Kuliner Internasional di Kelas Bahasa Jermanku

Ruang Kelas Hari Ini disulap Menjadi Restoran
loading...

Ooouuww masih kekenyangan nih karena tadi sore di ruang kursus bahasa Jerman kami makan-makan. Saya kira kami akan belajar dulu baru makan, ternyata, pas saya sampai diruang kelas lah meja-meja di ruang kursus sudah ditata memanjang ala restoran, tahu begitu saya kan tidak perlu berat-berat bawa buku ke tempat kursus :D.

loading...

Kami mengadakan acara makan-makan karena berhubungan dengan bahasan pelajaran mengenai makanan, di pelajaran tersebut kami diajarkan bagaimana kalau berbelanja ke toko, supermarket atau tempat perbelanjaan lainnya, maksudnya diajari cara berbicara dalam bahasa Jerman. Dalam topik tersebut juga di perkenalkan macam-macam bahan makanan yang umumnya ada di Jerman, penyebutan (dalam bahasa Jerman) kemasan bahan atau produk makanan dan minuman, termasuk kami pelajari juga istilah-istilah memasak yang kesemuanya dalam bahasa Jerman.

Bersyukur guru kursus kami enak banget mengajarnya, jadi mengerti detail tentang pelajaran bahasa Jerman ini, teman-teman kursus saya juga semuanya sangat bersahabat.

Saya absen mereka dulu ya : Viktorya asal Kazaktan, kelahiran tahun 1984, status menikah namun belum memiliki anak. Dinara asal Rusia kelahiran tahun 1986, status menikah namun belum memiliki anak. Elpida asal Yunani, kelahiran tahun 1962, status 30 tahunan menikah. Soledad asal Argentina, kelahiran tahun 1983, status sedang menjalin hubungan dengan pria Jerman. Ioana asal Rumania, kelahiran tahun 1986 status menikah dan memiliki satu putra usia 2 tahun. Katarzyna asal Polandia, kelahiran tahun 1991 status single, berada di Jerman karena bekerja sebagai au pair, apa itu au pair? info klik disini. Timea asal Hongaria, kelahiran tahun 1979, status menikah dan memiliki satu putri usia 2 tahunan. Katja asal Rusia, kelahiran tahun 1986, status menikah namun belum memiliki anak. Hong Wei asal Cina, kelahiran tahun 1968, status menikah, memiliki satu anak dari pernikahan sebelumnya, si anak menetap di Cina, suami pertama Hong Wei sudah lama meninggal. Satu lagi teman saya bernama Leong asal Cina kelahiran 1996, menetap di Jerman karena ibunya juga menetap disini dan mengikuti kelas bahasa Jerman di tempat kami ini, namun kelas lebih tinggi, hari ini Leong tidak hadir karena dia lebih memilih bermain basket dengan teman-temannya. Teman-teman yang saya sebutkan tersebut adalah teman-teman yang rutin datang setiap harinya dan jarang bolos. Ada 4 atau 5 teman lainnnya jarang datang karena berbagai alasan, ada yang karena alasan kerjaan, sakit dan alasan lain yang saya tidak tahu.

Balik mengenai kuliner, jadi ceritanya, guru kami (Fr. Mutig) menugaskan setiap kami untuk masak dan membawa masakan khas dari negara kita berasal, tidak perlu bawa banyak, karena muridnya kan lebih dari 5 orang supaya makanan tidak mubajir alias banyak tersisa. Saya sempat bingung mau masak apa, yang simple, tidak makan waktu dan semua bahan tersedia di rumah. Akhirnya sehari sebelumnya, saya memutuskan membuat Bakwan Makaroni, saya punya tepung bakwan khusus dan dibelakang kemasannya ada resepnya, namun saya tidak sepenuhnya mengikuti resep, saya tidak mempunyai daging dan udang, sebagai pengganti saya gunakan dua telur ayam.

Jadi isi masakan saya adalah makaroni, tauge, wortel, jagung manis, telur dan tepung bakwan, saya tambahi garam, lada dan bubuk cabe yang saya bawa dari Indonesia. Dirumah ada bawang merah, tomat dan masih ada cabe pemberian teman Indonesia saya, maka saya buatlah sambel ulek buatan sendiri,. Oh ya setelah bakwan saya sajikan di wadah cantik, diatasnya saya taburi bawang goreng buatan sendiri, jadinya harummm ;-).

Masakan yang teman-teman saya bawa, duuuhhh namanya susah semua dan saya tidak hapal :-(. Viktorya membawa makanan khas Kazaktan, seperti risol (ukuran besar) isinya cream, keju, anggur kering. Dinara membawa Wintersalat, isinya macam-macam aneka sayuran, ada dagingnya juga, semuanya disajikan dalam ukuran sangat kecil dengan saos mayonaise. Soledad membawa kue khas Argentina, biskuit ditengahnya caramel, sedapppp!. Dia juga membawa teh khas negaranya, daun atau rempah-rempah yang dikeringkan. Katarzyna membawa masakan khas Polandia, daging dipotong kecil-kecil, dicampur jamur, bawang Bombay dan bumbu rahasia lainnya. Timea bawa apa ya, ko saya lupa, yang saya ingat dia bawa stik coklat ditengahnya ada cream vanilla buatan dia sendiri, oh ya sosis khas Hongaria dan roti. Elpida membawa salat sayuran, isinya sawi, ketimun, tomat, keju pedas berikut bumbu rahasia untuk salat. Hong Wei membawa pangsit khas Cina, enakkk banget dimakan dengan sambel buatan saya. Ioana membawa kue bentuk seperti risol namun rasanya manis dan juga membawa Salat telur resep dari Timel. Katja membawa makanan, apa namanya ya, keju, cream, ahh saya tidak tahu persis isinya apa saja, lupa mengamati pas makan, silakan lihat fotonya ya. Guru kami yang awalnya mengatakan akan mencoba memasak Kartoffel-Zucchini-Auflauf ternyata tidak jadi, karena beliau sangat sibuk, pagi mengajar dan beberapa pekerjaan rutin lainnya. Sebagai gantinya dia membeli dua loyang kue bolu khas Polandia, enakkk bangetttt ;-).

This slideshow requires JavaScript.

 

loading...

Tulisan Terkini

About these ads
loading...

5 thoughts on “Kuliner Internasional di Kelas Bahasa Jermanku

  1. wah, serunya tukeran kuliner sama teman dari negara lain, hehehe

  2. wah,, enaknya banyak makanan,, yg ga asing bakwannya yah mb^^,, mau donk di bagi juga ^^,, semangat bgt belajarnya,, sip2^^

    1. Hai Ren, kamu bikin sendiri pasti bisalah hehehe, oh ya dikau ikutan oriflame juga toh?

  3. henni

    nell, waahhh mantap tuh pasti bakwan nya…suami smp kasih jempol 🙂
    makanan yg lain jg spt nya enak2 yah..hmmm yummy..
    klu tiap hr belajarnya pengenalan makanan n bw2 makanan ke kelas wahhh kita bisa tmbh endut nell, diet gatot deh..hehehe

    1. Hahahaha cuma seminggu ko Hen bahasan mengenai makanan, pas acara makan-makan pagi dan siang kita gak makan dari rumah supaya bisa puas melahap yang dibawa teman-teman ;-).

Comments are closed.