Menanam Tulip di Iklim Tropis (Jakarta)

loading...

Menanam Tulip di Iklim Tropis (Jakarta). Sahabat berkebun, saya lanjut lagi ya mau berbagi informasi mengenai tanaman. Masih pengalamannya Steven di Jakarta. Sebelumnya Steven berbagi pengalaman dia menanam bibit bunga musim semi yang namanya Hyacinthus. Nah kali ini eksperimen dia menanam tulip-tulip.

Sumpeh deh mabok nih bikin tulisannya 😳 maksud saya merangkum semua pengalaman (dari email-email) Steven yang banyak sekali. Mau enaknya sih minta Steven buat rangkuman eksperimen dia ya, tapi saya tidak enak ah 😀 . Steven sudah baik hati berbagi pengalamannya, bisa dipentung saya kalau minta bersihnya saja dibuatin rangkumannya hahaha :mrgreen: .

Jadi buat yang selama ini penasaran, dan berulang kali nanya melalui email bagaimana eksperimennya Steven menanam bibit-bibit tulip di Indonesia (Jakarta), berikut ini laporannya yaaa 😉 .

Steven: “Tak ada ruginya mencoba, ternyata di indonesia walaupun tidak di daerah dingin, tulip bisa tumbuh asalkan mengerti perawatannya dan intinya harus sabar (saya seminggu sekali cek bersihkan jamur baik ketika cold treatment maupun ketika sudah ditanam di pot)“.

Bibit-bibit bunga musim semi, seterusnya saya hanya fokus ke Tulip saja ya. Tulisan akan saya kombinasi, antara pengalamannya Steven dan beberapa artikel yang saya temukan (baca di internet) tentunya yang berhubungan dengan topik menanam tulip di iklim hangat/tropis.

Di negara 4 musim bibit-bibit (bulb) tulip ditanam mulai musim gugur hingga musim dingin (September hingga Desember), ketika cuaca mulai sejuk hingga dingin (sebelum tanah menjadi keras).

Di negara yang tidak ada musim dinginya, maka harus dilakukan cold treatment terhadap bibit-bibitnya. “Cold Treatment” yang dimaksud adalah dengan menyimpan bibit (bulb) nya didalam kulkas.

2 kunci sukses tulip tumbuh di iklim hangat (tropis) adalah “periode pendinginan” dan “akar yang sehat”.

1. Proses Pendinginan (Cold Treatment)
Kebanyakan tulip membutuhkan setidaknya 12-14 minggu “periode dingin” untuk menghasilkan bunga yang indah. Hal ini sulit dilakukan di iklim hangat/tropis, sulit namun TIDAK mustahil.

Kamu bisa melakukan “cold treatment” dengan cara mudah, yakni menyimpan bibit-bibit (bulbs) tulip dalam lemari pendingin (kulkas) pada suhu 1,7 hingga 12,8° C. Simpan bibit 6-16 minggu. Tempat untuk membungkus (menyimpannya) gunakan koran atau karton telor. Kalau tidak tahu karton telur google saja “egg cartons” itu loh kalau beli telor di supermarket kan ada tempatnya nah itu terbuat dari karton gitu ya”.

Menyimpan bibit-bibit tulipnya Jangan dicampur dengan buah-buahan, terutama apel. Buah-buahan yang telah matang akan mengeluarkan gas etilen yang akan membunuh / merusak bunga dalam bulb.

Steven membungkus bibit-bibitnya menggunakan plastik ziplock.

Mengapa membungkus bulb nya menggunakan plastik ziplock? Steven bilang karena dia tidak punya kulkas pribadi, terpaksa menggunakan kulkas sayur. Sayur-mayur ternyata juga menghasilkan gas Etilen yang bisa mengagalkan pembungaan pada umbi, jadi antisipasinya membungkus bulb menggunakan plastik ziplock.

Kalau menyimpannya dalam plastik harus rajin mengecek keadaan bulbnya karena akan ada embun dalam plastiknya dan meneteskan air, dan akan menimbulkan jamur. Jadi harus rajin bersihkan jamurnya.

 

loading...

Bagi yang ingin beli bibit tulip silakan klik bibit tulip 2015

2. Penanaman

Menurut Steven:
• Akar tulip akan tumbuh sekitar 6-8 minggu. Tunasnya sendiri tumbuh tergantung dari jenis tulipnya. Yang jenis Early muncul setelah 10-12 minggu, jenis middle mungkin sekitar 12-14 minggu, untuk yang jenis Late walaupun di tanamnya bersamaan tetap butuh waktu 15-16 minggu baru muncul tunasnya.
• Yang Double Late sangat lambat tumbuhnya, mungkin harus benar-benar lebih dari 4 bulan baru muncul.
• Tulip-tulip pertama keluar dari kulkas tanggal 8 febuari 2014 ini, sengaja simpan 19 minggu, yang upstar sampai sekarang akarnya saja belum keluar dari bawah pot, tunasnya juga masih ngumpet.
• Tulip Foto 1 paketnya sampai jakarta tgl 27 September 2013 dan langsung direndam (saya coba direndam dan tidak direndam hasilnya sama saja).

Foto 1. Paketnya sampai Jakarta 27 September 2013 bibitnya langsung direndam (saya coba direndam dan tidak direndam hasilnya sama saja)
Foto 1. Paketnya sampai Jakarta 27 September 2013 bibitnya langsung direndam (saya coba direndam dan tidak direndam hasilnya sama saja)

 

• Foto 2 : Darwin apeldoorn elite’s tunasnya sudah mulai keluar dari tanah, saya tanam tulipnya cuma 2-3 cm dari permukaan tanah. Kalau di luar negeri ditanamnya bisa 3-6 inch karena cuacanya terlalu ekstrim kadang dinginnya sampai beku, jadi itu untuk antisipasi agar umbinya tidak membeku dan rusak.

Foto 2. Darwin Apeldoorn Elite's Tunasnya Sudah Mulai Keluar dari Tanah. Saya tanam tulipnya cuma 2-3cm dari permukaan tanah. Foto 8.01.2014
Foto 2. Darwin Apeldoorn Elite’s Tunasnya Sudah Mulai Keluar dari Tanah. Saya tanam tulipnya cuma 2-3cm dari permukaan tanah. Foto 8.01.2014

 

Foto 3 : Akar Darwin Apeldoorn Elite's sampai keluar dari pot (saya pakai pot ukuran sekitar 12/13 cm), tidak sangka akarnya panjang juga. Foto 8.01.2014
Foto 3 : Akar Darwin Apeldoorn Elite’s sampai keluar dari pot (saya pakai pot ukuran sekitar 12/13 cm), tidak sangka akarnya panjang juga. Foto 8.01.2014

 

Untuk bibit-bibit tulip yang belum tumbuh saat pengiriman, saya cold treatment 19 minggu. Tapi untuk bibit yang sudah terlanjur ada tunas, saya tetap masukan ke kulkas dengan media sampai tunasnya hijau dan agak besar. (Steveen berarti kulkasmu besar yaa?? ko bisa masukin media tanam juga?? 😀 ).

3. Media Tanam Tulip & Penyiraman

loading...

 

untuk ke halaman berikutnya klik Next/Lanjut

About these ads
loading...