Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial

Hati–Hati Upload Foto Pribadi di Media Sosial. Apakah Anda pernah mendengar istilah Geotags atau Geotagging?

Saya baru mengetahui baru-baru ini dan hal ini membuat diri saya lebih berhati-hati dengan koleksi foto-foto pribadi (bukan foto porno ya! Hehe gak punya tuh 😛 ) maksudnya adalah koleksi foto-foto saya bersama teman-teman dan keluarga.

Dunia saat ini semakin canggih, sangking canggihnya, koleksi foto-foto kita yang bejibun banyaknya bisa dengan mudah disimpan secara online di media sosial semacam facebook, twitter atau album online semacam photobucket, Flickr di dunia maya. Mungkin Anda dan juga saya sendiri terkadang tidak menyadari resiko foto-foto kita yang beredar tersebut bisa dimanfaatkan orang-orang tak bertanggungjawab termasuk resiko kejahatan akan mengintai Anda.

Oh ya balik lagi dulu ke istilah Geotags atau Geotagging. Geotagging ini adalah sebuah proses pemberian identifikasi geografis dalam metadata suatu media seperti video, foto, website, dalam metadata nantinya akan terdapat informasi koordinat.

Lokasi seseorang juga terungkap ketika menggunakan layanan seperti Foursquare dan Gowalla saat posting ke Twitter dari GPS-enabled.

Frank, suami saya tercinta di awal perkenalan kami, dia tidak punya account di facebook, “hari gene gak punya FB, apa kata dunia! ” he-he-he akhirnya dia ikutan gabung di FB, tapi setelah kami menikah dia hapus accountnya, dia tidak pernah memberikan data pribadinya secara mudah kepada orang lain, contohnya tidak mau ikut-ikut undian (saya juga dilarang keras!, hiks), tidak mau mendapatkan informasi atau penawaran-penawaran apapun yang dikirim ke rumah, misal dari supermarket atau perusahaan tertentu.

Beberapa kali dia memperingatkan saya untuk berhati-hati dengan FB, karena dia baca peraturan dan ketentuan FB, FB bisa memberikan data-data pribadi kita ke pihak lain. Dia tidak bergabung dengan media sosial apapun. Saya sempat beberapa kali ingin bertemu muka (di Eropa) dengan teman yang saya kenal via internet, tapi Frank tidak mengizinkan saya pergi sendiri, dia bilang dia harus bertemu muka dahulu dengan teman yang saya hendak temui tersebut, kemudian saya diceramahi macam-macam, panjang lebar dan dibilang nanti bisa diculiklah dan lain-lain, dan lain-lain, padahal saya dan teman saya bukan sekali dua kali berbincang-bincang via internet dan teman yang saya hendak temui tersebut (teman Indonesia) di rekomendasikan teman saya yang lain (sudah saya kenal).

Kalau suasana sudah agak cair, biasanya saya bercanda, saya bilang “apa kamu termasuk salah satu pejabat penting disini, atau calon president United State Amerika?” 😉 .

 

Baca juga: Daftar Postingan Frauds/penipuan

2 Comments

  1. Renny October 20, 2012
    • pursuingmydream October 21, 2012
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: