Di Jerman Cacat pun Berpeluang Kerja

loading...

Pada video di bawah ini diberitakan mengenai peluang kerja bagi penyandang cacat di Jerman.

Di Jerman, perusahaan berkewajiban memperkerjakan orang cacat, paling sedikit 5%, jika mengelak atau tidak mencapai kuota 5% maka siap-siap kena denda.

Peter Stizt, seorang tuna grahita sejak dua bulan mempunyai pekerjaan tetap di perusahaan logistic Balter, sebelumnya Stitz menggangur, dari sekian banyak lamaran kerja yang dikirimkannya, tidak ada peluang yang diterimanya.

Kemudian ia diterima diperusahaan logistic Balter, pimpinan perusahaan menghargainya, terutama karena Stitz lebih bermotivasi dibanding lainnya, meski demikian pimpinan perusahaan mengetahui banyak perusahaan lain yang tidak mau memperkerjakan penyandang cacat.

Memberhentikan orang yang cacat tidak semudah memecat yang tidak cacat, oleh karena itu tergantung oleh apa yang dapat diandalkan dari dia, yakin dia bisa mengerjakannya. Tentu ada resikonya ketimbang memperkerjakan orang yang tidak cacat.

Peter Stizt tidak dapat melakukan segalanya lebih baik dari rekan-rekannya, terkadang dia bekerja lebih lambat dari mereka. Oleh sebab itu bosnya mengusahakan tunjangan Negara untuk menambah gaji bagi Stizt. Tidak cacat merupakan impian Stizt sebab banyak hal akan lebih mudah, termasuk lebih punya kesempatan di pasar tenaga kerja. Bahwa kini Stizt mempunyai pekerjaan tetap baginya merupakan “keberuntungan”.

Kisah lain datang dari perusahaan asuransi di München, Phillip Eisenmann dapat bicara namun mengalami kesulitan pendengaran, apa yang diucapkan rekan kerjanya, hanya tertangkap samar-samar di telinga Philip. Ia harus membaca gerakan bibir. Phillip Eisenmann merupakan salah satu dari 1.000 orang cacat di perusahaan Allianz.

Sumber: deutsche welle

 

Tulisan Terkini

Advertisements

6 thoughts on “Di Jerman Cacat pun Berpeluang Kerja

  1. TOP!

    bener banget, di sini orang berkebutuhan khusus lebih dihargai. aku kerja di bidang ini, kenal dengan mereka yang kerja di sanggar lukis, bagian pengepakan di pabrik kosmetik terkenal, teater, dsb. Aku rasa, pekerjaan bukan semata soal uang, tapi juga bagaimana mereka dihargai dan dianggap setara di masyarakat. Makasih ya Mba nulis ini 🙂 *semangat bener ya aku :p

Leave a Reply