Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur. Postingan ini dari subdomain blog berkebun yang sudah dihapus domainnya. Selamat pagi sobat berkebun, pada postingan kali ini saya akan berbagi pengalaman selama kurang lebih 3 tahun terakhir memanfaatkan sampah dapur menjadi kompos. Saya membuat pupuk sendiri untuk tanaman di kebun balkon saya karena untuk menghemat biaya membeli pupuk kimia.

Saya berkebunnya bukan dilahan langsung, yakni berkebun di dua balkon, jadi tentunya semua tanaman mengandalkan pupuk/nutrisi hanya dari saya. Kalau berkebun di lahan langsung, akar tanaman lebih leluasan mencari makanan/nutrisi didalam tanah.

Walau berkebun dibalkon selama 5 tahun terakhir, saya bersyukur masih mempunya sedikit tempat untuk bisa menyalurkan kegilaan saya dengan hobi berkebun.

Tulisan Terkini

Kebun di balkon belakang, sudah dirapikan jadi ada sedikit tempat buat melangkah hehe.

Cara mempersiapkan sampah dapur untuk dibuat kompos:

  • Saya kumpulkan dulu sampah dapurnya di wadah tertentu, kalau sudah banyak baru saya kubur.
  • Buat cacahan/potong kecil sampah dapurnya untuk mempermudah hancurnya sampah.
  • Untuk ampas kopi saya taburi diatas sampah dapur yang dikumpulkan.
  • Ampas teh saya taruh begitu saja bersama bungkusnya, karena kaauo dibuka kantong celupnya nanti berantakan isinya.

Untuk lebih jelasnya tonton videoku dibawah ini ya:

Video Cara Membuat Pupuk Sendiri untuk Tanaman 

 

Sampah dapur yang saya manfaatkan untuk dibuat kompos antara lain:

  • Sisa sayur-sayuran segar. Segar artinya dari sisa sayuran yang akan dimasak. Kalau sisa makanan (sudah dimasak) tidak saya pakai.
  • Kulit buah-buahan, seperti kulit jeruk, apel, pisang (bagus nih kulit pisang kandungan potasiumnya untuk menyuburkan bunga mawar), buah pir dan buah berkulit lainnya.
  • Dedaunan tanaman kalau saya bongkar-bongkar kebun diakhir musim semi dan musim gugur. Untuk daun-daunan tanaman yang kena penyakit tidak saya pakai untuk buat pupuk ya, melainkan langsung saya buat ke tempat sampah.
  • Kulit telur, saya hancurkan (remas) dahulu barulah taruh ke tempat kumpulin sampah dapur.
  • Bubuk teh dan ampas kopi.

 

Baca juga: Pemanfaatan Ampas Kopi Sebagai Pupuk | Kebun Tour Musim Panas

Sampah dapur yang tidak saya gunakan sebagai bahan untuk kompos adalah:

  • Sisa kupasan kentang. Duuhhh nih sering banget dari kulitnya yang sudah numbuh tunasnya malah tumbuh besar tanaman kentangnya. Nah tuh tanaman kentang jadi mengambil nutrisi tanaman utama yang saya bikin kan.
  • Sisa penggunaan paprika dan cabai. Kalau cabai unik sih masih mending ya, nah pengalaman saya biji paprika pada numbuh subur, tuh lama sampai buahnya siap panen. Sudah dingin musim gugur baru mulai berubah warna paprikanya, ya terpaksa dibongkat tanamannya karena kalau matahari sudah tidak terik, paprika tidak maksimal lagi numbuhnya.
  • Sisa buahan-buahan berbiji seperti papaya, nah kulit dan biji dipisahkan. Bijinya saya buang, kulit papaya saya pakai untuk kompos.
  • Daun tanaman yang kena penyakit.
  • Sisa makanan yang telah dimasak.

Membuat sampah dapur begini, bisa saja memancing tikus datang, karena bau dari sampah dapurnya. Oh ya saya berkebunnya di balkon, jadi hama tikus bukan menjadi masalah saya. 

Cara mengatasi hama tikus membongkar sampah dapur:

  • Kalau kamu punya lahan langsung, timbunlah yang dalam sampah dapurnya. Setelah 3-6 bulanan bisa dibongkar, sudah jadi pupuk komposnya untuk dimanfaatkan lebih lanjut.
  • Jangan masukkan sisa masakan ke sampah dapur, karena tikus akan mencari makanannya.
  • Gunakan penangkal tikus seperti minyak peppermint, taburkan disekeliling lubang kompos.
  • Taburkan serpihan kayu cedar atau minyak cedar.
  • Taruh racun tikus di beberapa tempat, dekat lokasi sampah dapur ditimbun/dikumpulkan. Berikan racun tikusnya yang akan membuat tikusnya kering setelah makan racunnya.
  • Pasang perangkap tikus.
  • Pelihara kucing 🙂 .
  • Gunakan urin predator tikus, bisa tanya di tempat yang menjual penangkal hama tanaman. Waktu saya berkebun dilahan langsung (tidak luas), nah kucing tetangga sering mampir dan merusak tanaman saya. Suamiku membeli penangkalnya seperti racun gitu. Jadi ditaburi disekeling kebun saya. Gilaaa bau banget tuh penangkalnya, sepertinya sih urin predator kucing deh.

 

Demikianlah pengalaman saya mengenai Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Dapur. semoga kamu yang secara tidak sengaja mampir ke blog saya ini juga mendapat pencerahan yaa untuk memanfaatkan sampah dapur. Kalau kamu baru pertama kali berkunjung ke blog saya dan suka tulisan ini silakan subscribe follow blog saya, supaya tidak ketinggalan postingan berkebun berikutnya, kolom berlangganan mengikuti blog ada dibagian kanan atas postingan.

Klik pada gambar masuk ke album Flickr berkebunku

My Balcony Garden

 

Baca juga: Pohon Buah Depan Rumah yang Umumnya ditanam di Jerman

Advertisements
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: