Jalan Sehat untuk Robin

5 KM sisa 1 KM lagi ayooo kamu pasti bisa
loading...

Sebenarnya sudah dua minggu lalu kegiatannya berlangsung, namun rasanya ko sayang kalau ceritanya tidak di luncurkan di halaman blog, mengingat kami (suami & saya) sudah foto-foto saat itu dan juga kegiatan ini menarik untuk diceritakan ;-).

Pada 08.10.2011 lalu kami (suami & saya) mengikuti acara Jalan Sehat yang diselenggarakan Klinik Vulpius Sebulan sebelumnya, pendaftaran sudah mulai dibuka. Ketika awal-awal suami bilang dia ikutnya yang “lari”, sedangkan saya yang “Jalan Sehat” saja. Saya mikir, ko ya agak-agak malas ah kalau jalan dengan orang-orang tidak dikenal, maksudnya tidak ada teman ngobrol sepanjang jalan hehehe, apalagi 6 KM, pikiran saya busyettt jauhh bangett, cape!. Saya bilang suami, “..saya belum katakan “ya” mau ikut, saya pikir-pikir dulu ya 😉“.

Singkat cerita katanya sih ayah mertua saya berminat ikut, makanya saya katakan okelah saya ikut program Jalan Sehat, apalagi ini untuk program amal, untuk menolong seorang anak kecil yang butuh dana. Pas hari H, ternyata ayah mertua tidak jadi ikut, dan suami akhirnya ikut program yang sama dengan saya, yakni Jalan Sehat bukan lari, Hoorraayy :D.

Acara semacam ini (Jalan Sehat) untuk penggalangan dana diselenggarakan setiap tahun oleh Vulpius Klinik, yang pertama kali diadakan pada tahun 2006.

Acaranya diikuti kalangan orang dewasa, anak-anak pun tidak mau kalah, termasuk anak-anak yang di kursi roda, dan banyak para lansia (*red. lanjut usia) bersemangat juga mengikutinya. Foto anak-anak klik disini Foto lansia klik disini

Hampir 1.300 peserta mengikuti acara pada sabtu, 08.10.2011. Motto tahun ini, 2011 : “Wir laufen für Robin” artinya kami berjalan untuk Robin. Setiap peserta dihargai 8 Euro, dari kantor suami ada 10 orang peserta termasuk saya, peserta dari kantor suami mengenakan seragam berwarna merah ;-).

Robin adalah seorang anak berusia 7 tahun, menderita Cerebral Palsy sejak lahir. Melalui acara ini berhasil terkumpul 13.000 Euro untuk pengobatan Robin. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian peralatan dan pengobatan untuk melonggarkan otot-otot Robin.

Lokasi untuk acara lari dan jalan sehatnya adalah di hutan, dekat klinik Vulpius. Walau semalamnya sempat hujan, untungnya lokasi tidak becek. Walaupun jalannya sudah super santai, 6 KM ternyata bikin gempor juga, hiks! Kami berdua ada di barisan-barisan peserta terakhir he-he-he, karena kalau ada objek menarik saya minta berhenti dulu untuk mengabadikannya. Oh ya untungnya suami bawa satu buah apel (besar banget dan manis sekali) dikasih salah satu pasiennya (sebelum kami pergi ke acara), jadi apel tersebut yang kami berdua makan untuk menghilangkan rasa haus sekaligus menyegarkan diri ;-).

loading...

Jalan tanpa henti, ditengah cuaca dingin, pasti membuat kita mau buang air kecil dong. Mau berhenti, ya ko kuatir benar-benar jadi peserta terakhir yang sampai finish, mau berhenti agak malu juga, buang air di tengah hutan he-he-he. Kalau pria sih gampang, tinggal berdiri, bisa pantau kanan kiri, ternyata ada beberapa pria melakukannya ha-ha-ha.

Untunglah ada satu peserta (wanita), ibu ini duluan buang air, setelah dia selesai, beberapa meter di depan, saya gantian deh, cari pohon besar yang rimbun sekelilingnya … plooonggg!!! :D. Setelah saya selesai ada juga ibu lain yang datang, melakukan seperti saya ;-).

Ada satu ibu-ibu berhenti dan bertanya dengan petugas yang kebetulan berjaga, wanita ini bertanya “.. boleh merokok ga?”, ya pasti dijawab “tidak boleh!”. Ditengah hutan mau mengotori udara, kasihan pohon-pohonnya dong, kalau yang saya lakukan diatas termasuk ga ya? Semoga bikin subur tanamannya he-he-he. Ternyata setelah beberapa meter di depan si wanita ini sudah tidak tahan, dia berhenti sejenak dan menikmati mengisap rokok, ehh datang satu wanita lain, melakukan hal yang sama. Olahraga ko sekaligus mengotori tubuh sih, saya cuma bisa *tepok jidat deh! :P.

Saya sempat dua kali minta berhenti, sekitar 1 sampai 2 menit tarik nafas panjangg, benar-benar tidak tahan, nafas rasanya mau putus. Senangnya suamiku baik hati, mau mengikuti ritme jalanku yang sangat santai :D. Akhirnya sampai garis finish, 6 KM ditempuh dalam waktu 1 jam 28 menit, pakai di umumin segala lewat penggeras suara ketika suami dan saya tiba :P. Setelah sampai garis finish, nomer peserta yang ditempel di dada, di arahkan alat sensor petugas, untuk memasukkan data kalau kami sudah tiba di garis finish. Beberapa hari kemudian kami dapat sertifikat sudah mengikuti acara jalan sehat, tertera juga durasi jalan kami.

Acaranya ada yang upload di youtube

*Frank and Nella menit ke 04:10, sedangkan Robin 07:01

It was a great day for Robin and for all of us!
Semoga lekas sembuh Robin 🙂

loading...

Sumber:
• Terjemahan bebas dari vulpiusklinik.de
• Terjemahan bebas dari Rhein-Neckar-Zeitung

Tulisan yang mungkin kalian tertarik membacanya :
Museum Farmasi Jerman di kastil Heidelberg
Mengelola Sampah ala Jerman
Tinta di Sendok‏ (Rahasia Hidup Bahagia)
Aktivitas Makan di Jerman
Goslar Kota Abad Pertengahan di Jerman

About these ads
loading...

One thought on “Jalan Sehat untuk Robin

  1. […] Ya sama saja seperti no 1 yakni berolahrga. Bedanya kali ini berolahrga bersama-sama 1300 peserta. Tujuannya untuk amal. Setiap orang yang turut serta akan bernilai sekian Euro yang akan dikumpulkan untuk menolong pengobatan seorang anak. Detail ceritanya klik Jalan Sehat untuk Robin. […]

Comments are closed.