Schengen Visa dan Terbang!!!

loading...

Tulisan ini baru saya buat ketika beberapa teman saya lagi-lagi menanyakan bagaimana cerita liburan saya. Sepertinya kali ini penyakit โ€œmalasโ€ saya sedikit berkurang, mari kita lihat apakah tulisan ini akan selesai menceritakan sampai hari kepulangan saya ke Indonesia. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ™‚

Satu hari sebelum keberangkatan โ€ฆ

Akhirnya terwujud juga liburan ke luar negeri (LN) untuk pertama kali, tolong dicatat โ€œPertama Kaliโ€ so kebayang deh bagaimana ribet, ruwet, bodoh, dan culunnya saya menghadapi semua hal yang akan terjadi. โ€œAhhh mengapa saya masih merasa belum siap, padahal tiket sudah ditangan dan saya punya waktu 3 bulan untuk mempersiapkan perjalanan tersebut, nyatanya sampai hari mau ambil visa saja belum siap. Tidak bisa mundurkan tanggal keberangkatan, tidak bisa dibatalkan lagi pokoknya 4 September 2009 suka atau tidak, siap atau tidak, harus berangkat!!!โ€

Saya ingin cerita ketika ambil visa..

Apakah benar visa akan saya terima hari itu? Bagaimana kalau ada hambatan lagi, bagaimana kalau ada hal-hal lain yang menghambat? .. Positive thinking sajalah, konsularnya kan mengatakan 3 September tinggal ambil visa. Mengingat cerita yang seru dibalik proses pengajuan pembuatan visa yang bikin jantungan selama beberapa hari (sudah saya ulas di halaman sebelumnya) so waktu mau ambil visa saya sedikit kuatir.

Waktu pengambilan visa adalah jam 13.30- 14.30
Hari itu saya masih masuk kantor setengah hari, setelah pamitan dengan teman-teman termasuk boss pergilah saya ke kedutaan.

Sebelum masuk ke ruang pengurusan visa, pengunjung akan melewati metal detector kemudian diberikan kartu pengunjung dan kita harus menaruh barang-barang bawaan di dalam loker yang telah disediakan, dan tidak diperbolehkan membawa handphone keruangan pengurusan visa.

Ambil nomer antrian seperti biasa dan menunggu sampai giliran saya tiba, saya mencoba menenangkan diri saat itu. ๐Ÿ™‚ Kemudian tibalah giliran saya. Saya berikan surat keterangan untuk pengambilan visa dan si konsular mencocokan dengan visa saya, beberapa saat kemudian dia menanyakan asuransi perjalanan saya dannnnnn โ€œmana foto copynya?โ€ si konsular bertanya .. โ€œOMG betapa bodohnya saya kenapa saya bisa lupa, tapi memangnya diperlukan?, sepertinya tidak ada di syarat pembuatan visa kalau harus siapkan copy surat asuransi???โ€ (Teriak saya dalam hati, sambil membela diri :D). Si konsular mengatakan saya punya waktu sampai 15.30 untuk berikan fotocopy asuransi perjalanan, baru visa akan diberikan.

Keluarlah saya dan bertanya ke petugas apakah ada fasilitas fotocopy di kedutaan, ternyata tidak ada, lalu saya keluar dari kedutaan, saya bingung mau cari tempat fotocopy dimana?, Kuningan adalah daerah perkantoran semua, saya coba pergi ke dua gedung dan bertanya ke beberapa orang ternyata tidak ada tempat fotocopy disana, dan waktu terus berjalan โ€ฆ kemudian saya pergi ke pangkalan ojek saya minta diantar ke tempat fotocopy terdekat .. dannnnn ongkosnya Rp.15.000 pp โ€œmahal banget bang??โ€ Alasannya tempatnya jauh sekali. (Dasar! kesempatan dalam kesempitan, apa boleh buat memang salah saya)

Akhirnya saya berhasil sampai kembali ke depan loket visa tanpa saya ngaca dulu apakah penampilan saya berantakan atau tidak karena naik ojek tadi, tidak sempat dandan dulu, sedikit keringatan plus jantung berdebar – debar dan thanks God loket visa belum tutup. Visa akhirnya saya dapatkan setelah diberikan beberapa wejangan termasuk saya harus lapor diri kembali ketika saya sudah kembali ke Jakarta. Nampaknya ini peraturan baru untuk lapor diri karena ada seorang pria mengeluhkan hal tersebut dia katakan dahulu tidak perlu lapor ketika sudah di Indonesia kembali.

Saya istirahat sebentar melepas ketegangan, duduklah saya di dekat lokasi loker, membaca beberapa sms yang masuk ke hp saya sambil saya buka passport & visa saya, tangan saya gemetaran, benar-benar bergentar alias tremor untuk waktu agak lama hahahaha ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ saya tidak tahu apakah ini efek karena saya baru melewati satu kejadian yang buat jantung saya hampir copot atau karena saya begitu senangnya visa sudah ditangan saya. Dannnn ternyata saya melupakan satu hal yang saya sadari 3 hari sebelum saya harus kembali ke Indonesia, di visa saya ada kode yang mengharuskan saya melapor dalam 3 hari setelah saya tiba di Belanda. Nanti saya ceritakan bagaimana saya bisa melewati petugas di bandara Schipol ketika hari kepulangan saya hahahha .. jantungan lagi namun saya bisa lolos ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Note : Jika di Visa kamu ada kode โ€œBNL5 + 3 DAGENโ€ Ini artinya : Anda harus melaporkan diri kepada polisi asing dalam 3 hari kerja setelah tanggal kedatangan/Negara yang Anda kunjungi.

Hari Keberangkatan 04-09-09

Saya masih ingat hari itu 4 September 2009 adalah hari keberangkatan saya, namun pagi hari itu saya masih sibuk mengurus โ€œtetek bengekโ€ di bank hahhaha (โ€œJANGAN DI TIRU ya!!!โ€).
Apa yang saya urusi di Bank? Pertama saya lupa nomer pin kartu atm Citibank saya, dan sekaligus minta ditambahkan nama marga di kartu atm saya supaya sama dengan nama di ktp dan saya juga menukarkan beberapa uang Rupiah ke Euro. Tetap merasa tidak cukup Euro yang akan saya bawa, semua Rupiah sudah terkuras dari tabungan hahahaha ..

Urusan Bank selesai, pulanglah saya. Gawat!! tol Kebun Jeruk macet padahal sudah jam 11 siang. Beberapa kali mama saya sms menanyakan keberadaan saya. Pesawat saya jam 19.45 dan tengah hari itu saya masih sibuk dengan banyak urusan, belum lagi dengan urusan koper dan barang-barang saya dirumah yang belum selesai. Dannnn saya masih menyempatkan diri mampir ke BCA di Atrium Senen untuk mentransfer uang yang saya pinjam dari ayah saya untuk keperluan pembuatan Visa. (Selama 2 bulan saya pinjam kira-kira 25 juta di endapkan di tabungan, supaya kedutaan percaya saya punya cukup uang untuk perjalanan saya, begitu visa keluar uang saya kembalikan).

Akhirnya sampai dirumah, niat mau tidur siang sebentar ternyata tidak bisa, urus sana urus sini, packing sana sini, check โ€“ check bawaan, oleh-oleh, titipan kue lapis, bika ambon, beberapa mie instant, bumbu bumbu masak, sayur daun singkong mentah, kwetiau matang masuk semua ke dalam koper. Begini ya nasib yang mau keluar negeri banyak yang minta dibawakan macam-macam dari tanah air. Saya akhirnya harus buat diri saya menyadari memang nasibbbb hehehe .. nanti saya ceritakan bagaiman saya lagi โ€“ lagi bisa lolos dari petugas di bandara Schiphol yang menemukan kwetiau matang di koper saya hahahah โ€ฆ

Note : Berdasarkan saran dan pengalaman teman saya, maka semua makanan matang termasuk bumbu โ€“ bumbu saya bungkus rapi dengan kertas kado, memang sih akan tetap terdeteksi isinya ketika pemeriksaan namun paling tidak kesannya jadi seperti hadiah/kado/pesanan alias oleh โ€“ oleh yang special kan. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Jam 16.00 berangkatlah saya di antar adik saya (Roy) naik mobil, banyak yang ikut antar saya ke bandara hehehe .. my mother, dan sahabat saya (ka Yunani) dan suaminya (ko Sisi). Nantinya saya akan dijemput adiknya ka Yun di Belanda namanya ka Ester dan salah satu tempat saya tinggal adalah dirumahnya. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

Gawatttt jalan tol ke bandara macetttt, ga tenang deh selama perjalanan .. karena sempat di beberapa bagian benar โ€“ benar tidak bergerak. ๐Ÿ™ ka Yun sedikit komplain kenapa saya tidak siap-siap lebih cepat, dikiranya pesawat saya jam 19.00 yang benar 19.45 ka .. agak tenang deh ya ๐Ÿ™‚

Thanks God, setelah kurang lebih 1,5 jam sampailah kami di bandara di terminal 2 keberangkatan internasional, kami sibuk mencari cari pintu masuk sesuai nomer penerbangan saya. Kami sempat panik, kami kira saya harus antri disuatu antrian yang sangat panjang, bisa bernafas lega ternyata pintu untuk nomer penerbangan saya belum dibuka. Setelah tunggu beberapa menit dibukalah pintu masuknya, saya berpesan pada mama dan ka Yun supaya jangan langsung pulang, setelah cek in saya akan keluar lagi menemui mereka :).

Saya sempat kesal pada mama saya karena menurut saya sangat cerewet, sweater disuruh dipakai, slayer taruh disana, ini disana, itu disitu aaaggggrrrggghhh .. bikin marah ..plus muka saya sudah jutek padahal mau liburan, saya benar โ€“ benar stress akan check in ditambah lagi dengan banyaknya petuah yang mama saya berikan, untunglah ka Yun menenangkan saya, iya saya tahu pastilah mama saya sangat kuatir karena anak gadisnya akan pergi ke tempat yang sangat jauh tanpa teman yang dikenal dan untuk pertama kali. Namun saya ingin mengalaminya semuanya sewajarnya, artinya saya pasti akan belajar dari pengalaman. Tersenyum kembali ๐Ÿ˜€

Diatas trolley ada koper besar saya, beratnya ketika timbang di rumah adalah tidak sampai 20 kg (aturannya 20 kg bagasi) dan satu koper kecil yang bisa saya bawa ke kabin dan satu tas tangan saya (lumayan berat juga hand carry ini hehehe).

Ribetnya check in di bandara Sukarno Hatta (Suta).
Di pintu pertama ada petugas mengecek passport dan tiket saya kemudian bawaan kita harus diletakkan diban berjalan untuk discan isinya. Untuk pertama kalinya saya mengangkat koper seberat 20 kg HuHuHuHuHu ;( koper tersebut saya letakkan di ban berjalan kemudian diikuti koper kecil dan tas tangan saya. Karena saya seorang diri maka saya harus mengawasi semua bawaan saya, harus waspada terhadap tangan-tangan jahil yang sering saya dengar di bandara. Saya sangat panik ketika ketiga bawaan saya sedang melewati ban berjalan tersebut maka secepat mungkin saya sudah harus ada dipintu keluar bawaan saya, yang saya kuatirkan adalah tas tangan saya karena barang โ€“ barang berharga ada didalamnya, padahal saya juga membawa trolley besar, dannnnn karena kepanikan saya tersebut maka dengan terburu-buru saya dorong trolley melewati satu pintu dannnn bunyiiii terdengar Opppsssttt saya melalui pintu yang salah seharusnya trolley dilewatkan melalui pintu khusus dan saya baru saja mendorongnya melalui metal detector, tentu saja petugas di depannya sewot, saya bilang saja โ€œMaaffff pak baru pertama kali, maaf tidak tahuโ€ hehhehe pasti sudah terlihat tampang panik saya ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜›

Barang โ€“ barang saya letakkan kembali di atas trolley dan saya mencari tempat saya harus check in untuk Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur. Saya kembali harus mengangkat koper seberat 20 kg seorang diri dan menaruhnya di atas timbangan. Remukkkk deh badan ini hehehehe ๐Ÿ™ .. Ternyata beratnya 23 kg, pura โ€“ pura ga tau aja karena setahu saya yang dibolehkan 20 kg eh! Ternyata ga masalah tuh! Nanti saya ceritakan bagaimana paniknya saya di Schipol ketika akan kembali ke Indonesia karena koper saya hampir 27 kg.

