Mengapa cuaca Dingin Membuat kita cepat mengantuk atau lapar?

loading...

Mengapa cuaca Dingin Membuat kita cepat mengantuk atau lapar?. Kenapa saya buat tulisan dengan judul diatas? Lagi pengen cari tahu jawabannya dari rasa penasaran saya. Suami tercinta, sudah belakangan ini cepat banget deh pergi tidurnya, baru jam 6 sore sudah nguap-nguap, baru jam 7 malam sudah tidur.

Mengapa cuaca Dingin membuat kita cepat ngantuk? (Foto: gettyimages)

Maksudnya kalau dia tidur terlalu cepat, saya kan jadi tidak ada teman, misal tidak ada teman buat ngobrol, tidak ada teman buat diisengin, tidak ada teman buat ditanya-tanya kalau saya lagi baca bacaan dalam bahasa Jerman.

Jadilah malam-malam begini, saya coba cari-cari bahan bacaan dari internet melalui mbah. Google.

Pertanyaan saya pertama : Mengapa cuaca Dingin membuat kita cepat ngantuk?

Saya gunakan beberapa kata kunci seperti : rasa kantuk di kala cuaca dingin, cuaca dingin dan rasa kantuk, mengantuk di musim dingin dan lain-lain, dan lain-lain. Sekalipun saya bolak balik taglinenya, Hasil Pencarian : NIHIL! tidak ada penelitian atau bahasan ilmiah mengenai hal ini.

Ketemunya kutipan berikut : Selain bisa sebabkan obesitas, makanan berlemak tinggi tenyata bisa buat Anda lebih cepat mengantuk dan lelah.

Pertanyaan saya kedua : Mengapa cuaca Dingin membuat kita cepat lapar?

Pertanyaan kedua ini ditujukan ke diri saya sendiri, saya mencoba sedemikian rupa menahan untuk tidak banyak makan, menghindari bobot tubuh bertambah. Slim is beauty begitu kata pepatah 😉

Menurut smallcrab.com, rasa lapar saat udara dingin dipicu oleh perubahan suhu tubuh. Ketika suhu udara lebih dingin ketimbang suhu tubuh, maka tubuh akan berusaha untuk menormalkannya.

Untuk menormalkan perubahan suhu tersebut, dibutuhkan bahan bakar atau energi yang besar berupa makanan. Karena itu, jika berada di daerah dingin tubuh akan lebih cepat membakar energi sehingga membuat orang cepat merasa lapar.

Tubuh memiliki jaringan lemak yang disebut jaringan lemak coklat (brown adipose tissue atau BAT). Udara dingin dapat memicu BAT menghasilkan panas dan membakar jaringan lemak.

Temperatur dingin juga dapat mempercepat metabolisme tubuh seseorang. Dalam lingkungan yang ringan seperti 15,56 derajat Celsius, beberapa orang akan meningkatkan metabolisme sebanyak 20 persen.

Menurut chem-is-try.org, temperatur normal tubuh adalah 37 derajat C, dan ketika temperatur udara lebih rendah dari temperatur tubuh, panas akan mengalir dari tubuh kita. Pada temperatur udara sedang (berkisar antara 15-20 derajat C), tubuh kita tidak terlalu bermasalah, bahkan sesungguhnya temperatur udara sedang sangat dibutuhkan karena tubuh kita memproduksi panas berlebih dari yang kita butuhkan dan harus dilepas sebagian.

Suatu kondisi dimana temperatur udara sangat rendah sehingga tubuh melepas terlalu banyak panas mengakibatkan temperatur tubuh turun disebut dengan hypothermia. Penurunan panas tubuh badan antara 1 derajat C hingga 2 derajat C mengakibatkan tubuh gemetar, yang merupakan salah satu usaha tubuh kita untuk menaikkan temperatur tubuh melalui gerakan dari sendi-sendi otot.

Saya sering banget tuh gemetaran kalau lagi dingin, berarti tubuh saya sedang berusaha menaikkan temperatur tubuh dengan menggerakkan sendi-sendi otot ;-).

loading...

Diolah dari berbagai sumber

Tulisan Terkini:

loading...
About these ads
loading...

Leave a Reply