Semangat Musim Semi (Update kebunku)

loading...

Sahabat berkebun, saya ingin memperlihatkan pertumbuhan bibit-bibit bunga musim semi yang telah saya tanam dari musim gugur tahun lalu (eh ada tanaman lain juga sih ga apa-apa ya). Iyaa saya tahu kalau banyak yang penasaran kan mau tahu bagaimana kebunku saat ini? Makanya saya kasih tahu update nya nih 😀 .

Sebenarnya saat ini belum masuk musim semi, namun suhunya sudah menunjukkan suhu musim semi. Kalau siang sudah lebih dari 10 derajat, belum lewat 15 derajat C. Kalau malam terkadang masih dingin antara 2-7 derajat, makanya saya ragu-ragu mau membuka bungkusan tanaman mawar-mawar.

Suhunya sudah hangatt padahal belum masuk musim semi loh. Jam 12 siang suhunya 14,8 derajat C
Suhunya sudah hangatt padahal belum masuk musim semi loh. Jam 12 siang suhunya 14,8 derajat C

Pertama mau kasih lihat balkon dulu ya. Balkon belakang saja, karena kalau di balkon depan hanya pot-pot kosong saja 😳 .

Balkon Belakang. Rumah Burung itu untuk taruh makanan buat burung liar, berhubung musim dinginya tidak parah jadi ga ada burung yg datang cari makan
Balkon Belakang. Rumah Burung itu untuk taruh makanan buat burung liar, berhubung musim dinginya tidak parah jadi ga ada burung yg datang cari makan

 

Masih Balkon Belakang, ini sudut lainnya. Saya bahagia banget kalau matahari bersinar cerah
Masih Balkon Belakang, ini sudut lainnya. Saya bahagia banget kalau matahari bersinar cerah

 

Beberapa macam Bunga-bunga Musim semi seperti Tulip, Allium mulai tumbuh. Yang dibungkus itu mawar-mawarku, yang paling tinggi itu pohon mawar, lebih tinggi dari saya hehe. Lalu ada Wisteria yang sudah rontok daunnya
Beberapa macam Bunga-bunga Musim semi seperti Tulip, Allium mulai tumbuh. Yang dibungkus itu mawar-mawarku, yang paling tinggi itu pohon mawar, lebih tinggi dari saya hehe. Lalu ada Wisteria yang sudah rontok daunnya

 

Berikut ini greenhouse kecil, dibuatin Frank dua tahun lalu. Lumayanlah buat naruh pot-pot yang kecil atau buat penyemaiaan. Sayangnya tutup plastik penutupnya tidak rapat, salahkan yang potong, mau beli lagi ogah hehe.

Greenhouse Mini bikinan suami. Lumayan buat naruh pot-pot kecil
Greenhouse Mini bikinan suami. Lumayan buat naruh pot-pot kecil

 

Ada apa saja didalam greenhousenya :

 

Yang bukan tanaman (bunga musim semi) :

Bawang merah

Bawang Merah yang tahan suhu dingin
Bawang Merah yang tahan suhu dingin

Taruh diluar tetap hidup, hebatt. Sebelah kiri dikasih temanku Iluh lalu kutanam, yang kanan beli di toko India. Kalau nanam bawang putih tidak pernah berhasil.

Digitalis Purpurea

Digitalis (Inggris: Foxglove, Jerman: Fingerhut)

Digitalis Purpurea, Foxglove,  Fingerhut. Saya tanam dari bibitnya
Digitalis Purpurea, Foxglove, Fingerhut. Saya tanam dari bibitnya

Saya nanam dari benih bunganya. Ukuran benihnya kecil sekali seperti pasir. 2 tahun mencoba nanam benihnya namun gagal tidak berhasil tumbuh 😥 . Tahun lalu sukses besar banyak yang numbuh ada beberapa saya kasih ke teman (malah mati). Berhubung terlalu banyak saya pilih 5-6 yang terbaik, lainnya saya buang. Ketika musim gugur, bulan November saya satukan semuanya ke satu pot agak besar. Dibagian dasar pot saya kasih banyak sekali kompos (cincangan kasar daun-daun dan sayuran berikut kulit telur/sampah dapur).

Karena taruh dibalkon, untuk menghadapi musim dingin maka saya bungkus potnya dengan kain dua lapis. Tidak disiram sama sekali sejak November tahun lalu, karena malas buka tutup pembungkusnya 😳 . Baru 19 Feb 2014 lalu saya buka, senang sekali ternyata tanamannya hiduppp 😎 .

Fingerhut ini akan berbunga ditahun kedua. Beberapa tahun lalu saya beli jadi tanamannya ketika jalan-jalan ke Belanda.

Saya penasaran lihat bunganya, hasil dari yang saya tanam sendiri.

Bunganya seperti dibawah ini (Foto tahun 2012)

Close-up Digitalis purpurea  or Lady's Glove (Foto: dok. pribadi)
Close-up Digitalis purpurea or Lady’s Glove (Foto: dok. pribadi)

Buat pengemar bunga berikut ini, tahan nafas kalian hehe 😀 . Inilah si cantik si imut Maiglöckchen (Convallaria majalis) atau Lily of the Valley.

Berhubung tahun lalu saya beli bibitnya tidak tumbuh sudah setahun saya tanam, tuh potnya belum saya bongkar masih berharap akan tumbuh haha 😆 . Jadi bulan lalu saya beli tanaman jadinya saja, walau mahal, biarinlah yang penting hati senang 😉 . Ketika beli saya pilih yang bunganya masih banyak yang kuncup.

Maiglöckchen (Convallaria majalis). Lily of the Valley
Maiglöckchen (Convallaria majalis). Lily of the Valley

Oh ya balik lagi ke foto-foto tulip saya di balkon ya

 

Jadi segitu saja tulip-tulipnya ? tidaakk masih banyakk, ada yang di loteng rumah 😆 .

Tulip-tulipku yang masih di loteng rumah, supaya tidak kena hujan taruh sini dulu, kalau sudah tumbuh lebih tinggi baru taruh luar rumah
Tulip-tulipku yang masih di loteng rumah, supaya tidak kena hujan taruh sini dulu, kalau sudah tumbuh lebih tinggi baru taruh luar rumah

Berhubung cuaca masih mendukung alias masih dingin, jadi saya nanam lagi bibit-bibit tulip dan Hyacint. Sudah pada numbuh sendiri bibit-bibitnya (bulb) jadi harus cepat ditanam deh, supaya tidak kempes umbinya.

Karena cuaca masih mendukung (dingin) jadi saya nanam lagi Tulip-tulip
Karena cuaca masih mendukung (dingin) jadi saya nanam lagi Tulip-tulip

 

Mau ngomongin bunga Hyacint lagi ya

Bunga Hyacinth nanam lagi yukk
Bunga Hyacinth nanam lagi yukk

 

Foto 1. Hyacint orange yang saya tanam dengan media air saja (mau coba-coba nih, orang-orang pada pamerin model begini di internet ko bisa tumbuh bagus ?). Ternyata punya saya jelek sekali 😥 ya iyalah cuma pakai air saja sih hehe. Atas saran teman berkebun saya Gita, airnya saya berikan mecin. Tidak terlalu berpengaruh karena bibitnya sudah terlanjur tumbuh dan berbunga.

Foto 2. Setelah patah semangat saya sirna, jadi saya mau coba tanam lagi dengan metode pakai air juga. Sejak awal airnya sudah saya berikan mecin. Mecin disini berguna sebagai pupuk ya. Kalau pakai pupuk cair dari toko kuatir air jadi keruh, karena pupuknya berwarna. Kalau sudah berhasil akan saya update lagi di blog ya.

Foto 3. Itu dua anakan hyacint orange yang no.1. Saya pisahkan dan tanam di pot terpisah. Indukannya sudah saya potong daun-daunnya.

Foto 4. Saya mau coba-coba (ngikutin orang, lihat dari internet) tanamnya dalam pot kaca, potnya ga bolong, jadi nyiramnya pakai botol semprot, atau dari tepi pot kacanya, semoga tumbuh baik.

Sampai disini dulu update kebun saya. Jika ada perkembangan lebih lanjut akan saya ceritakan lagi. Oh ya saya masih menyusun tips penanaman tulip yang dilakukan Steven di Jakarta. Ada beberapa tulipnya Steven sudah mekar, yang gagal juga banyakkk. Kalau sudah rapih akan saya posting di blog ya.

loading...

Happy Gardening all!

😉 .

*komentar ditutup*

Tulisan Terkini

loading...
About these ads
loading...