Ayo Berkebun :)

loading...

Sejak menetap di Jerman, saya menjadi tertarik untuk ngurusin tanam menanam. Tanaman awal yang saya pelihara adalah kaktus-kaktus milik suami, karena dia tidak sempat mengurusnya lagi, jadi sekarang saya yang mengurusnya. Saat ini sudah ada 17 pot kaktus, itu juga sudah bertambah 2 atau 3, karena kalau saya ke supermarket khusus perkebunan dan alat-alatnya, ga tahan lapar mata deh! 😛

Opps sebenarnya bukan mau cerita tentang koleksi kaktus saya saat ini sih, namun mau cerita apa yang terjadi kalau saya sedang lapar mata di supermarket khusus perkebunan.

Inilah hasil perburuan saya, Foto No.1. Total belanjaan 11,23 Euro. Saya tuh lapar mata kalau lihat benda-benda unik khusus yang murah-murah saja he-he-he.

Mari saya mau cerita isi kantong belanjaan saya ;-).

Foto 2. Beli tanaman atau bunga seperti di foto ini, maaf lupa namanya, karena saya pilih jenis yang masih kecil jadi tidak ada karton nama tanamannya, harganya juga hanya 1,99 Euro, so murah meriah. Kalau yang harganya hamper 5 Euro baru ada karton kecil nama tanamannya, nanti pas balik ke tokonya saya catat deh namanya. Oh ya tanamannya unik loh.

Lihat kan ada bunga utamanya ditengah dan besar, lalu disekelilingnya banyak tunas-tunasnya, nah itu tunas-tunasnya cepat sekali tumbuhnya, dalam beberapa hari harus segera saya pindahkan ke pot lebih besar. Niatnya sih nanti beberapa tunas mau saya potong supaya jadi bunga utamanya.

Selain tanaman diatas, saya juga beli pot bunga lucu dengan warna cerah. Kalau disini (Jerman) pot bunga ada wadahnya, jadi yang pertama kan pot bunga yang ada bolongannya dibawahnya, supaya air bisa keluar (mengalir) biasanya terbuat dari plastik polos, lalu pot tersebut di taruh lagi kedalam pot lain yang lebih besar dan bentuk atau warnanya bagus, jadi kita tidak perlu kuatir akan buat kotor kalau tanaman di taruh didalam rumah. Disini banyak sekali tanaman dijadikan dekorasi didalam rumah.

Foto 3. Kawat pengikat tanaman,

Foto 4. Plester pengikat tanaman.

Foto 5. kayu penyangga tanaman. Saya beli ketiganya, karena saat ini saya punya satu pohon tomat yang saya pelihara didalam pot, dan pohon tomat ini subur sekali, banyak cabang-cabang yang mulai besar jadi harus diperhatikan supaya kokoh, Buahnya juga sedang keluar banyak sekali loh, karena saya rajin tiap dua minggu, saya gunting daun-daun atau ranting penganggu atau kalau mulai terlalu banyak. Nanti dilain waktu saya cerita tentang pohon tomat saya :D.

loading...

Foto 6. Pot bunga, waktu comot barangnya belum tahu mau dipakai buat apa, nah sekarang sudah saya gunakan buat nanam bibit paprika, cabai Thailand dan cabe yang bentuknya bulat. Tiap lubang saya taruh dua bibit. Satu baris masih kosong, belum tahu mau nanam apa.

Foto 7. Niatnya mau beli obat anti lalat putih pada pohon tomat, malah beli mineral atau penyubur buat pohon tomat. Berhubung petunjuk penggunaan bahasa Jerman, belum sempat cari terjemahannya di internet, jadi belum saya gunakan.

Foto 8. Bibit Ketimun Foto 9. Bibit paprika. Iseng banget ya beli, padahal kan menjelang winter, mana bisa nanam-nanam di taman toh :P. Kalau paprika sudah mulai saya tanam, setelah tumbuh niatnya dibudidayakan di pot, kalau pohon ketimun apa bisa di budidayakan di pot ya he-he-he.. Kenapa saya budidayakan di pot, ya karena kalau malam tanamannya saya masukkan rumah, kasihan diluar dingin sekali, bisa-bisa layu dan mati tanamannya.

This slideshow requires JavaScript.

 

loading...

Tulisan Terkini

About these ads
loading...