) melalui transfer Bank. Harap menuliskan tujuan dan nama pemohon pada kolom Verwendungszweck dari รœberweisungsbeleg, contoh: PASPOR BARU untuk (nama anak).
  • Bila Paspor yang telah jadi akan dikirimkan melalui jasa pos, harap sertakan amplop beralamat lengkap dan perangko secukupnya (sebaiknya tercatat).

Sumber: KJRI – Membuat Paspor anak via KJRI Frankfurtย 

 

Walau berkas sudah dikirimkan via pos, si anak tetap harus ke KJRI untuk membuat foto disana. Form lapor diri untuk si Lisa sudah saya lakukan online, lalu saya print dan bawa serta saat ke KJRI.

Video Naik Kereta Api Deutsche Bahn & IC (Intercity) Menuju KJRI Frankfurt

Setelah ditunda sekitar 2-3 minggu dari mba petugas KJRI telp, akhirnya kita punya waktu pada hari Rabu 28 November 2018. Waktu itu belum beli tiket liburan buat ke Indonesia, karena saya maunya beli tiket waktu paspor Jerman dan Indonesia anak-anak sudah beres dulu, supaya tidak kepikiran.

Dari halte dekat rumah kita naik bus ke stasiun kereta. Kita berangkat beberapa menit sebelum jam 7 pagi. Wah masih gelap gulita dan dingin banget. Eh ternyata kereta jam 7.15 nya tidak ada dong, dikasih tahu lewat pengeras suara, kenapa ya giliran butuh banget, kereta ko malah bermasalah ๐Ÿ™ .

Jadilah kita nunggu kereta berikutnya 15 menit kemudian, dan nih kereta kata bapaknya anak-anak bakalan penuh, ya sudahlah pasrah saja, padahal saya mau ngedumel โ€žmakanya lebih baik naik kendaraan pribadi kan!โ€œ.

7.30 kereta datang, banyak sekali orang keluar dari kereta dan yang mau masuk juga tidak kalah banyaknya. Lisa di gendong bapaknya, saya pegang Benjamin. Thanks God dekat pintu ada 2 bangku kosong (bangku yang 4 berhadapan).

Suamiku seketika itu juga ambil tas ransel orang sebelah yang diletakkan dibangku, nih bapaknya anak-anak lempar tuh ransel ke cowo yang lagi asyik mendengarkan musik haha, parah bener pikirku ๐Ÿ˜ฏ . Lagipula si pemilik ransel bagaimana sih, sudah tahu kereta penuh, bisa-bisanya dia taruh ranselnya di kursi tersendiri.

Saya dan suami duduk berhadapan. Lisa dipangku bapaknya, saya pangku Benjamin. Ke stasiun Heidelberg butuh waktu kira-kira 40 menit. Di Heidelberg kita harus nyambung dengan kereta Intercity menuju Frankfut.

Tadinya saya mau bawa buggy (kereta dorong) Lisa, untunglah tidak jadi, saya lupa, karena ternyata kereta yang kita naiki penuh!. Separuh perjalanan, orang di sebelah suamiku turun, dan si Benjamin jadi dapat duduk. Jagoanku sangat antusias kalau naik kereta, dia pandangi luar jendela dan ngoceh melulu.

Hampir jam 9 saat kami tiba di Heidelberg. Kami masih punya waktu sebentar sebelum naik kereta berikutnya, Kami tidak perlu lari-lari, seperti yang dilakukan orang lain untuk mengejar kereta berikutnya.

Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman

Lihat miniatur kereta api di Stasiun Heidelberg Jerman

Kami masih sempat melihat miniatur kereta api, sayangnya saya tidak punya uang koin 2 Euro, jadi Benjamin hanya bisa melihat-lihat saja, tanpa keretnya bergerak ๐Ÿ˜€ .

Kereta kami sudah datang, dan ternyata kosong!. Kereta Intercity ini yang ada bagian atasnya (double decker train), kami memilih duduk di bagian atas. Keretanya kosong karena ini dari stasiun awal sih, butuh waktu 1,5 jam untuk tiba di Frankfut dan kereta akan berhenti di hampir semua stasiun, makanya jadi lama dan harga tiketnya tidak semahal kereta ICE ๐Ÿ˜€ .

Untungnya Benjamin dan Lisa tidak terlalu bikin ulah yaa. Karena separuh perjalanan keretanya kosong, jadi kedua anak ini bisa pindah ke bangku seberang, melihat pemandangan dari jendela lain. Di belakang saya hanya ada seorang bapak. Sunyi sepi didalam kereta, hanya terdengar ocehan Benjamin dan Lisa ๐Ÿ˜€ .

Naik kereta intercity di Jerman. Dobel decker train. Kereta api bertingkat

Naik kereta Intercity menuju Frankfurt. Keretanya bertingkat, nih kita duduk dibagian atas

Saya sesekali membuat video, entah mengapa saya tidak tertarik membaca majalah padahal ada saya bawa dari rumah. Benjamin ngoceh melulu sepanjang jalan.

Karena pergi bersama suami, jadi saya tidak pusing membaca peta, dan tidak perlu bingung juga harus naik kereta no berapa ya berikutnya, tinggal ngekor bapaknya anak-anak haha. Waktu memperpanjang paspor saya 2 tahun lalu, saya pergi sendiri ke KJRI Frankfurt.

Video Cara menuju ke KJRI Frankfurt dari stasiun kereta Frankfurt Hbf

Transportasi dari Frankfurt Hauptbahnhof:

  • U4 arah Bockenheimer Warte, turun di stasiun Bockenheimer Warte, keluar melalui pintu menuju Zeppelinalle. Jalan lurus melewati satu lampu merah. KJRI FRankfurt am Main terletak di sisi kiri Zeppelinallee, nomor 23.
  • Atau dengan Strassenbahn nomor 16 arah Ginnheim kemudian turun di stasiun Bockenheimer Warte.

 

KJRI Frankfurt/ the Indonesian Consulate in Frankfurt
Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt
Tel: (+49-69) 247-0980

 

Pelayanan di Loket:
Seninโ€“ Kamis: 09:30 โ€“ 12:30
Jumat: 09:30 โ€“ 12:00

Pelayanan Telefon:

Senin โ€“ Jumat: 14:30 โ€“ 16:30
Bagian Paspor: +49-69-24709811
Bagian Visa: +49-69-24709812

Bagian Legalisasi & Surat Keterangan: +49-69-24709825/-13
https://www.indonesia-frankfurt.de

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

โ†‘ Grab this Headline Animator

Baca juga: Membuat Paspor Jerman Anak Hanya Butuh 15 menit Saja

Advertisements

6 Comments

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: