Apa Yang Saya Suka di Jerman

loading...

• Setiap hari, pertama meluncur ke dunia maya, maka di laptop akan saya buka banyak layar, mulai dari renungan harian, email, blog pribadi, postingan baru dari blog teman, situs berita tentang Indonesia, rubrik kesehatan, rubrik taman, rubrik masak atau lainnya. Maka ketika suami tercinta pas ada dirumah dan melirik kegiatan saya ini, maka dia akan bilang: „.. satu, dua, tiga, …, delapan .., sepuluh, sebelas,.. empat belas, bravo!! Rekor, empat belas layar (website) terbuka.“.. Dalam hati iiihh biarin saja!, daripada lupa toh yang ingin dibaca, lebih baik dibuka semua yang penting! ;-). Sampai saat ini saya tidak mengerti apakah membuka banyak sekali situs akan mempengaruhi kerja laptop? Selama ini baik-baik saja ko, kecuali kalau suami saya main game online, malah laptopnya jadi lelet, dan suamiku mulai deh ngedumel sendiri, laptop ko dimarahin, saya sih cuma bisa senyum-senyum saja, ingat adik saya Roy yang di Jakarta, dulu kadang saya lihat adikku marahin laptopnya atau kalau kalah main game online.

Buka banyak website penting

Daftar website penting saya dan suami
Pertahanan Diri dari Cuaca Dingin dengan Berselimut

• Sejak menetap di Jerman saya jadi suka bercocok tanam, nanam bunga, nanam sayuran dan lain-lain yang berhubungan dengan tanaman atau mempercantik si tanaman dengan pot-pot atau dekorasi tanaman. Di sini setiap satu atau dua minggu sekali setiap supermarket mempunya penawaran-penawaran menarik untuk tanaman atau bunga. Iklan-iklan supermarket dikirimkan ke rumah-rumah penduduk secara teratur. Tanaman atau bunga-bunga tersebut harganya mulai dari yang paling murah sampai yang paling mahal. Siapa yang tidak lapar mata kalau 10 tangkai mawar atau tulip harganya hanya 1.99 Euro. Murahhhh euy !… dirupiahkan hanya sekitar 23 ribu untuk 10 tangkai bunga mawar, itupun sudah diberikan satu bungkus serbuk penguat tanaman. Suatu kali saya ingin pesan bunga di Jakarta, ingin kirim untuk mama tercinta, saya bolak-balik buka website toko bunga di Jakarta atau bertanya ke beberapa milis, OMG (*Oh my God) harganya mulai diatas 200 ribuan, ditawari pemilik tokonya dia bisa berikan harga 150 ribuan dengan bunga lokal, hiks gak jadi deh, mending beli kue untuk mamaku. Oh ya kalau musim panas kita bisa beli bunga, petik langsung dari kebunnya, ceritanya klik disini.

Bunga Mawar Merah Merekah tidak sampai 2 Euro
Beberapa Koleksi Tanaman saya
Pembibitan
Sedang Ada Matahari, Tanaman Dikumpulkan di Satu tempat

• Walau sedang musim dingin, tetap keinginan untuk bercocok tanam tidak bisa di bendung, maka saya mempunyai kebun rahasia di belakang pintu dapur. Saya tanam dua buah bawang bombay ukuran jumbo, masing-masing satu buah bawang putih dan bawang merah. Satu pot khusus untuk kentang, saya hanya tanam beberapa mata tunas dan kini sudah banyak sekali batang kentangnya yang tumbuh.

Bawang Bombay, bawang Putih dan Bawang Merah

Sibuk di Kebun Rahasia
Pot Warna Orange adalah tanaman Kentang, Belakang aneka Bawang

• Selain suka tanaman, saya juga jadi suka masak-masak, mencoba resep-resep baru. Kalau lagi ingat ya saya posting cerita dan resepnya ke blog saya ini. Contohnya Bolu Wortel Apple Pie Bolu Almond Perkedel Kentang Panir Hamburger. Lainnya, silakan lihat kategori „Food & Cooking“

• Setiap seminggu atau dua minggu sekali saya bertemu dengan dua teman Indonesia saya. Eka dan Ni Luh nama sahabat saya di sini. Rumah mereka bisa saya capai dengan berjalan kaki. Eka berasal dari Surabaya dan Ni Luh berasal dari Bali. Keduanya sudah menikah dengan wn. Jerman dan masing-masing memiliki satu anak. Kalau cuaca cerah kami sering keluar bersama, kadang ke taman bermain anak, dan beberapa taman lainnya. Kadang ke supermarket kalau pas ada promosi produk-produk tertentu, atau hanya mengobrol di rumah mereka sambil saya disuguhi kue atau masakan mereka ;-). Taman di sekitar rumah.

Palast restaurant - Bad Rappenau
Asyikk, ditraktir makan oleh Ni Luh Nov 2011
Palang Pintu Kereta Sudah ditutup, Mari Foto Dulu ya
Para Turis Berfoto ria dulu, Sampai Mobil-mobilpun Berhenti Memperhatikan Kami hehehe

Apa lagi ya .. hmm, masih banyak yang mau saya ceritakan tapi dapur memanggil saya untuk segera masak, jadi sampai jumpa ke cerita saya berikutnya.

 

loading...

Tulisan Terkini

loading...
About these ads
loading...

6 thoughts on “Apa Yang Saya Suka di Jerman

  1. Uwooooo.. Keren pembibitannya. Saya mau pot-pot unyu itu..

    1. Ntar ya Dit kalau saya pas ke Indonesia saya bawain deh, bibit bunga, sayur, pot-pot bunga 🙂

  2. selly

    Hello Hellow…….

    Pa kbr Nell? Wah senangnya banyak kegiatan ya, hihihi…..Pot2-nya lucu ya, nggak kyk di Jkt, bulet :), jd pengen……!! Gw juga senang dengan tanam-menanam bunga bu, sayang wktu-nya sekarang udh gak ada, hiks….

    Oh ya, mau donk resep masak memasaknya 😀

    1. Hai Selly, daku kabar baik, kangeeenn ama kamu :). Iya Sel lucu-lucu deh dekorasi untuk tanaman. Harganya dari paling murah (Rp.5000 an) sampai yang paling mahal. Kalau soal waktu kan sepulang kerja bisa disiram bunga atau tanamannya, tidak perlu tiap hari ko. Aku sih senang aja tiap hari lihat yang indah-indah aneka warna bunga pas pulang ke rumah. Ntar kalau aku ke Jakarta aku bawain bibit bunga atau sayuran ya ;-). Resep masakan buka di kategori blog say, pilih “Food & Cooking”

  3. Maria

    hi mbak,
    Seneng baca postingan ini. Sebelumnya aku baca postingan ‘culture shock’ dan beberapa sebelumnya. Kok ya sedih amat…hehehe….
    Ternyata disirikin ‘tetangga’ bukan cuma terjadi di Indo; lah di luar juga bisa kejadian. Tapi saya yakin mbak selalu dikuatkan oleh Tuhan Yesus dalam segala hal dan jadi makin dewasa setelah mengalami hal-hal tsb.
    Jangan sedih-sedih terus ya, mbak….keep smiling and keep cooking !! Hahahah….
    NB : saya suka lihat tampilan cakenya…kaya bikinan toko kue. Eh, bisa jadi lahan usaha tuh 🙂

    1. Hai Maria, kalau ada cerita yang negatif (sedih) pasti ada yang positif atau senangnya, nah hari ini saya posting cerita Apa Yang Saya Suka di Jerman. Puji Tuhan ketika di Indonesia saya sudah memiliki dasar yang kuat tentang Firman Tuhan, semoga tidak terbawa arus negatif disini ;-). Saya senang belajar bikin kue-kue, kalau jadi lahan usaha wah belum kepikiran, disini banyak sekali toko-toko kue. Orang Jerman baik wanita ataupun pria pintar masak, makanya saya jadi suka masak-masak juga. Btw makasih buat masukkan yang postif dari Maria, GBU ;-).

Comments are closed.