June 4, 2020

Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air

Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air. Mewarnai telur rebus merupakan tradisi Paskah. Kegiatan mewarnai telur Paskah ini adalah saat yang menyenangkan untuk anak-anak. Anak-anak bersama orang tua atau kakek neneknya menghabiskan waktu bersama, bersenang-senang disaat Paskah. Kita bisa memakan telur ini, memberikan sebagai hadiah, atau bisa juga sebagai dekorasi Paskah.

Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air

Pada hari Jumat Agung 30 Maret 2018, pertama kalinya jagoanku Benjamin menghias atau mewarnai telur paskah bersama omanya. Anaknya sangat antusias dari sehari sebelumnya 😎 .

Oma sudah membeli paket warna telurnya, ada 5 warna dan sudah termasuk wadah plastik untuk proses pewarnaannya. Pewarna telurnya tentu saja untuk pewarna makanan ya.

Baca juga: 9 Lagu Anak-anak Bahasa Jerman

Proses mewarnai telur paskah:

  • Tempat atau meja untuk proses pewarnaan berikan alas koran atau kain bekas, kalau ada cat menetes supaya tidak mengotori meja.
  • Telur direbus dahulu sampai matang (airnya mendidih), diamkan beberapa saat sekitar 10 menit, lalu keluarkan telur dan didinginkan (taruh disuhu ruang saja).
  • Siapkan wadah plastik untuk proses pewarnaan.
  • Masukkan cat warna telur ke wadah.
  • Tambahkan 2 sendok makan cuka (di Jerman disebut essig). Semakin banyak cuka yang dimasukkan ke pewarna, warna telur akan semakin menyolok.
  • Tambahkan air sampah separuh wadah, atau lebih sedikit juga bisa.
  • Setelah telur tidak panas lagi, masukkan ke wadah yang sudah berisi campuran warna.
  • Diamkan 5-7 menit sampai warna melekat sempurna.
  • Angkat telur dan taruh diatas kertas.

Tulisan Terkini

Video Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah

Mama mertuaku bilang tahun ini warna hijaunya jelek (pucat), ternyata setelah saya browsing di internet, harus tambahkan cuka lebih banyak supaya mencolok warna telurnya. Tahun depan kita buat ngejreng warnanya 😉 .

Kalau telur belum mau dimakan, sebaiknya disimpan dikulkas. Telur matang ini bisa bertahan sampai 4 hari.

Coloring Easter eggs
Coloring Easter eggs

Benjamin tidak makan telurnya karena dia punya alergi terhadap telur. Waktu umur 18 bulan drama bangetlah waktu saya coba berikan telur rebus dicampur makanannya. Seperti makan cabai, tidak sampai setengah jam sekeliling bibirnya merah. Saya juga tidak ngeh, nih anak alergi, semakin lama makin parah sampai bentol-bentol badannya, lalu muntah juga. Kita bawa ke rumah sakit deh. Ceritanya bisa baca Benjamin yang alergi telur dan kacang.

 

PursuingMyDreams - Emaknya Benjamin

↑ Grab this Headline Animator

 

Frohe Ostern!

Baca juga: Aneka Aneka Ucapan Selamat dalam Bahasa Jerman

Emaknya Benjamin br. Silaen

Hi! I'm Nella a Bataknese. I currently live in Germany. However, I'm originally from Jakarta, Indonesia. I'm a full-time-stay-at-home-mom of two. I have a lot of passions for gardening.

View all posts by Emaknya Benjamin br. Silaen →

36 thoughts on “Benjamin dan Oma Mewarnai Telur Paskah dengan Cat Air

  1. seru emang ya mbak kalau ada kegiatan seperti ini setiap tahun. Kalau si K heboh dengan kue kalau lebaran 😀

  2. waktu kecil telur-telur diumpetin di halaman gereja trus nyari nya sampai lari2an. sekarang koq nga nemu pemandangan seperti ini lagi yach hehehehe…

    Ben alergi telur berarti kue atau makanan mengandung telur juga dia nga bisa yach kak.

    1. Skrg Paskahnya spt bgm Del?, apa mungkin menghias saja, trus dibawa pulang anak2 tuh telur2?.
      Klo dalam bentuk campuran sih sptnya ga masalah, tp Ben ga mau makan macem2, anak aneh emang, kue2 ga mau, biskuit cuma 2 macam dia makan.
      Klo kacang biar dalam bentuk olahan tetap ga bisa, langsung keluar alerginya. Waktu itu kukasih biskuit ada kandungan kacangnya cepat banget ga sampai 15 menit gatal2 dianya.

  3. Hai Kak Nel.. Selamat Paskah ya.
    Momen menghias telur memang selalu ditunggu sama anak-anak,
    Anakku juga gitu, Apalagi ada acara mencari telur paskah di Sekolah Minggu.
    Wahh makin semangatlah mereka.

    Walau akhirnya Emaknya juga yang kebagian ngabisin telur-telur itu,
    Karena mereka gak ada yang doyan dengan telur rebus.
    gak akan mau mereka makan telur rebus hahahaha..

    1. Hai Glentina, selamat Paskah juga, sorry baru bisa balas 🙂 . Kupikir anakku aja yg ga doyan telur rebus, Ben sih krn alergi memang ga dikasih makan. Selesai mewarnai telur, si bocah lanjut main, ga nanya2 telur hiasnya lagi 😀 .

  4. Frohe Ostern Kak Nella ?, anak2 ( para ponakan ) nggak mewarnai telur tapi berburu telur dan coklat haha senang banget liat betapa antusiasnya nyari tuh telur and cokelat hihihi nggak sabar menanti giliran Aaron yang bersemangat mencari telur/cokelat

    1. Hai Mayang buka pakai internet explore saja, atau cari app wp deh buat hp. Sama halnya dg ku ga bisa komen ada satu baru kuperhatikan di blog wp lain, yg pernah kuceritakan waktu itu, sudah ketik komen eh tombol kirim/enternya menghilang.

      1. aku buka blog kakak via mozila baru bisa hehehe. tapi suka hang makanya males pake mozila 😀 .
        Wah aneh ya kak, yg komenan kakak juga ikutan ilang ya padahal sudah reply

  5. jadi inget jaman kecil dulu tiap paskah juga mewarnai telur pake cat air di rumah trus ntar disembunyiin sama ortu. hahaha.

    kalo sekarang udah males lah bikin beginian… sekarang pada pake telur plastik diisi permen. hehehe

  6. Selamat Paskah mbak Nella… aku belinya telur yang udah diwarna di Supermarket wkwkwkwkw maklum belum ada anak kecil untuk diajak warnain telur hihihi

    Btw mbak saya gak bisa log in pake WP ??

Comments are closed.

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: