Cantiknya Tulip Pink

loading...

Masih ingat cerita saya mengenai tanaman liar yang tumbuh di taman saya?. Karena bukan saya yang menanam, maka saya sebut tanaman liar :D, ceritanya klik disini. Untung saya tidak iseng membuang tanaman tersebut.

Ternyata tanaman tersebut adalah bunga tulip. Tepatnya Tulip Christmas Dream. Warnanya pink, ini jenis yang bunganya besar, cantik sekali. Ada tiga bunga, namun hari minggu lalu saya petik (potong) dua dulu, karena yang satu masih kecil. Kemudian saya menghampiri Frank, yang sedang asyik bermain game online di komputernya. Saya sodorkan kedua bunganya, dan saya katakan “Happy Sunday my love”, kemudian Frank bilang “Thank you, Oo so sweet” :).

loading...

Bunganya saya ambil kembali dari Frank, kemudian pindahkan ke vas bunga. Vas bunganya saya campur dengan air mineral yang banyak gelembung-gelembungnya, disini istilahnya Kohlensäure. Taruh deh bunga cantiknya di samping monitor komputer, kalau malam makin cantik bunganya diterangi cahaya lampu.

Oh ya ada yang menarik dari bunga tulip ini, dalam tempo singkat, kelopaknya membuka (berkembang) lebar sekali, saya kira kalau sudah mekar, berarti tamat deh riwayatnya, ternyata tidak loh!, ketika malam hari, si kelopak bunga menguncup (menutup) kembali.

Sedikit informasi mengenai bunga tulip:
Tulip merupakan tumbuhan tahunan berumbi yang tingginya antara 10-70 cm, daunnya berlilin, berbentuk sempit memanjang berwarna hijau nuansa kebiru-biruan, dan bunganya berukuran besar terdiri 6 helai daun mahkota. Tulip hasil persilangan menghasilkan bunga berwarna tunggal, merah, oranye, kuning, hijau, biru, ungu, atau berbagai macam kombinasi dan gradasi warna. Tulip menghasilkan biji-biji berbentuk bundar pipih yang dibungkus kapsul kering

Tulip tidak bisa hidup di alam terbuka wilayah tropis karena memerlukan suhu rendah di musim dingin untuk dapat tumbuh. Tulip dapat dipaksa untuk berbunga lebih cepat dari normal jika diletakkan di tempat yang suhunya diatur menjadi lebih tinggi.

Tulip dapat ditanam dengan dua cara, menggunakan umbi atau biji. Tulip yang ditanam dari umbi membutuhkan waktu setahun untuk dapat menghasilkan bunga yang cukup besarnya, sedangkan tanaman yang ditanam dari biji membutuhkan waktu antara 5-7 tahun agar dapat berbunga.

Bunga yang telah selesai mekar harus dipotong untuk mendapatkan umbi.

Menurut hasil penelitian yang berlaku hanya untuk bunga Tulip, jika sewaktu bunga belum mekar bagian bawah kuncup bunga ditusuk hingga tembus dengan jarum (misalnya jarum jahit), gas etilen akan diproduksi oleh bunga yang terluka sehingga masa mekar bunga menjadi lebih panjang. Perlakuan yang sama jika dilakukan terhadap bunga yang sudah mekar menyebabkan masa mekar malah menjadi lebih singkat. (Sumber Wikipedia)

Saya catat detail fotonya:
• Tulipa Christmas Dream 01.04.2012. Sebelum dipotong Time 12:05
• Time 12:14 sudah dipindahin ke vas bunga.
• Time 12.34 Beberapa saat setelah dipindahkan ke vas bunga, kelopaknya membuka lebar 🙂
• Time 14.02 kelopaknya makin membuka lebar
• Time 15.00 terus membuka …
• Time 19.54 Ketika malam hari, kelopaknya menguncup kembali
• Tulipa Christmas Dream 02.04.2012. Time 16.54
• Time 17.59
• Time 18.04

loading...

Tulisan Terkini:

About these ads

4 thoughts on “Cantiknya Tulip Pink

  1. […] tanam tahun berikutnya karena bunganya besar bagus deh. Saya pernah cerita mengenai tulip tersebut klik disini . Sebelah kanannya itu tulip beli di supermarket, ketika beli bunganya sudah mekar dan kelopaknya […]

  2. […] Mekarnya Tulip Merah • Cantiknya Tulip Pink • Bunga Musim Semi • Bibit Bunga Untuk Spring time 2012 Share […]

  3. […] juga: • Asyiknya Beli Bunga Petik langsung dari Kebunnya • Mekarnya Tulip Merah • Cantiknya Tulip Pink Share this:TwitterFacebookPrintEmailTumblrPinterestLike this:LikeBe the first to like this post. […]

  4. […] Cantiknya Tulip Pink Share this:TwitterFacebookPrintEmailTumblrPinterestLike this:LikeBe the first to like this post. Tags: bunga, Bunga Tulip, Flower Garden, musim bunga, photography, purple tulip, spring tulips, Taman, taman luar negeri, Tulip, Tulip di Germany […]

Comments are closed.

loading...