Culture Shock di Jerman

loading...

Pengalamanku 7 bulan ini menetap di Jerman:

1. Buat sebagian besar kalangan, paling penting di Jerman adalah : bir, rokok dan judi. Puji Tuhan, suamiku Frank jauh dari itu semua. Terakhir kali frank cerita, dulu dia punya pacar asal surabaya, ayah si wanita bilang “mau dengan anakku, jauhi minuman keras, jauhi judi” nah jadi beberapa waktu lalu frank mikir kalau orang indonesia tidak suka pasangannya berjudi, makanya frank tidak mau join dengan seseorang untuk beli lotere lotto mengingat istrinya asal Indonesia. Padahal yang saya kasih tahu ke frank adalah pemikiranku secara logika saja he-he-he bukan berdasarkan ras atau suku bangsa.

2. Kalau ada yang minum bir, wine terlalu banyak, kemudian mereka mulai bicara banyak dan ketawa-ketawa tidak jelas. Omongan orang tersebut menyinggung kita, maka jangan ditanggapi dan dimasukkan ke hati, “..anggap saja orang mabok biasalah ngomong ngaco dan tidak dipikirin dulu“. Beberapa kali saya pikirin kenapa dia bicara begitu, bicara begini, malah saya jadi meratapi dan nangis sendiri, betapa bodohnya si Nella ini hahahaha ..

3. Di Indonesia, saya berasal dari keluarga baik-baik, maksudnya dengan ayah, ibu, adik-adik lengkap baik dan lurus-lurus jalannya. Tiap minggu ke gereja, saya dan adik-adik sejak kecil terlibat pelayanan di gereja. Teman-teman saya adalah teman-teman gereja dan 4 orang sahabat dari kuliah.
• Tiba di jerman, saya mulai terkejut, kenapa banyak pasangan hidup bersama tanpa menikah ? (dan terang-terangan), kenapa banyak anak hasil dari hubungan tidak kudus? Kenapa banyak pasangan sejenis tanpa ragu tampil di muka umum dan bermesraan.
• Kenapa banyak anak-anak muda menenteng minuman keras di sudut-sudut jalan?. Kenapa banyak wanita muda yang hamil atau dengan bayi mereka dan si wanita tersebut merokok atau minum minuman keras saat hamil atau di depan anaknya? (maka tidak heran jika anak muda (abg) merokok dan menengak minuman keras). Kenapa banyak yang tidak percaya Tuhan (ateis), padahal Nommensen, Orang Jerman pertama yang datang ke tanah Batak dan mengabarkan Injil, namun kalau orang Jerman ditanya apakah mengetahui Nommensen? boro-boro deh, gak kenal tuh! :P.

4. Kenapa pemberkatan pernikahan dibolehkan sudah punya anak ? dan saat pemberkatan nikah, saat itu juga anak mereka dibaptis. Kalau di Indonesia mana bisa seperti ini, menikah dulu baru bikin anak, lah di Jerman kebalikannya, bikin anak dulu baru pemberkatan. Perzinahan berkembang dengan baik disini :-(.

5. Kenapa di tv Jerman, sering ada tayangan-tayangan tidak layak tonton, contohnya wanita atau pria bugil (naked) tanpa sehelai benangpun di badan yang tidak disensor tayangannya, kalau sudah tengah malam munculah iklan-iklan esek-esek dengan video ahh sudahlah tidak layak di jelaskan lagi!.

6. Kenapa sebagian besar orang Jerman belakangan tidak suka memiliki anak? mereka lebih memilih memelihara binatang seperti kucing, anjing, kelinci dan lain-lain. Padahal biaya peliharaan binatang ini tidak bisa dibilang sedikit, malah bisa lebih mahal. Mereka bilang hewan tersebut adalah anak mereka, diperlakukan selayaknya manusia, punya tempat tidur sama seperti pemiliknya, makanannya khusus, daging, cemilan khusus dan lain-lain.
• Dipelihara di dalam rumah, kucing atau anjing naik ke tempat tidur si pemilik, kalau sakit ada rumah sakit khusus hewan, ada salon khusus hewan juga. Seringkali saya liat tayangan di tv atau di sekitar saya, dalam satu keluarga, ada satu anak kecil, satu bayi dan si keluarga ini memelihara juga anjing yang sangat besar, kucing dan kelinci dan kandang peliharaannya tersebut didepan tempat tidur bayi mereka.
• Atau satu cerita lain, ada wanita paruh baya sampai menggadaikan perhiasannya untuk kremasi dan pemakaman anjing peliharaannya. Aaahhhhh dunia makin edan???. Di Jakarta keluarga saya juga pelihara anjing ukuran kecil, tapi si anjing hanya boleh berada dihalaman rumah, tidak boleh masuk kedalam rumah, tugasnya adalah memelihara keamanan rumah. Kami tidak beli makanan khusus anjing karena mahal, kami kasih makanan yang kami masak atau hasil sisa makanan majikannya.

Tidak semua hal yang saya lihat di sini bisa saya ceritakan ke keluarga di Indonesia, karena banyak hal yang bertentangan dengan norma-norma di Indonesia, bahkan kalau mau di bawa ke Firman Tuhan ya lebih gawat lagi.

Aku jadi sering bergumul dalam doa untuk banyak hal, dan memang harus! saya berdoa supaya kutuk-kutuk (hal negatif) disekitar tidak turun ke kami (Frank & nella) di masa depan.

Video ini kiranya bisa menggambarkan, supaya kita belajar menghitung hari-hari kita dengan hati bijaksana.

Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari
Agar Kami Beroleh Hati Bijaksana
Ajar Kami Bapa Hidup Dalam Jalan-Mu
Agar Semua Rencana-Mu Digenapi

Mulialah Nama-Mu Tuhan Dan Ajaib Jalan-Mu
Bimbing Kami Di Setiap Waktu
Besar Setia-Mu Tuhan Agunglah Karya-Mu
Yesus Kami Bersyukur Pada-Mu

Psalm 90:12  Lehre uns bedenken, daß wir sterben müssen, auf daß wir klug werden.

Psalms 90:12  So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom.

Mazmur 90:12 Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.  

Happy Sunday Everyone. Selamat Beribadah!.

loading...

 

loading...

Tulisan Terkini

About these ads
loading...