Check in selesai, saya sudah bayar airport tax 150rb (untuk penerbangan keluar Indonesia) dan boarding pass sudah saya dapatkan. Selanjutnya mengurus BEBAS FISKAL, setelah tanya beberapa petugas sampailah saya di loket Bebas Fiskal, ternyata cukup memperlihatkan boarding pass ke si petugas bersamaan dengan kartu NPWP saya, langsung ditempelin sticker oleh si bapak petugas dan beres ;-).

Note : Buat yang pengen ke LN usahakan miliki kartu NPWP, lumayan jadi tidak perlu membayar biaya fiskal, kalau kita tidak punya kartu ini maka kita harus membayar 3 juta (tolong koreksi kalau saya salah)

Sedikit tenang .. Urusan check in selesai maka saya ingin keluar lagi karena waktu take off masih lama, menemui mama, adik dan 2 teman saya sempat berfoto 2 atau 3 kali :).

Ngobrol โ€“ ngobrol, petuah lagi dari si mama, karena sekarang sudah tenang jadinya senang โ€“ senang sajalah di kasih petuah. Selesai dengan ngobrol siaplah saya masuk untuk menuju pesawat tak lupa ke toilet dulu untuk pasang money belt di badan saya (money belt adalah semacam tas pinggang yang di ikatkan ke perut, isinya passport, uang dan surat โ€“ surat berharga lainnya).

Melalui pemeriksaan passport, visa, kemudian menuju ruang tunggu, disini menunggu kira โ€“ kira 30 mneit sebelum dipanggil masuk berdasarkan urutan bangku. Saya masih sempat menerima telp dan berkirim sms kepada teman โ€“teman. ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚
Pesawat MH 724 tujuan Kuala Lumpur take off 19.45 hmmm pesawatnya ko kecil sih? Kata adikku ada tv nya, mana??? Saya duduk di aisle seat. Disebelah saya kosong dan di window seat adalah pria India. Benar โ€“ benar nga percaya sudah ada di atas pesawat menuju Kuala Lumpur dan langsung ke Belanda, saya sempat termenung beberapa saat, seperti mimpi rasanya, masih tidak percaya hehehehe โ€ฆ

Penerbangan akan makan waktu dua jam, baru take off sudah disuguhi minum dan snack. Uh-Huuuu bau apa nih? .. ko ga hilang โ€“ hilang??? Bau ketekkkkk .. Aaggggrrrhh ternyata pria India di window seat, ko masih tercium baunya padahal ada jarak 1 kursi kosong. Pasrah deh ..

Sebelum pesawat tiba di Kuala Lumpur penumpang diberikan makan malam, porsinya banyak, enakkk, kenyang .. melanggar aturan diet, makan nasi lewat jam 9 malam hahhaha ..

loading...

Si pria India memberikan snacknya kepada saya, hanya basa basi saat itu saja, lainnya kami tidak bertegur sapa, kadang saya suka curi โ€“ curi pandang melihat penampilannya, sepertinya dia executive man tapi ko sayang bau badanโ€ฆ illfeel deh ..

loading...

Note : Ketika saya ceritakan pengalaman ga enak ini kepada teman saya di Belanda, ternyata bisa loh kalau saat itu saya minta pindah bangku, tinggal bilang ke Pramugari saja, hmmm harus dicatat nih supaya ga ada cium bau ga enak lagi ketika di pesawat.

Flight Detail:
Date: September 04 2009
Airlines: Malaysia Air
Flight No: MH 724
Origin: Jakarta Soekarno-Hatta International Airport (CGK), Terminal 2
Destination: Kuala Lumpur International Airport (KL)
Departure Time: 19.45 (scheduled), 20.00 (actual)
Arrival Time: 22.45 (scheduled), 23.00 (actual)
Class: Economy
Seat: 16C
Rate: $888 Nett. CGK โ€“ KL โ€“ AMS โ€“ AMS โ€“KL – CGK

Tulisan Terkini:

About these ads

Leave a Reply

loading...