Sayur Pak Coy Kenapa Pahit?

Ini pak coy yang paling besar, jangan-jangan saya ketuaan panennya
loading...

Sebagai penyuka sayuran, tahun ini saya juga suka menanam sayuran sendiri. Paling tidak di musim panas bisa jadi sedikit mengirit uang belanja harian.

Saya punya alat hidroponik, sayangnya nanam ala hidroponik tidak berhasil buat saya, padahal di Indonesia lagi ngetrend sekali. Di Jerman saya kesulitan mencari nutrisi hidroponiknya. Saya tanya ke olshop tempat beli alat/pot hidroponiknnya, ternyata mereka tidak jual nutrisi, dan tidak memberitahukan dimana saya bisa beli nutrisi hidroponik tersebut 🙁 .

Akhirnya saya dapat pupuk cair untuk hidroponik, penggunaan sudah sesuai takaran, tiap minggu dikasih pupuk cairnya, sayangnya ukuran sayuran entah kenapa tetap saja kecil. Sementara ini alat hidroponiknya saya pakai nanam daun bawang. Saya beli daun bawang dari supermarket, lalu beberapa batang ada akarnya saya celupkan ke pot hidroponik, eh subur sekali. Saat butuh daun bawang tinggal gunting saja 🙂 .

Pak coy atau sawi hijau, di jerman disebut pak choi, Senfkohl atau Blätterkohl. Nama latinnya Brassica rapa.

loading...

Saya sudah panen 2 pak coy yang satu besar sekali. Agak heran sih, kenapa sayur saya ini tidak merapat seperti pack coy dari supermarket. Milik saya helaian batangnya melebar, kalau yang beli di pasaran kan biasanya helaian daun menguncup ke tengah toh?. Mirip sawi gitu deh.

Sayur Pak Choi  Minggu depan bisa dipanen nih
Sayur Pak Choi Minggu depan bisa dipanen nih

 

Pas lihat-lihat olshop gardening, saya pernah lihat alat untuk melindungi tanaman sawi, alat tersebut selain menghalau siput (karena alatnya licin, siput tidak bisa naik), bentuk alatnya bulat bagian tengahnya bolong. Kalau saya pikir lagi mungkin karena alat tersebut sawi jadi menguncup juga.

Tumis sayur Pak coy. 2 sawi hijau ini buat sekali makan
Tumis sayur Pak coy. 2 sawi hijau ini buat sekali makan

 

Lumayan bisa panen 2 pack coy paling tidak menghemat 1,99 euro (sekitar Rp. 29.800) buat sekali makan tuh nilai sayur segitu 😆 . Berat sekitar 200-300 gram kalau beli disupermarket. Pack coy hasil panen saya tidak saya timbang, yang satu besar sekali.

Pack coy saya masak sederhana, alias ditumis saja. Sayurannya lezat. Cuma ko agak sedikit pahit, jangan-jangan karena sudah terlalu tua nih panennya pikir saya.

Panen 2 pack coy, siap nanam yang baru lagi sebagai gantinya
Panen 2 pack coy, siap nanam yang baru lagi sebagai gantinya

 

Keesokan harinya saat berselancar di fesbuk, di grup hidroponiku ada yang membahas sayur yang pahit.

Kenapa sayur terasa pahit penyebabnya apa ya?

Alasan/penyebabnya sebagai berikut (rangkuman komen para gardener):
• Akibat suhu disekitar lingkungan tinggi
• Intenstitas cahaya berlebihan menyebabkan bolting dan kelebihan intensitas cahaya juga akan mempengaruhi rasa sayuran jadi agak pahit.
• Saat cuacanya menjadi terlalu panas, selada cenderung akan menggulung, dan mengalihkan seluruh energinya untuk menghasilkan benih yang baru, serta merubah rasanya menjadi pahit. Jika Anda menanam selada di daerah yang hangat, carilah varietas yang tahan panas.

Pencegahan/mengurangi sayur terasa pahit:
• sebaiknya di tutup paranet minimal 50%. (kalau sayuran saya, saya tutupi dengan koran sampai sinar mataharinya melewati tanaman tersebut, sore hari baru dibuka).
• jangan terlalu lama panen nya. Kalau tua sayuran jadi pahit.
• Untuk selada umumnya umur 25-30 hari sudah bisa dipanen.
• Ada sayuran jenis yang pahit, jadi memang sudah dari sananya pahit hehe
• kalau mau panen dinetralkan air nutrisinya (untuk yang nanam ala hidroponik).
• 2 hari sebelum panen air tandonan ditambah air normal atau kalau bisa ganti air normal saja (untuk yang nanam ala hidroponik).
• menanam selada supaya tidak pahit, adalah dengan ppm yang tidak terlalu tinggi, maximal hanya 750 ppm, apalagi jika intensitas sinar matahari tinggi dan suhu panas (untuk yang nanam ala hidroponik)
• Panennya saat sore hari. Dicuci yang bersih poyong akarnya, hilangkan getahnya, simpan dikulkas, sorenya tidak terasa pahitnya.

Ini pak coy yang paling besar, jangan-jangan saya ketuaan panennya
Ini pak coy yang paling besar, jangan-jangan saya ketuaan panennya

 

Wah berarti pack coy saya terasa agak pahit karena suhu dan cahaya yang berlebihan. Mau bagaimana lagi karena memang musim panas, cuaca lagi gila panasnya. Jadi tidak sabar pengen segera musim gugur, supaya cuaca menjadi sejuk. Katanya musim dingin bisa juga menanam sayuran (diluar rumah), saya penasaran mau coba tahun ini 😉 .

 

Salam Hijau! :mrgreen:

 

Sumber:
https://www.facebook.com/groups/hidroponiku
http://id.wikihow.com/Menanam-Selada
https://en.wikipedia.org/wiki/Bok_choy

 

Tulisan Terkini

loading...

 

Komentar blog ditutup sampai batas yang tidak bisa ditentukan. Alasannya silakan baca disini.

About these ads
loading...